
"bismillahirrahmaanir rahim, Li iilaa fikurais, iilaa fihim rihlatasyitaai was shoif, fal ya'buduu rabbahaadzal baits, alladzii ath a mahum min juuiw wa 'amanahum fil khauuf, shadaqallahul adhim". Emily membimbing anak- anak menghafal surat pendek. Emily menggantikan Najwa mengajar di pondok, kebetulan hari ini Najwa izin karna dia mau periksa ke rumah sakit.
"Anak-anak, besok belajar lagi ya, karna banyak yang belum hafal, jadi kita ulang lagi besok, sekarang sudah siang, waktunya kita istirahat dan jangan lupa sholat jama'ah ya!". seru Emily pada anak-anak, semua anak-anak menjawab dengan serentak.
"BAIK Kak!". Emily tersenyum melihat anak-anak yang bersemangat untuk mengulang kembali hafalannya. Emily mengajak anak-anak untuk membaca doa selesai membaca Al Qur'an. "Allahummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin". selesai berdoa Emily pamit pada anak-anak.
"Amel..". panggil ustadzah Aini ketika Emily beranjak dari musholah.
"Ustadzah.. ada apa?". Emily menyalami ustadzah Aini.
"Besok kamu sibuk gak?". Emily menimang.
"Insya Allah gak ustadzah". jawab Emily.
"Besok kan waktunya pengajian bulanan, kebetulan besok umi Mariya yang memberi materi untuk anak-anak. besok kamu datang ya!". pinta ustadzah Aini.
__ADS_1
"Insya Allah ustadzah, aku akan minta izin dulu sama mas Syarif". ustadzah Aini mengangguk, "jika Syarif tidak repot, ajak sekalian ke sini!". lanjut ustadzah Aini. Emily mengangguk.
"Ustadzah Amel pamit dulu ya, soalnya mau mampir ke rumah ibu". pamit Emily. ustadzah Aini mengangguk.
"assalamualaikum". salam Emily.
"waalaikum salam". Emily beranjak pergi dari pondok, tadi pagi dia sudah bilang pada Syarif jika sepulang mengajar dia akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Syarif tidak bisa ikut karna dia ada meeting penting. Emily memilih untuk membawa mobil sendiri. Emily melajukan mobilnya dia mampir dulu di tokoh kue. untuk membelikan ibunya brownies kesukaan ibunya. Sesampai toko kue Emily memarkirkan mobilnya kemudian masuk ke dalam toko untuk membeli brownies.
"EHEM". Dehem seseorang yang ada di sebelah Emily. sontak Emily melihat ke samping. "Hai mbak". Sapa wanita seumuran dengannya. Emily nampak familiar tapi dia lupa ketemu dimana sama wanita yang lagi menyapanya. "Kamu lupa ya sama aku?". tanya wanita itu. Emily pun tersenyum kikuk. wanita itu mengulurkan tangannya. "Aku jen, yang waktu minta tolong kamu pilihin baju saat di toko baju milik_". Emily baru mengingat.
"Kamu beli kue juga?". tanya Emily menyadarkan jenny.
"I_ya, kamu kesini sama siapa?". tanya jenny karna tidak melihat keberadaan Syarif. Emily tersenyum dan mengambil 1 kotak coklat.
"Aku sendirian". jenny mengerti, pantas tidak melihat adanya Syarif disini. Emily melihat di sebrang jalan ada anak kecil yang lagi ngamen, kebetulan anak itu sedang istirahat di halte bus. Emily bergegas ke kasir. "aku duluan ya mbak". pamit Emily pada jenny, jenny mengangguk, dan memperhatikan Emily yang meminta untuk membungkus kan Burger dan brownis, juga barang yang dipilihnya tadi pada kasir. selesai membayar Emily cepat-cepat bergegas keluar dari toko roti tersebut dan memilih berjalan menyabrang jalan ke halte bus. jenny mengira Emily akan naik bus, tapi pikiran jenny salah, Emily ternyata memberikan 1 bungkus burger pengamen, Emily duduk dengan anak itu, dia bercengkrama, awalnya anak itu takut, tapi lama-lama sepertinya anak itu akrab pada Emily. Emily memberikan anak itu coklat yang dia beli di toko kue, dia juga memberi anak itu uang. setelah itu dia pergi dan kembali menyebrang jalan lagi, menuju parkiran di depan toko kue. Emily masuk ke dalam mobilnya, kemudian melajukan mobilnya. Jenny memperhatikan Emily di dalam toko, jenny menuju kasir untuk membayar, setelah membayar. jenny beranjak menemui pengamen tadi.
