
Jenny terbangun dari tidurnya, dilihatnya ruangan ini seperti kamar milik Gerry. ya, mereka menghabiskan malam di apartemen Gerry. kepala jenny terasa begitu berat, hingga dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi tadi malam, jenny melihat disebelahnya Gerry masi terlelap. jenny hendak turun dari tempat tidur, tapi dia mendapati bahwa Gerry tidur tanpa busana, biasanya Gerry tidak pernah tidur tanpa busana meski jenny sering telanjang tapi Gerry tidak perna tertarik padanya. jenny mendapati dirinya juga tanpa sehelai kain pun menutupi di balik selimut. dia mencoba mengingat kejadian tadi malam tapi kepalanya masi terasa sakit akibat dia terlalu banyak minum. "CK!!si*l. kenapa aku tak mengingat apapun yang terjadi". kesal jenny. "mungkinkah aku dan Gerry melakukan hal itu, tapi tidak mungkin Gerry kan tidak tertarik padaku". guman jenny. dia mencoba berdiri, "AWW..". pekik jenny. Gerry yang mendengar pekikan jenny dia terbangun. "jenny, kau mau kemana?". Gerry mencoba mengumpulkan tenaganya. "aku mau ke toilet, tapi saat aku bergerak kenapa milikku terasa sakit". keluh jenny, Gerry terkesiap dia menelisik tubuhnya ternyata dia tidak memakai sehelai pakaian pun. 'Si*l, jadi semalam itu beneran bukan cuma mimpi". Gerry mengingat kejadian semalam, dia memapah jenny ke apartemennya, jenny membual karna terlalu mabuk berat, 'mama, ternyata kau bersenang-senang dengan brondongmu awas saja, aku akan_haaahaahaaa, huwek". jenny munta dan membasahi baju Gerry, "Gerry ma_af". tangan jenny mengibas-ibas baju Gerry yang terkena muntahannya. Gerry hanya menggeleng karna ula jenny. "sudah Jen, ayo kita masuk, kamu terlalu banyak minum". cedak Gerry. "mama aku benci mama. hahaha..". jenny terus meracau, sampai di apartemen Gerry membaringkan jenny di tempat tidur, sementara dia ingin mandi dan mengganti baju, jenny terus meracau, Gerry hanya melihat wanita itu yang melucuti pakaiannya. Gerry memilih pergi ke kamar mandi, jujur saja dia pria normal setiap kali jenny membuka semua pakaiannya hasrat kelelakiannya juga memuncak, biasanya dia melakukan pelepasannya di kamar mandi, tapi dia sangat lapar dia memesan makanan dulu, selesai memesan makanan dia ke kamar mandi, hasratnya belum dituntaskan karna takut kurir pengantar makanan akan segera datang, jadi dia buru-buru saat mandi.
Ceklek..
Gerry membuka pintu kamar mandi dia hanya memakai handuk, dia beranjak ke kamar untuk mengambil baju. sesampai di kamar dia melihat jenny sedang tengkurap tanpa sehelai kain pun. "GLEK". Gerry menelan ludah, Karna gaira lelakinya memuncak, dia berperang dengan perasaannya. "lebih baik, aku segera memakai baju dan pergi dari kamar ini". Gerry mengambil kaos kasual dan celana pendek, lalu di pakainya.
Ting!.
__ADS_1
Bel berbunyi, Gerry segera membuka pintu, dan ternyata benar Abang kurir mengantarkan makanan. dia mengambil makanan itu dan membawanya masuk, 2 bungkus makanan, satu dia buka dan memakan makanan itu, niatnya yang satu dia kasihkan ke jenny, tapi perut Gerry sudah sangat lapar jadi dia memakan miliknya dulu, setelah habis, dia beranjak menuju kamar untuk memberikan 1 bungkus makanan tadi untuk jenny.
Ceklek..
