
5 Bulan kemudian
Hari berganti hari bulan berganti bulan hari-hari yang di lalui Syarif begitu sangatlah rumit, rumit dengan pekerjaan sekaligus misinya untuk membebaskan Jacob. 3 bulan lalu Daddy Joy berhasil menyuruh seseorang untuk jadi mata-mata di mension Mark. Daddy Joy meminta bantuan Santi seorang pengacara dia menyamar sebagai ART kebetulan di mension Mark membutuhkan ART. Santi di terima kerja di mension mark dan dia di tugaskan untuk menjadi ART sanum, sanum tidak tinggal di mension Mark tapi dia tinggal di rumah tepatnya di belakang mension Mark rumahnya tidak semewah milik Mark tapi rumah yang tergolong cukup bagus bagi sanum. Mark dan ragiel menyuruh sanum menempati rumah itu. perlahan Santi mendekati sanum, ya sanum sangat tertutup hingga Santi harus dengan sabar mendekati sanum. sanum tinggal dengan anaknya yang usianya sekitar 5 tahun. satu bulan Santi sudah bisa mengambil hati sanum dengan Aslan anaknya. Santi dan sanum pun terlihat lebih akrab, saat Santi menanyakan nama Aslan kenapa tidak ada marga Mark di nama Aslan Santi penasaran karena semua anak Mark dan ragiel ada nama belakang Mark apakah karna sanum hanya istri kedua hingga tidak ada marga Mark di belakangnya.
"maaf nyonya, kenapa nama Aslan tidak ada marga tuan?" tanya Santi penasaran. sanum terdiam "maafkan saya nyonya saya lancang!!" lanjut Santi. sanum menggeleng, "Aslan bukan anak tuan Mark". jawab sanum. Santi tertegun dengan jawaban sanum. "maafkan saya nyonya". kata Santi memohon. "tidak apa, hidup ku dulu sebatang kara, ayahku di bunuh oleh seorang mafia kejam Karena ayahku tidak sengaja mengetahui mereka sedang membunuh musuh mereka di jalanan yang agak sepi di kampungku, mereka membunuh ayah di depan mataku, dan aku di serahkan kepada mucikari, aku di jual pada seorang lelaki aku tak ingat dengan wajah orang itu karena aku di beri obat kepalaku sakit, dan aku tidak ingat apapun. aku tersadar waktu subuh, dan di sebelahku ada seorang yang tidur, badanku terasa sakit semua, aku takut. tapi aku harus melarikan diri dari orang itu, akhirnya aku mengendap lari dari hotel badanku terasa remuk kepalaku sakit dan di jalan aku pingsan beruntung ada seorang yang menolongku. aku di bawah ke rumahnya dia merawatku dengan baik.aku kala itu trauma aku takut dan selalu histeris, dia mencarikan ku dokter psikiater yang baik dan sangat rama, sepertimu, dokter itu disuru menjagaku dan tinggal bersamaku di rumah orang itu." ungkap sanum tanpa terasa air matanya jatuh. "nyonya jika anda merasa nyaman denganku anda jangan segan ceritakan saja apa yang selama ini nyonya pendam sendiri, aku akan jadi tumpuan nyonya". ungkap Santi dengan hati-hati. sanum mengangguk dan melanjutkan ceritanya. "dia sangat menghormatiku, dia rela tidur di bengkelnya dia bahkan menyiapkan segala sesuatu yang ku butuhkan, sebulan kemudian aku sakit, dan mual-mual aku gak mau makan, hingga aku harus di infus, saat aku mau dibawah ke rumah sakit aku histeris takut dia memanggil dokter dan dokter itu bilang aku hamil dan butuh nutrisi hingga aku harus di infus di rumah, aku makin depresi mendengar aku hamil, tapi umi dokter psikiaterku sangat telaten mengurusku, dia selalu menanyakan tentangku setiap saat