Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 26


__ADS_3

"Ya Bu, nanti saya akan cek langsung kondisi mobil ibuk", Arya menutup panggilan dari pelanggannya, ibu itu bilang mobilnya mogok dan dia mau Arya yang menanganinya, "gimana bang, apa kata ibu itu?", tanya Abi pada Arya, "ibu itu maunya aku yang ngecek mobilnya, ya sudah kamu hendel yang di bengkel, Abang akan pergi ke rumah ibu itu". arya bergegas mengambil kunci mobil dan bergegas menuju rumah pelanggannya sendiri.

__ADS_1


Najwa berjalan menuju taman di kampus, Najwa menyiapkan buku-buku yang akan di bagikan pada anak-anak nanti, dia membelinya tadi waktu mau berangkat ke kampus mampir di toko buku. 'Ting,,' suara notivikasi pesan masuk, Najwa membuka ponselnya, 'aku sudah di depan kampus', pesan dari Joy. 'Okey, tungguh 5 menit, aku akan kesana', balas Najwa, dia merapikan buku-buku itu kembali dan memasukkan ke paper bag, lalu bergegas menemui Joy. Joy memperhatikan di dalam mobil dia melihat Najwa yang sedang berjalan keluar kampus menuju mobil yang di kendarainya di lihatnya jam di tangannya. Tok..tok..tok.. Najwa mengetuk kaca mobil Joy, Joy pun langsung membuka kaca pintu mobilnya, "cepat masuk". titah Joy, Najwa langsung masuk di jok belakang menaruh paper bag yang dibawahnya dan duduk di samping paper bag tersebut, Joy nampak kesal pada Najwa, sudah menungguh lama, Mala duduk di jok belakang, "kamu kira aku sopirmu" Najwa tersenyum kaku, "maaf mas, kalau gitu Najwa pinda ke depan", Najwa hendak membuka pintu tapi pintu di kunci Joy, "ya sudah kamu di situ aja", ketus Joy, Najwa hanya terdiam, "kamu telat 5 menit" tambah Joy, najwa melihat jam tangan miliknya benar dia telat 5 menit, "maaf mas", Joy melirik Najwa lewat spion, "kamu bawah apa aja? apa gara-gara itu yang membuatmu telat" umpat Joy, Najwa mendengus kesal tapi dia harus tetap bersabar menghadapi Joy, "Gak mas, ini buku untuk anak-anak nanti, aku beli ini tadi waktu berangkat kuliah, mungkin aku agak terlambat karna aku gak bisa jalan dengan cepat, maaf", lirih Najwa, Joy yang melihat wajah sedih dan keterangan Najwa merasa bersalah, dia tahu kaki Najwa tidak seperti sedia kala, apalagi membawa paper bag yang berisi buku-buku yang cukup banyak, "lain kali kalau bawah sesuatu bilang biar aku bantuin" ungkap Joy, "Najwa bisa bawah sendiri jadi Najwa tidak perlu bilang mas", tolak Najwa, "tapi kamu tahu kondisimu Najwa jangan_" kata Joy terhenti ketika menyadari bahwa Najwa menangis, "Najwa tahu mas Najwa cacat, tapi Najwa tidak mau dengan keadaan Najwa seperti ini Najwa di anggap lemah, maaf gara-gara aku waktu mas terbuang sia-sia", Isak Najwa, Joy tidak menyangkah Najwa akan sesedih ini, "bukan itu maksudku" lirih Joy merasa bersalah, dilihat dari spion mobil Najwa mengusap air matanya, di dalam mobil baik Joy ataupun Najwa terdiam.

__ADS_1


***

__ADS_1


Arya selesai mengecek mobil milik pelanggannya yang rusak, dan mobil itu sudah bisa menyala lagi, Arya pun pamit pada pemilik mobil itu, dia pun melenggang keluar dari rumah tersebut menuju mobilnya di sebrang jalan, saat hendak masuk mobil Arya melihat Joy dan Najwa turun dari mobil sport milik Joy dan berjalan berdua menuju markas, kebetulan markas geng motor milik Syarif tidak jahu dari daerah tersebut, terlihat Joy membawa paper bag yang tadi sempat di bawah Najwa, Arya hanya memerhatikan mereka tanpa menegur, "Najwa", Arya mengambil ponselnya di dasbor mobil dan mengetik pesan pada Najwa, 'siang Najwa, kamu sibuk gak', pesan terkirim tapi belum terbaca, Arya masuk mobil dan masi menungguh Joy dan Najwa, tapi Abi menghubunginya ada kendala di bengkel, jadi mau tidak mau Arya harus ke bengkel.

