
Joy bergegas menemui Najwa, anak didik Najwa sudah selesai cerdas cermatnya, mereka mendapatkan juara 2, sekarang mereka tinggal menungguh pengumuman untuk mengambil piagam dan piala, Najwa menyerahkan pada Andre dan teman-temannya untuk menemani anak-anak, sedangkan dia akan ke rumah sakit. "Andrew, aku balik dulu ya, jaga anak-anak". pamit Najwa. Andre mengangguk. "kakak apa aku antar saja?". tawar Andre, Najwa menggeleng. "gak usah kamu jaga mereka saja, kakak pulang sendiri aja". berat sebenarnya bagi Andre untuk meninggalkan anak-anak sendiri, dan membiarkan Najwa pulang sendiri. "aku balik dulu ya, assalamualaikum". pamit Najwa pada anak-anak. "waalaikum salam kak". jawab mereka serentak. Andre mengirim pesan pada Joy untuk menjemput Najwa di kampus. Najwa berjalan menuju lobi, dia hendak memesan ojek online dia mengambil ponselnya di tas dan dia memilih duduk di bangku taman. "Najwa". Panggil seseorang, Najwa mengedarkan matanya, ternyata di sampingnya berdiri seorang pemuda yang sangat tampan Najwa menajamkan penglihatannya dia seolah tidak percaya dengan orang yang dilihat di depannya. "Najwa". pemuda itu memanggil Najwa lagi, Najwa tersadar, "Mas Joy". pemuda itu mengangguk. "Beneran ini mas Joy?". tanya nya lagi. Joy mengangguk. Najwa tersenyum, "Mas Joy kapan kembali, kak Dayat kok gak bilang pada aku". tanya Najwa pada Joy. "2 hari yang lalu". jawab Joy, Joy sadar perasaannya pada Najwa tidak bisa berubah, apalagi Najwa saat ini semakin cantik, dan badannya agak berisi, dari Najwa yang dulu. "Kenapa mas Joy pergi gak pamit pada ku?". tanya Najwa sendu, "maaf". kata Joy. Najwa menghela nafas berat, "ku kira mas Joy tidak akan kembali ke sini, karna umi bilang pekerjaan mas disana sangat banyak". Joy merasa bersalah, memang dulu dia pergi tanpa pamit pada Najwa, karna dia tidak sanggup jika harus melihat Najwa sedih, apalagi Joy juga tidak kuasa melihat pernikahan Najwa dengan Arya hatinya pasti sakit, dia lebih baik menghindar dan menenangkan diri di LA. "Mas ngapain kesini?". tanya Najwa. "Emm,, tadi Andre bilang katanya anak-anak ada olimpiade disini, sekalian aku mampir tapi aku ketinggalan, ternyata mereka sudah selesai". jawab kikuk Joy. "Oh..". Najwa mengangguk. "jadi Andre juga sudah tau kalau mas sudah kembali, tapi dia tidak memberi tahuku". gerutu Najwa. "mungkin dia tak ingat". celah Joy. "kamu mau pulang?". tanya Joy basa basi. Najwa mengangguk. "iya mas, aku mau ke rumah sakit, mbak sekarang mau operasi". jawab Najwa. "Oh, kalau gitu kita berangkat bareng, atau kamu di jumput sama Arya?". Najwa menggeleng. "kak Arya kerja di luar kota mas, aku pergi sendiri, ini lagi mau pesan ojek". Joy menghela nafas kasar mendengar penuturan Najwa. 'arya, kenapa kamu tega tinggalin Najwa sendiri'. guman Joy dalam hati, "bukannya dia kerja di bengkel?". tanya Joy menyelidik. "beberapa hari lalu kak Arya bekerja sama dengan sorum sepeda motor di luar kota, mereka menyuruh kak Arya sendiri yang menjadi montir di sorum tersebut". jelas Najwa. "kalau begitu kita ke rumah sakit bareng aja, ojek gak baik untukmu". tegas Joy. Najwa mengikuti langkah Joy menuju mobilnya di parkiran. setelah Joy membukakan pintu untuk Najwa, Najwa pun masuk ke mobil, Joy menutup pintu mobil dia berganti arah ke pintu mobil yang satu dan masuk, dia melihat Najwa sudah memakai sabuk pengaman lalu dia menjalankan mobilnya menuju rumah sakit milik nya.
