
Najwa di antar Joy pulang, tadi umi Mariya berpesan pada Najwa jika besok umi Mariya mengundang makan malam Najwa dan ibu di rumah. di jalan antara Joy dan Najwa Masi terdiam, Joy yang tidak enak pada Najwa atas kejadian tadi, begitupun dengan Najwa, tanpa terasa sudah sampai di rumah Najwa,Joy turun membukakan pintu untuk Najwa, Najwa pun turun, "terimakasih mas", Najwa mengangguk dan berjalan masuk, Joy mengikuti Najwa dari belakang, Najwa yang merasa di ikuti Joy dia berbalik dan bertanya pada Joy, "mas kok gak pulang?", Joy terus berjalan dan melewati Najwa, Najwa pun hanya melihat Joy melewatinya dan mengetuk pintu.
Tok...Tok...Tok...
Pintu terbuka dan nampak Arya yang membukakan pintu, Joy kaget karna bukan ibu yang membuka pintu tapi Arya, "baru pulang?", ketus Arya, Najwa yang melihat Arya yang membukakan pintu segera menghampirinya, "kak Arya, jadi kesini, ibuk mana?", tanya Najwa. ibu yang mendengar ketukan pintu dia pun berjalan hendak membuka pintu, tapi sudah di buka Arya duluan, ibu menghampiri mereka bertiga, "eh, kalian Uda pulang" Joy menghampiri ibu, "Bu, maaf Najwa pulangnya terlambat", ibu pun tersenyum, " Ra opo-opo, ayo masuk dulu Joy", ajak ibu, "gak Bu, makasih, ada salam dari mommy besok ibu dan Najwa di undang makan malam di rumah", ungkap Joy sopan, "Owwh,, kebetulan besok ibu gak ada acara makasi ya", kata ibu, Joy pun mengangguk dan berpamitan untuk pulang, Najwa masuk ke dalam rumah di susul ibu, Arya hanya mengekor di belakang ibu dan Najwa, "ibuk, najwa ke kamar dulu ya",ungkap Najwa seraya masuk ke kamar, "Arya, kamu tidur di kamar tamu ya nak", seru ibu, Arya mengangguk, ibu pun melenggang pergi ke kamarnya.
__ADS_1
***
Emily menikmati cuaca pantai Seminyak, dengan berjalan menyusuri pantai berdua dengan Syarif, banyak wisatawan termasuk turis-turis pada berjemur di pantai. "Kamu suka?", tanya Syarif, pada Emily yang tidak henti-hentinya menyaksikan panorama alam begitu indah di Bali, Emily mengangguk, "besok kita belanja buat oleh-oleh, sekarang kita makan siang dulu, sekalian aku mau sholat Dzuhur" Syarif menggandeng Emily menuju restoran di hotel tempat mereka menginap.
***
__ADS_1
Umi mariya menunggu seseorang di lobi Asrama, "assalamualaikum", sapa seorang wanita, "waalaikum salam", umi Mariya menjawab salam, dia tertegun melihat seorang wanita bercadar dan disampingnya seorang anak laki-laki, tidak terasa air matanya jatuh, umi Mariya memeluk wanita itu, "Sanum, apa kabarmu?", wanita itu tertegun melihat seorang memeluknya dia tidak mengenal umi Mariya, "anda siapa?", tanya sanum, Aslan anak sanum nampak takut, umi Mariya membuka niqob nya, "umi Mariya sanum, kamu masih ingat umi", sanum tidak menyangkah seseorang yang di rindukan selama ini ada di depannya, "Umi, sanum takut umi, umi kemana aja", sanum luruh di pelukan umi Mariya, Aslan yang melihat ibunya menangis memeluk erat ibunya dan menyeka air mata sanum, "maaf kan umi, yang tidak bisa menjagamu sanum", umi Mariya melerai pelukan sanum, dan mengajaknya duduk di kursi taman di depan asrama. "ini anakmu, tampan sekali", umi Mariya memeluk Aslan, "dia yang membuatku kuat umi", tatapan sanum kosong, umi Mariya memerhatikan sanum dia sepertinya Masi trauma, "apa kamu senang tinggal di sini?", tanya umi Mariya lembut, "aku hanya ingin melindungi anakku", lirih sanum, "Aslan sudah besar, dia juga butuh berintriaksi dengan orang lain, dia harus hidup normal seperti anak-anak di luar sana", ungkap umi Mariya membujuk sanum, "tapi umi, aku takut Aslan di ambil nyonya ragiel, dan tuan Mark", sanum terguguh tangisnya pecah, umi Mariya merangkul sanum lembut, "umi tahu, ketakutan mu lah yang membuatmu tertekan, ragiel sudah tidak mau berhubungan dengan Mark dia dan anak-anaknya tinggal di luar negri, sedangkan Mark Masi di penjara, jadi kamu tidak perlu takut", umi Mariya menenangkan sanum, "tinggallah bersamaku jika kamu takut, aku akan menjagamu, suamiku akan menyuruh anak buahnya untuk berjaga", sanum menimang perkataan umi Mariya, "untuk Aslan sanum, kamu sudah aku anggap adikku sendiri", akhirnya sanum mau tinggal dengan umi Mariya, sekarang juga dia mengemasi barang-barangnya, sementara umi Mariya menyuruh Joy mengurus semua, dan Joy meminta bantuan pada Santi, Komnas perempuan pun menginjinkan sanum untuk di bawah pulang oleh umi Mariya, mereka percaya pada umi Mariya karna dia seorang dokter dan psikiater dan berharap umi Mariya bisa menyembuhkan trauma sanum. Seusai Joy bertemu dengan Jacob di cafe, Joy bilang pada mommy nya tentang sanum, dan mommy nya pun mau bertemu dengan sanum karna sanum sudah di anggap sebagai adiknya sendiri, Joy pun mengantar mommy nya ke asrama Komnas perempuan, dan beruntung sanum mau bertemu dengan mommy nya karna sanum selalu menolak jika ada seseorang yang mau bertemu dengannya.
Hari sudah menjelang sore, seusai sholat ashar ibu dan najwa bersiap-siap untuk pergi ke rumah Joy, mereka berencana mampir untuk membeli buah tangan untuk keluarga Joy, ibu sudah selesai bersiap Najwa pun menghampiri ibu, "Buk, sampon siap?duh, ibukku makin tua makin cantik ya", goda Najwa tersenyum, ibuk hanya menggeleng, kebiasaan Najwa selalu menggoda ibunya, "kita naik taksi online aja buk", ajak Najwa, "kamu sudah bilang sama Joy?", perkataan ibu ada benarnya, "belum buk,", lirih Najwa, "bilang dulu sama Joy nduk, kamu tahu kan gimana Joy?", Najwa mendengus, "benar juga, nanti Najwa Mala di omelin" Najwa pun menghubungi Joy, "kenapa nduk?", tanya ibu karna sepertinya Joy belum mengangkat panggilan Najwa, "tumben buk mas Joy gak angkat panggilan Najwa", Najwa pun men dial nomer Joy lagi dan terdengar suara Joy, "nanti aku jumput tunggu sebentar lagi aku mau kesana", panggilan Joy di matikan, Najwa menghela nafas panjang, kesal pada Joy, belum juga dia bicara tapi dia Mala mematikan panggilannya, "jangan sebal gitu nanti mala demen lho sama Joy", ganti ibu yang menggoda Najwa, Najwa mendengus, "buk, Najwa gak bisa bayangin jika hidup serumah sama mas Joy", Najwa geleng-geleng tidak bisa bayangkan kalau dia suka sama Joy, ibu tersenyum melihat tingkah Najwa.
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1