
"Tante, apa kabar?", Najwa memeluk mama Arya, "Alhamdulillah baik sayang", balas mama Arya, "Paman, apa kabar?", Syarif menyalami ayah Arya, "Baik, maaf paman tidak bisa hadir di pernikahanmu Rif!", Syarif tersenyum, "Gak apa-apa paman, ayo kita duduk", ajak Syarif pada ayah Arya, Emily bersalaman pada mama Arya, "Ini istri kamu Rif, cantik ya", Emily tersipu malu, "nama kamu siapa?", lembut mama Arya bertanya pada Emily, "Khadijah Amelia Tante", mama Arya mengelus kepala Amel, "Nama yang cantik, ini kado untuk kamu, maaf ya, Tante cuma memberikan ini", kata mama Arya memberikan paper bag pada Emily, Emily menerimanya, "terimah kasih Tante, Tante gak perlu repot-repot", sungkan Emily. Arya dari tadi memperhatikan Najwa, dia agak gerogi, tidak seperti biasanya, Najwa melirik Arya seperti biasa Najwa memang mengagumi Arya dari dulu, tapi dia tahu diri jika Arya lelaki sempurna tidak mungkin suka sama dia, itulah pikiran Najwa, "Mari kita makan, sudah malam, aku lapar nih", kata Arya mencoba menetralkan perasaannya. semua pada tertawa dengan ungkapan Arya yang konyol.
__ADS_1
Di puncak gedung rumah sakit, seorang pemuda menikmati minuman di gelas seraya memperhatikan kerlap kerlip lampu kota yang bersinar malam hari, Joy berdiri di depan jendela kaca menghela nafas, memikirkan perkataan Syarif jika Arya akan melamar Najwa, tadi waktu di perkebunan, Joy mendapat pesan dari Syarif, Syarif bilang pada Joy untuk segera mengantar Najwa pulang, dan Syarif bilang Arya mungkin akan melamar Najwa, ada perasaan sakit, dan tak menentu yang di rasakan Joy saat ini, enta mungkin dia tanpa sadar telah menyukai Najwa, atau kah cuma rasa untuk pelampiasan karna di tinggalkan Selin, "Mungkin Arya lebih baik dari aku", lirih Joy sendiri, ingin dia pulang dan memeluk moommynya, dan mengungkapkan perasaan hatinya yang tak menentu, tapi Joy sadar diri dia dan Najwa tidak mungkin bersama, "Aku harap kamu bahagia dengan Arya najwa". guman Joy, beranjak menuju kamar mandi untuk membersikan diri mungkin dengan berendam pikirannya akan lebih tenang.
__ADS_1
"Kak Arya", panggil Najwa mengagetkan Arya, Arya melihat Najwa sejenak, "duduk lah!", Arya menggeser duduknya, Najwa duduk di samping Arya. hening sejenak, Arya mengambil sebuah kotak mungil dari sakunya, di genggam erat kotak itu di tangan nya, "Najwa", lirih Arya, Najwa menatap Arya sejenak, "Ada apa kak, apa kak Arya ada masalah?", tanya Najwa, Arya menggeleng, "Najwa sebenarnya kak Arya suka sama kamu", hening sejenak, Najwa yang mendengar kata suka hatinya berbunga, tapi rasa itu kandas dengan pikiran yang lain, 'Suka, tapi kan belum tentu cinta', guman dalam hati Najwa, Arya memberikan kotak mungil itu pada Najwa, "apa kamu juga menyukai kakak Najwa?", najwa masih terdiam, "kakak sudah lama mencintai kamu Najwa, tapi kakak sudah berjanji pada Syarif, akan menunggumu sampai kamu lulus", lirih Arya memegang kotak kecil itu dan membukanya, "Najwa, aku harap kamu juga mempunyai perasaan seperti ku, tolong terimalah ini", Arya menyerahkan liontin pada Najwa, Najwa seakan tidak percaya dengan kenyataan, ibarat sebuah mimpi dan dia tidak ingin bangun dari mimpi indah ini, "Najwa", lirih Arya lagi, sempat ada rasa kecewa karna Najwa tidak kunjung menerima liontin tersebut, "Eh,, ya kak, kak apa ini beneran atau aku hanya mimpi?", tanya Najwa ragu, Arya mengangguk, "ini beneran Najwa, aku mencintaimu", wajah Najwa merona, dia mencubit kembali pipinya sendiri, "auuw.. sakit", beneran tidak mimpi, "kamu kenapa Najwa?", Najwa menggeleng, "tidak apa-apa kak, kak sebenarnya Najwa juga suka sama kak Arya, tapi Najwa sadar diri, kak Arya begitu sempurna, sedangkan Najwa banyak kekurangannya kak", lirih Najwa, "maksud kamu apa Najwa?", tanya Arya lembut, "kak, apa Najwa pantas untuk kak Arya?", polos Najwa bertanya, "kenapa kamu berkata seperti itu Najwa, kakak sayang kamu apa adanya Najwa, jujur kak Arya tidak suka kamu dekat dengan lelaki lain", Najwa memperhatikan wajah Arya, Najwa tidak menyangka orang yang dia kagumi selama ini juga menyukai dia. "kenapa begitu kak, najwa tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, kalaupun Najwa bersama teman juga sebatas ada pekerjaan atau tugas kelompok saja kak", jelas Najwa, "Kakak tahu Najwa, kamu bisa menjaga diri, tapi mungkin rasa cemburu kakak yang terlalu besar padamu, maafin kakak", lirih Arya masih memegang liontin di tangannya, "Kak, tapi Najwa masih sekolah, apa kakak mau menungguh Najwa lulus?", tanya Najwa memastikan, "kakak akan bersabar menunggumu lulus kuliah dan setelah itu aku akan menikahimu Najwa", terukir senyum di bibir Najwa, "pakailah liontin ini Najwa, agar kamu tahu kalau ada aku yang selalu mencintaimu", Najwa mengambil liontin pemberian Arya, 'aku harap kamu juga menjaga cintamu untukku Najwa', guman Arya, Najwa menyimpan liontin itu di saku gamisnya, "Kak Najwa pakainya nanti ya kalau di kamar, sekarang Najwa tidak bisa memakainya sendiri", Arya mengangguk, ingin sekali dia yang memakaikan liontin itu tapi dia sadar mereka bukan mahram, yang mana Najwa pun tidak akan mau jika Arya memakaikan liontin itu sekarang karna belum halal.
__ADS_1