Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 45


__ADS_3

2 Tahun kemudian...


"Saya terimah nikah dan kawinnya Najwa Zhafira Hidayat binti Ashar Hidayat dengan mas kawin tersebut di bayar tunai".


"gimana saksi sah"..


"SAH".. gemuru suara para saksi dan undangan yang hadir. "Alhamdulillah".. lirih Najwa, tidak disangka dia dan Arya kini telah sah menjadi suami istri. Najwa mencium punggung tangan Arya, Arya pun mengusap kepala Najwa seraya mengucapkan doa dalam hati, kemudian Arya bergantian mencium kening Najwa. Penghulu membacakan doa seusai ijab qobul dan memberikan pengarahan sedikit pada pengantin. seusai ijab qobul di lanjutkan dengan resepsi, para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat pada mempelai, rekan kerja Arya juga banyak yang datang begitu juga dengan rekan kerja ayah dan mama Arya semua pada datang, Emily menghampiri Najwa membawakan minum, karna dari selesai ijab qobul Sampai sore Najwa belum sempat makan dan minum. "dek, ini mbak bawakan minum", tak butuh waktu lama Najwa langsung menyambar minuman yang di bawakan Emily, dari kejahuan seseorang memperhatikan mereka berdua. Emily sekilas melihat orang itu, nampak tidak asing, tapi dia pun menyangkal pemikirannya. "mbak temuin ibu dan ayah dulu ya", pamit Emily melenggang pergi menemui ayah dan ibu nya, "mil, kita pulang dulu ya, karna sudah sore", pamit ayah pada Emily, "hati-hati ayah", Emily merangkul ayah dan bergantian kepada ibunya dia sangat merindukan orang tuanya, meski tak jarang Syarif mengajak Emily untuk menginap di rumah orang tuanya. "ayah, Syarif sudah menyuru sopir untuk mengantar ayah dan ibu", "terimah kasih nak Syarif, ayah dan ibu pulang dulu", Syarif menyalami ayah dan mengantarkan sampai mobil.

__ADS_1


Gerry mengucapkan selamat kepada Najwa dan Arya, dia juga berpamitan untuk pulang, Gerry bergegas melangkah pergi, dia pun berpapasan dengan Emily, tatapan mereka beradu, tapi Gerry langsung mengarakan pandangannya dan menyelinap di rumunan tamu, Emily semakin yakin dengan yang di lihat ke dua kalinya, dia ingin memastikan lagi tapi Gerry sudah tidak tampak. "Kenapa dia kesini?", guman Emily. "bukankah dia pindah ke luar negri", Emily Masih berpikir dengan melamun, "sayang", emliy terperanjat mendengar panggilan Syarif, "ada apa mas?", "para tamu sudah pada pulang, tinggal keluarga saja, sekarang kita berkumpul bersama untuk sesi pemotretan keluarga", terang Syarif, Emily mengangguk dan melangka bergabung dengan keluarga.


"Okey, siap, satu.. dua.. tiga.." Cekrekk..


***


Di kamar Najwa, Najwa ingin mengganti gaun pengantinnya tapi dia malu ada Arya yang menatapnya. "Kenapa kak Arya menatapku?", tanya Najwa, Arya tersenyum dan mendekati Najwa, "sampai kapan kamu akan memakai gaun ini?", Arya mengarahkan pada gaun yang Najwa pakai, Najwa hendak membuka hijabnya tapi dia kesulitan, Arya pun membantu melepas Payet yang menempel di hijabnya dan membuka hijab Najwa, Najwa sempat menolak, tapi dia sadar Arya sekarang sudah sah menjadi imamnya. hijab Najwa pun sedikit demi sedikit terlepas, Arya menatap Najwa tanpa berkedip sekian lama mengenal Najwa baru pertama kali melihat Najwa tanpa berkerudung, begitu sempurna rambut panjang yang di ikat dan leher jenjang yang putih, membuat Arya menatap tanpa berkedip, Najwa yang di tatap merasa tersipu malu, "kamu sungguh bidadari yang Allah kirim untukku Najwa", lirih Arya tatapannya masih tertuju pada Najwa. Najwa hanya menunduk, Arya memegang dagu Najwa tatapan mereka pun bertemu, wajah Najwa semakin merona membuat gairah dalam diri Arya bergelora, Arya membelai wajah Najwa dengan lembut, sayangnya Arya harus bersabar dulu, karna mereka belum melakukan sholat wajib, "kak Arya, Najwa ganti baju dulu", Najwa buru-buru ke kamar mandi meninggalkan Arya yang masih bergeming. 'CK!, Sabar Arya, dia kan sudah halal untukmu', lirih Arya tersenyum kecut.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Najwa merutuki dirinya, Karna jantungnya masih berdetak kencang serasa mau copot apalagi di tatapnya wajahnya di depan cermin merah seperti tomat, 'najwa, kak Arya itu sudah halal untukmu, tapi aku masih malu', guman najwa dalam kamar mandi.


Tok.. tok.. tok.. ketukan pintu membuyarkan lamunan Najwa. "Najwa, kamu kenapa kok lama gak keluar-keluar?", tanya Arya khawatir, "Oh,,gak apa-apa kak, sebentar lagi Najwa sudah selesai", Arya menghela nafas, "syukurlah jika kamu gak kenapa-napa".


Ceklek.. Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Najwa sudah memakai baju tidur, dan mukanya sudah basah dengan air wudhu, "Ayo kak, kita sholat jama'ah Isyak dulu", lirih Najwa, Arya pun mengangguk kemudian masuk ke kamar mandi untuk berwudhu.


***

__ADS_1


Di belahan dunia Joy menatap ponselnya dengan sendu, melihat foto yang di kirim Arya yaitu foto pernikahan Najwa dan Arya yang begitu bahagia , sebulan lalu Joy pamit pergi ke Amerika menemui kakek dan pamannya untuk membantu perusahaan baru yang akan di resmikan disana sebenarnya alasan Joy kesana bukan hanya karna itu, tapi dia ingin menenangkan diri dengan perasaannya, dia ingin menghindari pernikahan Najwa dan Arya, karna dia tidak sanggup hadir di acara tersebut, dan jalan satu-satunya dia harus ke Amerika, bukan hanya Joy tapi mommy Mariya dan daddy nya juga ikut Joy ke Amerika, mereka berencana akan kembali jika Joy sudah siap. "Jo..". panggil Mariya menepuk pundak Joy, Joy melihat ke arah Mariya dengan tatapan yang sendu. mariya tahu pasti Joy sangat sedih, karna orang yang di cintai nya dalam diam telah menikah, untuk yang ke dua kali Joy di tinggal menikah oleh orang yang sangat di cintai, "Sabar nak, mungkin Tuhan sekarang menguji cintamu, kelak mommy yakin kamu akan menemukan kebahagiaan yang sempurna dengan cinta yang sempurna yang Tuhan kirim untukmu". Joy masih bergeming dalam kekalutan di wajahnya. Mariya tahu kalau hari ini Najwa menikah dengan Arya karna Aisyah memberi tahunya, setiap hari mereka bertukar pesan, persahabatan mereka masih terjalin dengan baik. mariya merasa sedih melihat anak satu-satunya yang di sayang begitu sedih, tanpa terasa air matanya menetes. "Ya Allah takdir apakah yang engkau berikan kepada anak hambamu ini, aku memohon pada mu ya Allah berikanlah jodoh yang bisa membahagiakan anak ku dan bisa menuntun dia menuju jalanmu", guman mariya dalam hati, dia pun mengusap air matanya seraya melenggang pergi meninggalkan Joy sendiri.


__ADS_2