
DOORR... DOORR...
Syarif terpental karna peluruh menembus perutnya, dan beruntung tembakan ke dua Syarif bisa menghindar. Daddy Joy melihat Syarif yang terhuyung menembak balik l
orang yang menembak Syarif dengan sekali tembakan orang itu tidak sadarkan diri, karna peluruh yang di gunakan Daddy Joy mengandung bius sehingga orang yang tertembak seketika tidak sadarkan diri. Daddy Joy membopong Syarif dan menyuruh tim kepolisian ke markas dan meyergap markas Mark. Daddy Joy juga menyuruh Joy menghubungi tim medis agar cepat datang ke markas Mark. mobil polisi dan ambulance datang bersamaan polisi mengepung markas Mark dan menangkap anak buah Mark. sedangkan Syarif di bawah ke rumah sakit oleh Joy. tim medis membawa seorang wanita pingsan wanita itu juga tertembak oleh Syarif, Daddy Joy mengurusi semua dengan kepolisian. saat melihat wanita yang di bawah tim medis Daddy Joy merasa tidak asing dengan wanita itu, ingin dia mengikuti dan melihat wanita itu tapi langkahnya di hentikan oleh jaksa yang menangani kasus Jacob.
***
Ibu di rumah pikirannya tidak tenang, ibu beranjak ke dapur untuk mengambil minum. hendaketikak mengambil gelas untuk mengisi air gelas yang di bawah ibu mereset dan jatuh. PYAARR...
__ADS_1
Najwa yang mendengar suara pecahan gelas Najwa menuju dapur dan melihat ibu yang memunguti pecahan gelas di lantai. "ibuk, ibuk kenapa?".tanya Najwa panik. "ibuk gak kenapa-napa kok nduk, gelasnya mereset jadi jatuh". jawab ibu. "kenapa sampai jatuh buk, ibuk sakit?". tanya Najwa kawatir. "ibuk ora opo-opo nduk". ungkap ibu meski pikirannya tidak tenang. "ibuk kakinya tidak terkena pecahannya kan?" tanya Najwa menelisik. "ora nduk, kamu kok belum tidur ini sudah malam ". tanya ibu. "Najwa tadi ngerjain tugas terus mendengar suara pecahan gelas, najwa terus kesini buk". terang Najwa. "Lha ibuk juga tumben belum tidur buk?". tanya najwa. "lha ini tadi mau tidur tapi ibuk haus jadi ibu mau ambil minum, eh, Mala gelasnya merosot nduk". jelas ibu. "Yo weslah ayo istirahat wes bengi". ajak ibu.
***
Malam ini Emily begitu resah, dia mengingat tadi siang pikirannya begitu kalut karna Syarif yang melihatnya bersama Gerry, apalagi tadi siang Gerry melamarnya, tapi Emily masih belum bisa memberi jawaban, Gerry memberi waktu Emily 1 Minggu untuk menjawab karena Gerry mau ke Hongkong dia akan mengurus perusahaannya yang berada di Hongkong, jika Emily menerima lamarannya dia akan menikahi Emily 1 bulan lagi dan tinggal di Hongkong. 1 Minggu bagi Emily sangat lah sedikit, karna dia harus tau apakah Syarif mencintainya atau hanya Emily saja yang menyukai Syarif, Emily menunggu sampai 1 tahun tapi Syarif tidak perna mengungkapkan perasaannya pada Emily. "Aku harus tau apakah Syarif mencintaiku atau tidak" lirih Emily menghela nafas kasar. " apakah aku harus mengungkapkan perasaanku padanya". lanjut Emily bertanya pada dirinya, "tuhan sesulit inikah jatuh cinta". Emily beranjak dia menuju kamar Ale untuk menemui mairah.
Mairah membuka pintu, dan melihat Emily di depannya. "mbak, apa mbak gak sibuk?" tanya Emily pada mairah. " gak kok, ada apa dek?". kata mairah, Ale yang yang mendengar suara Emily menghampiri ke pintu seraya bertanya "ada apa mil?". Emily menjawab, "bang, pinjam mbak mairah dulu ya". pinta Emily. Ale menelisik mereka berdua, dan mengangguk. Emily pun menggandeng mairah ke taman di belakang rumah, "ada apa dek?" tanya mairah. "Gerry tadi melamarku mbak". lirih Emily. mairah menatap Emily. "terus, kamu mau?". tanya mairah. "aku belum memberikan jawaban mbak". jawab Emily. "apa kamu mencintai Gerry?" tanya mairah. Emily menghela nafas dalam, "Tidak mbak, Emily mencintai seseorang". ungkap Emily. mairah terdiam. "apa dia juga mencintaimu?" tanya mairah, Emily menggeleng " Emily tidak tau dia suka Emily atau tidak mbak". mairah berpikir sejenak. "dek jika kamu tidak menyukai Gerry katakan sejujurnya, jangan bohongi perasaanmu". nasehat mairah. "tapi ibu dan ayah pasti sedih mbak". ungkap Emily sedih, "mbak yakin ibu dan ayah akan mengerti". kata mairah, " kamu juga tau kan mbak dan abangmu dulu juga melalui jalan yang sulit, butuh keyakinan dan keteguhan kita agar bersama". lirih mairah. "jujur, dulu saat mbak di lamar oleh ustadz yang sangat di idam-idamkan semua temen mbak, saat mbak mau menerimanya mbak bertemu dengan abangmu. mbak bimbang antara ustadz itu atau abangmu, kalau orang Islam jika bimbang kita akan melakukan sholat istikharah dan yang muncul dalam mimpi mbak adalah abangmu". Emily menatap mairah. "mbak orang yang Emily suka juga seorang muslim". ungkap Emily. mairah menatap emily tersenyum. "dek, mbak senang mendengarnya, tapi apa karna dia kamu ingin menjadi mualaf?". tanya mairah lembut. Emily menggeleng. "aku tertarik dengan Islam karna keinginanku sendiri mbak". tegas Emily. "alhamdulillah, mbak senang, kamu persis abangmu". kata mairah tersenyum memeluk Emily. tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka, orang itu adalah ibu Emily. ibu Emily mengusap tetesan air matanya yang jatuh.