pada umi, jika aku ngidam pengen apa-apa selalu di penuhi". Jeda sanum. "apakah orang itu Tuan Mark nyonya?" tanya Santi. sanum menggeleng. "bukan". "tapi kelihatannya tuan Mark sangat menyayangi anda nyonya?" selidik Santi. sanum tersenyum parau, "pernikahan kami hanya kontrak". lagi-lagi Santi tertegun. "nyonya ragiel yang menginginkan pernikahan palsu antara aku dengan tuan Mark" ungkapan sanum lagi-lagi mengagetkan Santi. "apa untuk pengaruh bisnis". tanya Santi. "begitulah". lirih sanum. "aku disini layaknya tawanan, kasian Aslan". lanjut sanum. "apa nyonya tidak bahagia?". tanya Santi terus mengorek. "kebahagiaanku sudah hancur". lirih sanum. "Nyonya jangan bilang begitu, nyonya pasti bisa menemukan kebahagiaan nyonya dan Aslan. Aslan namanya bagus lho nyonya, Aslan Al Baihaki". ungkap Santi, sanum tersenyum, "ya, aku ingin anakku tidak lema sepertiku dan kuat layaknya singa yang tidak takut pada siapapun". Santi tersenyum lirih, "Baihaki adalah nama ayahku". lanjut sanum menelaa. "nyonya anak ke 4 kah? karna nama nyonya four sanum Baihaki". Sari terus bertanya untuk menguak semua. sanum menggeleng. "itu bukan nama asliku, namaku hanya Sanum Baihaki. four itu akal-akalan tuan Mark yaitu orang ke 4 yang berarti baginya, itulah yang di katakan pada wartawan". jelas sanum. ya memang Mark memberi nama four pada sanum karna baginya sanum berarti, yang pertama ragiel, ke 2 anaknya laki-lakinya Leon, ketiga Trheesa, dan ke 4 sanum.
Santi terus mendekati sanum dengan hati-hati hingga sanum percaya padanya, sanum bercerita dia ingin bertemu Jacob dan umi yang merawatnya Santi berjanji mempertemukan sanum dengan Jacob tapi Santi Masi mencari keberadaan umi dokter yang merawatnya. Santi akan membantu sanum bertemu Jacob dengan cara menyamar sanum setiap hari memakai cadar, dia tidak perna membuka cadarnya pada siapapun bahkan Mark dan ragiel saja tidak pernah melihat wajah sanum, karna sanum enggan membukanya dan di kontrak pernikahan itu sanum meminta perjanjian tidak akan membuka cadarnya di depan siapapun. ragiel setuju karna sanum terlihat Masi mudah darinya ragiel takut jika Mark akan jatuh cinta pada sanum jika melihat wajah sanum. Santi mengatur strategi bersama sanum.
__ADS_1
Hari ini Syarif menunggu Santi membawa keluar sanum guna untuk menjenguk Jacob di penjara, sanum menyamar dengan menggunakan pakaian ART Santi. Santi juga berhijab oleh sebab itulah sanum percaya pada Santi. sedangkan Santi menyamar sebagai sanum yang memakai pakaian syar'i dan berniqob. Santi sudah bilang pada ketua pelayan dia mau izin pulang. Sanum yang sudah siap dengan pakaian milik Santi dia keluar mension Mark dengan memakai masker. para ART tidak curiga karna perawakan sanum dan Santi sama dan umur mereka juga sama 30 tahun.
Sanum mendekati mobil Syarif. Syarif yang melihat sanum memberi sanum isyarat menyuruh sanum masuk ke dalam, sanum agak takut tapi dia harus tetap masuk untuk bertemu dengan Jacob. di dalam mobil Syarif hanya terdiam begitu juga dengan sanum. hingga sampai di depan kantor polisi Syarif baru bilang kalau sanum akan di antar seseorang untuk menemui Jacob. Syarif hanya menungguh di mobil. Sanum pergi di antar oleh Daddy Joy untuk menjenguk Jacob.