__ADS_1


Joy masih bersalah pada Najwa, Najwa berjalan lurus tatapannya kadang menunduk, jika berpapasan pada lelaki, Joy sadar diri dia telah membuat Najwa sedih, "Najwa, sini biar aku yang bawah" Joy mengambil paper bag yang di bawah Najwa, Najwa pun melanjutkan jalan menuju markas dengan diam, Andre dan teman-temannya sedari tadi menungguh kedatangan Najwa, Karna anak-anak sudah di kasi tahu Andre kalau Najwa ingin mengajari mereka membaca dan menulis dan anak-anak pun antusias, Andre melihat Najwa berjalan menuju markas, dia pun langsung menghampiri Najwa dan Joy. "kak Najwa, ahirnya datang juga, anak-anak Uda pada nungguh kak", Najwa tersenyum, "ayo kak ", ajak Andre, Najwa mengekor di belakang Andre, Andre memperkenalkan Najwa pada anak-anak, "adek-adek, ini kak Najwa sudah datang, kak Najwa yang akan membimbing kalian, jadi kalian tidak boleh nakal atau iseng pada kak Najwa", Najwa melambaikan tangan pada anak-anak, "kalian mengerti". ucap Andre, "MENGERTI BANG" ucap anak-anak serentak. Andre mempersilakan Najwa dilihat semua sudah komplit layaknya ruang kelas di sekolah pada umumnya, ada papan, ada bangku ruang kelas juga di lengkapi dengan monitor penghubung untuk leptop, markas yang tidak terlalu besar ini di sulap sedemikian rupa, di lantai atas untuk asrama, dan lantai bawah ada 4 ruangan. 1 di gunakan untuk belajar yaitu ruang kelas, 1 ruang otomotif di sebelah belakang, 1 ruang kesehatan dan 1 ruang lagi dapur dan kamar mandi, sedangkan untuk belajar belah diri berada di taman belakang markas, dan di sebelahnya ada musholah. Najwa memperkenalkan diri pada anak-anak, "assalamu Alaikum adek-adek, nama kakak Najwa Zhafira Hidayat, panggil kak Najwa aja, disini kakak akan mengajari kalian mengenal huruf dulu ya,", Najwa hendak mengambil buku di paper bag tapi Joy lebih dulu membagikan buku itu pada anak-anak, Najwa hanya memerhatikan Joy saat membagikan buku tersebut, buku sudah di bagikan dan semua kebagian, padahal Najwa tadi tidak tahu berapa anak-anak yang mau belajar, dia membeli 20 buku, beruntung bukunya cukup untuk anak-anak yang belajar 20 orang, mulai dari umur 8 tahun sampai 12 tahun. Najwa dengan telaten membelajari mereka, mulai dari cara menulis sampai mengenal huruf Alfabet dulu, Joy kagum dengan Najwa dia tidak pernah marah walau kadang-kadang anak-anak agak rewel. "Na, adek-adek pinter semua, belajarnya sampai sini dulu, besok kita lanjut lagi, tapi jangan lupa nanti di pelajari lagi di rumah", Najwa mengahiri pembelajarannya, "BAIK KAK" Ucap anak-anak serempak, "Kak, apa buku ini boleh kita bawah pulang?", tanya salah satu anak, Najwa mengangguk, "Buku itu untuk kalian dan untuk belajar kalian di rumah", dan anak-anak pun mengerti, "sampai jumpa besok ya, assalaamu Alaikum warahmatullahi wa barakaatuh", salam Najwa, "waalaikum salam warahmatullahi wa barakaatuh". anak-anak pun bersiap untuk pulang, mereka memakai tas yang di bagikan Andre tadi pagi lengkap dengan isinya, ada yang pulang ke rumah ada yang tetap di markas, Najwa tersenyum melihat anak-anak yang bersalaman padanya dia sangat senang bisa mengajari mereka yang tidak perna bisa belajar di sekolah. Najwa pun lupa memberi tahu ibu jika dia akan pulang terlambat, dan buru-buru Najwa mengambil ponsel hendak memberi tahu ibu, tapi di lihat ada notivikasi pesan dari Arya, dia pun membalas, 'maaf kak, baru baca pesan kak Arya, ada apa kak?' pesan terkirim, Najwa buru-buru menghubungi ibu, "assalaamu Alaikum buk, maaf Najwa tadi gak hubungi ibuk, Najwa baru selesai mengajar anak-anak buk, Najwa pulangnya telat" gerutu Najwa, 'waalaikum salam, ibu tahu, tadi Joy memberi tahu ibuk, tadi dia izin ke rumah mau jumput kamu dan meminta izin kalau kamu akan mengajar anak-anak jalanan di markas dan mungkin pulang agak telat', sautan ibu di sebrang, Najwa terdiam, dia tidak menyangka Joy akan meminta izin dulu pada ibu, Najwa memerhatikan Joy yang akan menghampirinya, "Oww, syukurlah buk, kalau ibu Uda tahu, assalaam mualaikum". Najwa mematikan ponsel dan memasukkan ke dalam tas. "ayo pulang".

__ADS_1


__ADS_2