Gerry membuka pintu kamar, dia tertegun melihat jenny semakin menggodanya, tiba-tiba kepalanya agak pusing, dan tubuhnya terasa sangat panas, apalagi gaira dalam jiwanya tambah memuncak, Gerry menaruh makanan yang dibawahnya ke meja, tubuhnya terasa makin panas, dia membuka baju, "Gerry sayang,, kenapa kamu sama sekali tidak pernah tergoda dengan tubuhku?". jenny Masi terus meracau, melihat jenny makin menggodanya Gerry tidak bisa lagi membendung hasrat dalam tubuhnya, apalagi tubuhnya makin tegang dan panas, dia membuka celana nya dan menghampiri jenny yang sedang tersenyum menggodanya, dia memulai mencium jenny, mereka terbakar gaira masing-masing tanpa sadar mereka telah melakukannya awalnya Gerry tertegun karna jenny meringis saat Gerry memasukkan miliknya, Gerry berhasil membobol keperawanan jenny, ternyata jenny Masi perawan. meski dia sering mabuk, tapi jenny belum perna berhubungan sek. "AW..." pekik jenny sejenak saat Gerry memasukkan miliknya sedikit. "kamu hebat Gerry". racau jenny, tersenyum, Gerry kembali memasukkan miliknya. ******* jenny membuat gaira Gerry memuncak, mereka terbakar hasrat,
"AW,, ". lirih jenny lagi, Gerry tersadar mendengar pekikan jenny yang ke dua kalinya. "biar aku gendong, kamu jangan bergerak dulu". Gerry langsung turun mengambil celana pendeknya lalu memakainya. jenny terdiam, dia masi mencoba mengingat kejadian tadi malam. Gerry menghampiri jenny, dia lalu mengangkat jenny ala bridal. jenny terperanjat, dia mengalungkan tangannya ke pundak Gerry. "sebenarnya apa yang terjadi? aku sama sekali tidak ingat". jenny bertanya pada Gerry, Gerry menghela nafas kasar, ketika jenny masuk ke kamar mandi. "Gimana aku menjelaskan pada jenny". gumannya kesal.
__ADS_1
***
Di rumah sakit, Emily membuka matanya, dia melihat Syarif tertidur di sebelahnya dengan duduk. selesai sholat subuh tadi Syarif bergantian menjaga Emily, sedangkan ibu pulang sebentar di antar oleh Joy, Emily mencoba menggerakkan tangannya, Syarif terbangun ketika merasa tangan Emily bergerak. "Sayang". lirih Syarif melihat Emily sudah sadar. "Mas,". guman Emily, "sayang, kamu sudah sadar, Alhamdulillah". ucap syukur Syarif. dia ingat pesan dokter Sofia jika Emily sadar dia harus memberi tahu pada dokter. "sebentar sayang, mas akan memberi tahu dokter dulu". Syarif menekan tombol di atas brangkar Emily. tidak butuh waktu lama dokter Sofia datang.
Ceklek...
"Permisi tuan, anda tungguh sebentar, saya akan mengecek kondisi istri anda". ucap dokter Sofia. perawat membantu dokter Sofia untuk mengecek kondisi Emily, dan memastikan organ vitalnya baik-baik saja. "Syarif memberikan tempat untuk dokter Sofia memeriksa Emily. dokter Sofia mulai memeriksa detak jantung Emily sudah normal. "apakah ada rasa mual/pusing?". tanya dokter Sofia pada Emily. Emily menggeleng, "apakah Masi terasa nyeri?". Emily mengangguk, "sedikit". lirih Emily. "itu hal yang wajar, anda Masi membutuhkan istirahat cukup, operasinya berjalan lancar, anda tidak perlu khawatir, anda harus memikirkan kesehatan anda nyonya, anda harus sehat demi suami anda, dia sangat sayang pada anda". ungkap dokter Sofia, melirik Syarif yang berdiri di luar ruangan. dia mengangguk. dokter Sofia tersenyum, "kalau gitu kita pamit dulu, saya akan panggilkan suami anda". Emily mengangguk, dokter Sofia beranjak, di ikuti dengan perawat dia keluar kamar. "dokter, gimana keadaan istri saya?". sambut Syarif pada dokter Sofia. "istri anda baik-baik saja, hanya butuh istirahat agar cepat pulih kembali". jawab dokter Sofia. "Alhamdulillah". ucap syukur Syarif. "anda boleh menemaninya kembali". ucap dokter Sofia tersenyum. "terimah kasih banyak dokter". dokter Sofia mengangguk, dia beranjak meninggalkan kamar Emily. Syarif menatap kepergian dokter Sofia, dia lalu kembali masuk menghampiri Emily.
__ADS_1