Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 13


__ADS_3

Cinta itu kadang membuat kita senang, membuat sedih, Cinta itu indah jika saling memiliki, saling menyayangi, berbagi kasih Sahdu di dalam hati, dan di satukan lewat ikrar suci di mata sang ilahi. Namun cinta itu juga kadang tak bisa saling memiliki, cukup di simpan di dalam hati sebagai kenangan yang mengiringi.


Layaknya Emily yang selalu menanti kisah cinta yang abadi, setiap saat dia selalu berharap Syarif akan mencintainya dan bisa bersanding bersama di pelaminan. Tapi mungkinkah itu bisa terjadi, Emily hanya bisa mengharap tuhan yang menentukan takdir setiap makhluknya. Hari ini Emily akan pergi bersama Gerry yang mengajak makan siang kebetulan hari ini Emily libur kerja. "Dek, kamu mau kemana? kok Uda rapi, katanya kerjanya libur," tanya mairah mendekati Emily duduk di teras. "Emil diajak makan bareng sama Gerry mbak". jawab Emily. "oh.. begitu ya". tanggap mairah. "bang Ale mana mbak? biasanya kalian kan selalu bersama". tanya Emily. "di dalam lagi meeting". celetuk mairah. Emily mengangguk. "walaupun kalian disini tapi Masi kerja terus". guman Emily. "ya begitulah dek, kita kan harus amanah dalam bekerja, kita izin kesini tapi kita tetap harus konsisten dalam bekerja. bentar lagi mbak juga mau mengajar anak-anak mengaji online". kata mairah. "mbak mengajar mengaji Al Qur'an juga". tanya Emily. mairah mengangguk. "Emil juga sering mengikuti anak-anak yang menghafal Al Qur'an mbak". ungkap Emily. mairah tertegun dengan perkataan Emily. "dimana?" tanya mairah. "di pondok anak-anak yatim". jawab Emily. lagi-lagi mairah tertegun dengan jawaban Emily mairah tidak menyangkah Emily telah mempelajari Al Qur'an. mairah berpikir pasti ada sebabnya Emily bisa melakukan hal tersebut, ataukah ini kuasa Tuhan yang maha membolak balikan hati.

__ADS_1


Dreet.. Dreet..


Bunyi ponsel Emily menyadarkan mairah. "Hallo.. ya aku di depan rumah". kata Emily. "Dek, apa kamu suka dengan Gerry?". tanya mairah. Emily hanya diam. "kamu bisa jujur dek, katakanlah". ungkap mairah. Emily Masi terdiam.."mbak ngerti kamu dek, jika kamu tidak suka kamu bisa menolaknya, cinta itu tak harus di paksakan". perkataan mairah ada benarnya. "entahlah mbak, Emil bingung". ungakap Emily. "bingung kenapa?" tanya mairah lembut pada Emily. Emily hendak menjawab tapi bertepatan mobil Gerry datang, "Gerry Uda datang kak". sela Emily. Gerry menghampiri Emily dan mairah di teras, " selamat siang ". sapa Gerry pada Emily dan mairah. "siang". jawab Emily dan mairah bersamaan. "mbak, pinjam Emily nya ya". ungkap Gerry tersenyum pada mairah. mairah mengangguk. " mari Emily, Uda jam makan siang". seru Gerry pada Emily. Emily mengangguk dan berpamitan pada mairah. "mbak Emil pergi dulu ya". pamit Emily. "hati-hati, mbak tunggu jawabanmu". bisik mairah pada Emily. "Gerry titip Emily ya". kata mairah pada Gerry. Gerry tersenyum seraya mengacungkan jempol pada mairah.

__ADS_1


***


BRUUK...

__ADS_1


Ponsel Syarif terjatuh, bersamaan tas Emily jatuh. "Maaf". kata mereka bersamaan, Emily dan Syarif saling menatap, mereka tersadar dan mengambil barangnya yang jatuh. "Emily, kamu fine". tanya Gerry. Emily bergegas berdiri "ya gak apa-apa". jawab Emily kaku. Syarif berdiri. "hai Emily." sapa Syarif. "hai, ".jawab Emily. "kalian saling kenal?". tanya Gerry. emliy mengangguk. "kenalkan Gerry, ini Syarif". kata Emily memperkenalkan Gerry pada Syarif. Gerry mengangguk dan mengulurkan tangan pada Syarif. "Gerry" kata Gerry memperkenalkan diri. Syarif menerima uluran tangan Gerry. "Syarif". balas Syarif. Syarif . "aku masuk dulu ya". pamit Syarif masuk dan memesan makanan untuk di bungkus. Emily menatap kepergian Syarif nanar. pikiran Syarif berkecamuk. melihat Emily duduk dengan Gerry. pesanan Syarif sudah selesai Syarif pergi dari restoran dengan hati dan pikiran yang galau. sampai di mobil Joy memberi tahu kalau Daddy nya menunggu mereka, dan disuru cepat-cepat menyusul. Syarif melajukan mobil dengan kencang, Joy merasa agak heran. Syarif menyalip mobil-mobil di depannya dan tidak butuh waktu lama mereka sampai di markas Mark. tim Daddy Joy sudah siap mereka akan menuju titik-titik tertentu yang di telah di atur oleh Joy. Syarif dan daddy Joy akan menyergap ke ruang bawah tanah tempatnya senjata-senjata ilegal disimpan di ruang tersebut. pasukan Daddy Joy berhasil melumpuhkan anak buah Mark, Joy berhasil mematikan CCTV yang ada di markas tersebut. Syarif mengendap menuju ruang bawah tanah, sialnya dia lupa membawa baju Anti peluruh, Daddy Joy menyerahkan baju Anti peluruh miliknya kepada Syarif, tapi Syarif tidak mau. penjagaan di bawah tanah sangat ketat, Syarif terus mengendap, Daddy Joy melumpuhkan penjaga disana satu persatu. pikiran Syarif Masi berkecamuk, dia tidak bisa fokus. sampai-sampai dia hampir tertembak beruntung Daddy Joy sergap dan melumpuhkan penjaga yang ingin menembak Syarif dari belakang tersebut. Syarif kaget dengan dentingan suara tembak di belakangnya. "Rif, kamu gak kanapa-napa?". tanya Daddy Joy. Syarif menggeleng. "terima kasih". kata Syarif. "kamu harus fokus nak, kita sedang berperang, jaga dirimu baik-baik, ingat kita harus berhasil, orang-orang yang menyayangi kita mengharap kita kembali dengan selamat". tutur Daddy Joy. seketika Syarif teringat perkataan Arya 'kamu harus menang dan perjuangkan cintamu agar aku dapat melamar Najwa dan jadilah wali untuk pernikahanku dengan adikmu'. "Arya benar, aku harus berjuang untuk menang. ibuk dan Najwa mereka membutuhkan ku" .lirih Syarif. Syarif dan Daddy Joy sudah sampai di ruang penyimpanan persenjataan ilegal milik Mark. mereka di buat kagum dengan berbagai model tembak mulai dari pistol dan sniper beragam. Syarif melihat ada 1 ruangan yang di gembok, Syarif menuju pintu ruangan tersebut, Syarif membuka gembok itu dengan menembak gembok itu, dan berhasil gembok ke buka. Syarif membuka pintu ruang tersebut.


DOORR... DOORR...

__ADS_1


__ADS_2