***
__ADS_1
Di lorong rumah sakit terdengar bunyi hentakan kaki yang berjalan menuju bangsal seseorang.
Ceklek...
...Daddy Joy membuka pintu bangsal dan mendekat pada wanita yang terpujur lemah, dia memastikan wanita itu apa benar dugaannya tanpa di sadari Daddy Joy menangis. "Mariya.." lirih Daddy Joy. wanita itu tersadar ketika ada suara yang memanggilnya. "Mas..". lirih wanita itu. Daddy Joy terduduk lemas. "Kamu kemana saja Mariya??". Lirih Daddy Joy. "Mas maafkan aku". lirih Mariya meminta maaf. Mariya adalah ibu dari Joy, Mariya pamit pada Daddy Joy untuk belajar di Kairo, Mariya dan Daddy Joy adalah non muslim, Mariya ingin menjadi seorang mualaf, tapi orang tua angkatnya menentang Mariya, dia di keluarkan dari keluarga orang tua angkatnya jika masuk Islam. Mariya hanya seorang yatim piyatu dia tinggal di panti asuhan hingga dia di adopsi oleh keluarga kolongmerat. Mariya mengenyang pendidikan dokter dan melanjutkan lagi sepesialis psikiater. hingga dia di jodohkan dengan Alfredo, Alfredo adalah Daddy Joy. keinginan Mariya untuk masuk islam sangat kuat, dia ingin belajar di Mesir, Alfredo menginjinkan ketika Joy berumur 10 tahun. Awalnya Mariya ingin mengajak Joy tinggal di Mesir, tapi dilarang oleh Alfredo. 5 tahun Mariya di Mesir dan memeluk Islam,dia pulang ke rumah Alfredo tapi rumahnya kosong, Mariya bingung tidak tahu mau kemana hingga dia menjadi seorang relawan saat terjadi musibah. 10 tahun sudah Mariya Masi menjadi seorang relawan dia mengajar anak-anak jalanan dan mencari keberadaan Alfredo dan anaknya, saat dia sedang mengajar di kolong jembatan dia bertemu dengan Jacob, Jacob adalah adik Alfredo, Mariya bersyukur karena Jacob selalu memberi tau keadaan Joy dan ayahnya....
"gimana keadaan Joy?". lirih Mariya menanyakan anaknya. "dia baik-baik saja, dia di kamar sebelah menjaga temannya". jawab Daddy Joy. "apakah orang yang ku tembak tadi?" tanya Mariya lagi. Daddy Joy mengangguk. "Syarif begitu berarti bagi Joy. saat dia terpuruk sendiri Syarif selalu menemani Joy, kala sedih, Syarif bisa menjadi teman juga kakak bagi Joy". ungkap Daddy Joy. "gimana keadaannya?". tanya Mariya. "kritis". kata dadd Joy menahan sedih. Mariya menghela nafas, "Maafkan aku". kata Mariya sedih.
Arya berlari menuju ruangan Syarif, dia melihat Joy duduk di kursi sebelah Syarif. Arya mendekat, tidak menyangka Syarif yang selalu pantang dengan apapun selalu riang sekarang terkujur lemas tanpa daya dan selang berada dalam tubuhnya. Joy yang melihat Arya mendekat dia pun beranjak dari duduknya dan melenggang keluar kamar. Arya duduk lemas. "Kamu janji padaku. apa kau ingin menjadi pengecut yang tidak menepati janji". ungkap Arya mengusap sudut matanya. Arya beranjak keluar ruangan dia menemui Joy. "apakah kamu sudah menghubungi keluarganya?" tanya Arya pada Joy. Joy menggeleng. Arya mengbil ponsel dan mengnghubungi Najwa dan memberi tahu jika Syarif krirtis di rumah sakit.
__ADS_1