__ADS_1
Di rumah sakit, Syarif sedang menungguh di ruang tungguh bersama ibu dan umi Mariya, saat ini Emily sedang menjalani operasi yang ditangani oleh dokter Caroline di bantu dengan dokter Sofia. Syarif begitu gusar, dia menenangkan hatinya dengan berdzikir. Joy dan Najwa masuk ke rumah sakit mereka langsung menuju ruang operasi, Joy dan Najwa melihat Syarif dan ibu duduk di ruang tungguh bersama umi Mariya, umi Mariya yang melihat kedatangan Joy dan Najwa dia segera menghampiri mereka. "Najwa". sapa umi Mariya, "umi". Najwa menyalami umi Mariya. "mbakmu sedang menjalani operasi di dalam sekarang nak". jelas umi Mariya memeluk Najwa, dia sangat rindu dengan Najwa, semenjak Joy ke LA umi Mariya dan suaminya pun menyusul Joy kesana. Najwa mengangguk. "sebaiknya kamu tungguh bersama ibukmu di sana, umi mau bicara sebentar dengan Jo". saran umi Mariya, Najwa menghampiri ibu dan kakaknya. "Jo, mommy mau bicara". umi Mariya mengajak Joy ke ruang kerja Joy. Najwa menghampiri ibu dan duduk di samping ibu, "buk, semoga di beri kelancaran". lirih Najwa. ibu melihat Najwa dengan sendu. "amin". mereka bertiga berdzikir dalam hati untuk kesembuhan emily.
__ADS_1
Sedangkan di ruang kerja Joy, umi Mariya duduk di samping Joy. "nak, kamu harus tau Najwa itu sudah milik orang". ujar umi Mariya. "Joy tahu mom, Arya kerja di luar kota, aku gak tega melihat Najwa pulang sendiri". kata Joy. "cinta itu kadang tidak harus dimiliki nak, jadi mommy harap kamu tahu batasan". Joy mengangguk. "Joy akan berusaha semampu ku mom". lirih Joy. umi Mariya menepuk pundak Joy menguatkan. "sekarang ayo kita menemui mereka nak". ajak umi Mariya, Joy mengangguk. umi Mariya berjalan berdampingan dengan Joy menuju ke ruang tungguh.
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka dan menampilkan dokter Sofia dan dokter Caroline keluar dari balik pintu tersebut. Syarif bergegas menghampiri dokter Sofia dan dokter Caroline. "bagaimana kondisi istriku dok?". tanya Syarif, dokter Sofia menunjukkan wajah lesuhnya. dia menatap Syarif, "Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, miom yang ada di rahim istri anda sudah kami angkat, tungguh istri anda sadar dulu baru anda boleh menjenguknya, dan istri anda harus di rawat dulu disini selama 3 hari, jika kondisinya sudah membaik baru boleh pulang dan menjalani rawat jalan dalam proses penyembuhan kurang lebih 2-6 Minggu". terang dokter Sofia. "Alhamdulillah, terimah kasih banyak dok". ibu dan Najwa saling menatap dan bersyukur, "Alhamdulillah". lirih semua yang ada di sana. dokter Caroline bergegas pergi di ikuti dokter Sofia dan umi Mariya. Joy menghampiri Syarif dia mengucapkan selamat. Syarif memeluk Joy, "terimah kasih banyak, kamu sudah membantuku". lirih Syarif pada sahabatnya. Joy mengangguk. "Nak, sebaiknya kamu makan dulu, dari tadi kamu belum makan". ungkap ibu karna dari tadi pagi dia tidak makan sedikitpun. "iya kak, apa kakak mau sakit, terus membuat mbak Amel jadi sedih". lanjut Najwa. "ibu dan Najwa benar, kita makan di restoran di bawah dulu, biar ibu dan Najwa yang jaga". Syarif mengangguk, "ibuk, tolong jaga Amel sebentar". pamit Syarif pada ibu, ibu mengangguk.
__ADS_1