***
Di ruang makan sudah berkumpul ke dua keluarga Emily dan keluarga Tante Zian. mereka makan siang dengan tenang. Gerry yang sedari tadi menatap kagum pada Emily. Emily sangat elegan dan cantik, Gerry terpesona pada Emily. Emily sadar akan tatapan Gerry padanya dia merasa risi dengan tatapan tersebut, Emily memilih untuk ke balkon dulu. di balkon Emily duduk di bangku dia di merenung, andai yang melamarnya adalah Syarif, dia pasti dengan senang hati menerimanya. tapi itu semua hanyala hayalan yang enta akan terjadi atau tidak.
__ADS_1
"EHEEMM.." Dehem Gerry menyadarkan Emily dari renungan ya. "Sorry, boleh Duduk disini". tanya Gerry. Emily mengangguk dan menggeser dirinya ke tepi bangku. Gerry pun duduk di samping Emily. "apakah besok kamu sibuk?". tanya Gerry mencairkan suasana. Emily hanya menggeleng. "kalau begitu besok kita jalan yuk!!". ajak Gerry Emily menatap Gerry dengan bimbang. "jalan kemana?". tanya Emily. "temani aku makan siang". jawab Gerry berharap Emily mau jalan berdua. Emily menghembuskan nafas kasar. "baiklah..". Gerry begitu senang dengan jawaban Emily. Daddy Gerry bersama mommy nya berpamitan pada keluarga Emily. mereka tidak jadi membahas lamaran hari ini, biar Gerry dan Emily saling mengenal dan dekat dulu baru di adakan lamaran. Daddy dan mommy Gerry menghampiri Emily dan Gerry seraya mengajak Gerry untuk undur diri dulu, mairah yang melihat Emily sedari tadi tau adik iparnya pasti tidak suka dengan perjodohan ini, mairah memberitahu Ale kayaknya Emily tidak suka dengan perjodohan ini.
"aak ngerasa aneh gak?" tanya mairah pada Ale. Ale bingung dengan pertanyaan mairah. "apanya yang aneh?". tanya balik Ale, "aak ini kakaknya Emil tapi kok gak peka banget si sama adeknya". kesel mairah. "emangnya Emil kenapa si sayang?" tanya Ale yang masi bingung dengan istrinya. "kayaknya Emily gak suka sama Gerry". ungkap mairah ketika berada di kamar. Ale merenungkan perkataan mairah, "mungkin Emil suka sama seseorang ak?". kata mairah menduga. "kalau begitu besok kita tanya Emily aja, udah malam kita tidur dulu, aak capek sayang". kata Ale mengajak istrinya istirahat, mairah pun mengangguk dan tidur disebelah Ale.
***
Setelah mengantar sanum ke kantor polisi Syarif bergegas ke mension Daddy Joy. beberapa hari Syarif tidak pulang ke rumahnya karna waktu untuk membebaskan Jacob tinggal 1 Minggu. Joy dan Daddy nya terus menyusun strategi untuk menangkap Mark, dan Syarif sudah mengerti kenapa Jacob mau dan terima di penjara karna mark mengancam Jacob menggunakan sanum, karna Mark tau kelemahan Jacob adalah sanum.
__ADS_1
"jadi uncle mau di penjara karna Mark mengancam akan mencelakai sanum dan anaknya". ungkap Joy. Syarif dan Daddy nya mengangguk. "kata sanum, besok ragiel dan anaknya liburan ke Italia". kata Daddy Joy. "kalau begitu Daddy hubungi tim Daddy untuk mempersiapkan penggerebekan markas Mark". kata Joy. "kita akan menggerebek lusa, karna anak buahnya cuma sedikit yang jaga di markas. sebagian ada yang ikut dengan ragiel liburan dan sebagian ada yang mengirim barang narkotika ke Amerika. "kita harus bergerak cepat". kata Syarif. "Besok kita mulai aksi kita". kata Daddy Joy.