Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 32


__ADS_3

"APA", Syarif terhentak ketika tahu kalau istrinya Masi berhadas dia beringsut duduk di samping Emily, "Mas, maaf", Emily tidak enak pada Syarif, "Mas, aku tidak tahu caranya bersuci", lirih Emily kemudian, Syarif mendongakan kepala dia menatap Emily, dia lupa kalau belum mengajari Emily niat dan tata cara bersuci dari hadas besar, Syarif membimbing Emily untuk bersuci, "sebelum mandi kamu niat dulu, Nawaitul ghuslal Akbari Ilal haidhi fardhollillahi ta'ala", Emily pun mengikuti bait demi bait kata Syarif, lalu membasahi seluruh tubuhnya, dan membersikan semua badan dan tak lupa di lekitan juga Emily basuh, Syarif duduk di luar kamar mandi menungguh Emily yang sedang mandi, di rasa sudah bersih Emily mengambil wudlu, seusai berwudlu Emily memakai kimono keluar kamar mandi, terlihat Syarif yang masih menunggunya, "Mas Masi menungguh disini", Emily beranjak dari kamar mandi, Syarif bergegas masuk kamar mandi dan membersikan diri seusai membersikan diri Syarif mengambil wudlu, dan mengajak Emily untuk sholat jama'ah, "Usholli fardhod Dhuhri arba'a raka'atin mustak Bilal kiblati adaan ma'muman lillahi taala", Syarif mengajari Emily niat sholat, Emily pun sudah hafal Niat sholat, Syarif menjadi imam sekaligus membimbing Emily bacaan sholat dengan telaten, "assalamualaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah", Emily mencium tangan Syarif, Syarif melanjutkan dengan berdzikir dan doa.

__ADS_1


"ayo Arya kita makan siang bersama", ajak mama Arya sedang menata makanan di meja makan, Arya yang melihat mamanya dirumah merasa aneh, tidak biasanya mamanya di rumah apalagi Masi siang, "mama kok gak kerja?", Arya menggeser kursi dan dia duduk di atas kursi yang dia geser, mamanya menanggapi pertanyaan Arya dengan senyuman, "besok kita ke rumah bibi Aisyah ya", mama Arya mengalikan pertanyaan Arya, mama cuti 3 hari dia sadar waktu untuk berkumpul dengan keluarganya kurang, apalagi ayah Arya juga sibuk mereka jarang bertemu, "tumben mama ngajak ke bibi?", mama mengambilkan nasi untuk Arya, "Mama kangen sama Mbak Aisyah, bahkan pernikahan Syarif mama berada di luar kota", ungkap mama memberikan piring yang telah di isi nasi pada Arya, "Makasih ma", Arya mengambil piring dari tangan mama, "Arya, apa kamu sudah bilang pada Najwa tentang perjodohan kalian?", Arya menatap mama sendu dan menggeleng, "terus sampai kapan kamu akan memendam perasaan mu sayang?", Arya hanya mendengarkan mamanya tanpa menjawab pertanyaan dari mamanya, "mama takut kalau Najwa di lamar orang lain", lanjutnya, Arya Masi terdiam, benar perkataan mamanya akhir-akhir ini Najwa sering pulang terlambat, dan Arya teringat tadi malam ketika dia hendak main ke rumah Najwa, dia melihat Najwa dengan Davin dan Davin memberikan sesuatu untuk Najwa, Arya saat itu berada dalam mobil dia hendak memberi tahu ibu dan Najwa jika Syarif akan pulang dari Bali seketika pikiran Arya gusar hingga dia memilih kembali ke bengkelnya dan dia bermalam di bengkel mengikis rasa cemburu yang membara dan dia pulang saat subuh. "besok kita ke rumah bibi jam berapa?", mama Arya menghela nafas, Arya selalu mengalikan pembicaraan jika soal Najwa, "malam aja karna siang kamu Masi kerja", mama mencoba untuk tersenyum, Arya mengangguk membenarkan kata mama nya.