__ADS_1
"Hai, kau kenal sama wanita tadi?". tanya jenny. pengamen itu melirik jenny.
"Oh, kakak yang memberiku makan tadi?". jenny mengangguk.
"Gak. tapi dia baik, memberiku makanan dan lihat ini semua ini dia berikan untuk anak-anak jalanan seperti kita". ungkap pengamen itu.
"Kamu tahu namanya?". anak itu menggeleng. "tapi, kakak itu bilang kalau dia tidak sibuk, akan datang kesini lagi". lanjut pengamen itu. jenny mengambil uang dan dia berikan untuk anak tadi, anak itu menolak. "kenapa kamu tolak?". geram jenny. "kata kakak tadi aku gak boleh mengemis, tapi aku boleh mengamen". ucap pengamen itu.
"Hala.. sama saja, ujung-ujungnya kan juga minta duit sama orang". ketus jenny.
"Berbeda, kalau pengemis, dia kan hanya meminta tanpa berusaha, sedangkan pengamen seperti kita ini, kita sudah berusaha menghibur seseorang, jika orang itu mau memberi kita uang itu Rizki kita, dan asal kakak tahu aku belum menyumbangkan lagu untuk kakak jadi aku gak mau menerima uangmu. permisi". kesal anak itu meninggalkan jenny. jenny bergeming. "dasar anak anak gak tahu diri". diapun kembali ke dalam mobilnya.
Selesai meeting Joy dan Syarif kembali ke kantor mereka. di sela-sela perjalanan dia menghubungi Emily.
"Assalamualaikum sayang". salam Syarif pada Emily. 'Waalaikum salam mas?'. jawab Emily. "Kamu sudah sampai di rumah ayah?". 'iya mas, kata ayah dan ibu mereka kangen sama mas'. Syarif nampak tersenyum. "iya salam juga buat ibu dan ayah, maaf ya mas gak bisa ikut kesana". lanjut Syarif. Joy hanya melirik temannya yang lagi kasmaran. 'Mas,,'lirih Emily . "ada apa sayang, kangen ya?". tanya Syarif tertawa riah. Joy hanya geleng-geleng kepala. "bucin amat". guman Joy terdengar Syarif. Syarif melotot pada Joy. Joy terkekeh. 'apaan sih mas,,'. sela Emily. "terus kenapa?". tanya Syarif lembut. 'Emm,, mas kok nelfon sudah selesai meetingnya?'. "kalau belum mas gak berani hubungi kamu" . jawab Syarif menyandarkan kepalanya ke jok mobil. 'iya juga sih, Emm.. mas, mas ingat kan dulu aku ingin mendirikan sangar seni?'. tanya Emily. Syarif mengangguk. "HHMM, lalu?". tanya Syarif. 'aku sudah bilang sama ayah dan ayah setuju mas'. kata Emily dengan ceria. "Wah,, bagus dong". kata Syarif memerhatikan jalanan. 'Rencananya aku mau hubungi Abang Ale dulu, jika Abang setuju, maka aku akan merenovasi gudang milik ayah dan menjadikannya sanggar'. Syarif mengangguk. "okey, itu ide bagus, kamu jangan capek-capek, biar mas yang urus semua". titah Syarif. Emily mengangguk. "sayang, kamu nanti pulang jangan malam-malam!". pinta Syarif, 'iya mas, mas juga hati-hati di jalan'. Syarif mengangguk. Syarif masih memerhatikan jalan. "Assalamualaikum Miss u, eeemmuuacch". mata Syarif menatap Joy yang kesal. 'waalaikum salam mas'. Syarif menutup ponselnya.
__ADS_1