__ADS_1


Najwa yang bersiap untuk mengajar di pondok bergegas pergi dan tidak lupa pamit sama ibu dan mencium tangan ibu dengan takzim, "Hati-hati nduk", ibu mengantar Najwa sampai depan halaman rumah, Najwa sengaja pesan taksi online supaya cepat sampai di pondok, di dalam taksi Najwa teringat saat hendak memakai gamis yang sedang di pakainya sekarang, gamis ini sangat elegan, tidak seperti seragam mengajar yang lainnya, harga dan bahannya setandar untuk di pakai mengajar, tapi gamis yang di pakainya saat ini seperti akan menghadiri acara kondangan, 'ah, mungkin perasaanku aja kali', tepis Najwa, sopir taksi menepikan mobilnya Najwa turun dari mobil dan membayar pada sopir, Najwa hendak masuk ke pondok, tapi di cega ustadzah Aini, "Najwa", Najwa menghampiri ustadzah Aini dan menyalami ustadzah Aini yang terlihat memakai pakaian yang sangat elegan juga, "ayo kita berangkat", ustadzah Aini menggandeng Najwa ke taman di depan dhalem, najwa sempat bingung, dan ustadzah Aini memberi tahu jika dia di undang oleh Bu Erina yang mengadakan pengajian di rumahnya, ustadzah Aini mengajak Najwa untuk menemani beliau ke acara tersebut, ustadzah Aini mengajak Najwa untuk masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke kediaman Bu Erina, "Najwa, apa nanti kamu sibuk?", Najwa Yang sedari tadi Masi tidak menyangka dia di ajak ke acara pengajian di rumah Devan oleh ustadzah Aini Masi diam, "Najwa", panggil ustadzah Aini lagi, "Eh, ya ustadzah, maaf tadi Najwa kurang fokus", lirih Najwa, "Nanti kamu sibuk gak?", ustadzah Aini mengulangi pertanyaan lagi, "Nanti sore Najwa mengajar anak-anak jalanan ustadzah", ustadzah Aini mengambil ponsel dan mengetik sesuatu lalu mengirim pesan tersebut terdengar bunyi notifikasi dari ponsel ustadzah Aini, "Najwa aku sudah bilang pada Bu Erina jika kita tidak bisa lama-lama disana karna kamu akan mengajar", ternyata ustadzah Aini tadi mengirim pesan pada Bu Erina, "terimah kasih ustadzah", sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang kebetulan jalanan tidak terlalu padat kendaraan tidak butuh lama sampai di rumah Bu Erina. Ustadzah Aini dan Najwa di sambut oleh Bu Erina, mereka masuk bersama, Bu Erina mengedarkan pandangannya pada Najwa, Najwa yang begitu anggun memakai gamis elegan yang di berikan oleh Bu Erina untuk Najwa dan kebetulan sesuai dan pas di badan Najwa, di dalam Devan dan papanya menghampiri ustadzah Aini dan Najwa, acara pengajian pun segera di mulai karna sudah siang, ustadzah Aini yang memimpin acara tersebut.

__ADS_1


Joy segera menghubungi Najwa tapi tidak di angkat di chat juga tidak di baca, Joy segera menghubungi ibu, "Halo Bu, Najwa nya ada?", "Najwa mengajar di pondok tadi nak, dan katanya pulang agak telat karna akan mengajar anak-anak membaca di markas", Joy menghela nafas panjang, "oh, kalau gitu terimah kasih Bu, maaf ganggu ibu", Joy mematikan ponselnya dan beranjak menuju pondok.

__ADS_1


Najwa gusar dia melirik jam di pergelangan tangannya, dia dan ustadzah Aini menungguh sopir menjemput, tapi belum juga sampai, Najwa lupa memberi tahu Joy atau Andre jika dia datang telat ustadzah Aini menghubungi sopirnya dan sopir bilang ban nya kempes dia baru akan mengganti dengan ban serep, "Najwa, apa kita pulang naik taksi aja, karna ban mobilnya kempes, pak Ujang lagi mengganti dengan ban serep", Najwa di buat pusing dia hendak menghubungi Joy tapi di lihat ponselnya mati, "Astagfirullah hal adzim", lirih Najwa, Devan yang melihat Najwa gusar dia meminta Bu Erina mendekati Najwa dan istadzah Aini. "Ustadzah Masi disini?saya kira sudah pulang", Bu Erina menghampiri Najwa dan ustadzah Aini, "lagi nunggu pak Ujang Bu karna mobilnya bannya kempes", "kalau gitu kita tungguh di dalam saja ustadzah", ajak Bu Erina, "Najwa harus mengajar Bu, jadi kita akan pesan taksi online aja", tolak ustadzah Aini, "oh, kalau begitu biar di antar sama Devan aja ustadzah gimana?", ustadzah Aini melirik Najwa, "terimah kasih Bu, apa Devan gak sibuk?", Bu Erina menggeleng, dan menyuruh Devan mengantar ustadzah Aini dan Najwa pulang.

__ADS_1


__ADS_2