
"nawaitul wudluua liraf'il hadastil ashghori fardlol lillaahi ta'aalaa". Emily berwudlu hendak melakukan sholat, mairah dengan telaten mengajarinya, "sementara ini kita sholat jama'ah dulu aak yang jadi imam, kamu ikuti aja gerakan aak Ale". seru mairah, Emily mengangguk, "ayo, aak sudah menunggu di dalam". ajak mairah, mereka melakukan sholat berjamaah di rumah ibu Emily.
***
__ADS_1
Syarif menghubungi teman-temannya untuk mempersiapkan acara pernikahannya, Sesilia dia teman yang berprofesi sebagai MUA siap menjadi MUA untuk Emily, 'okey, aku akan sulap calon istri kamu menjadi seorang bak Dewi, hahaha..'pesan sesilia. 'dekor+foto grafer siap bos' balas depin berprofesi sebagai foto grafer,dia juga punya usaha dekorasi untuk acara pernikahan. 'Tanks bestie' balas Syarif. ibu mendekati Syarif, "kamu bahagia nak". tanya ibu, "Alhamdulillah buk". jawab Syarif, "ibuk bersyukur nak, mereka mau membantu kita". Syarif memeluk ibu, "itulah gunanya sahabat Buk". ibu tersenyum, "kamu sudah ke KUA?" tanya ibu, Syarif menggeleng, "Joy yang mengurus buk". ibu terharu, karna teman-teman syarif dengan tulus mereka membantu. "cuma tinggal konsumsi saja buk, Dayat akan hubungi Andi". ibu mencega Syarif, "Gak usah nak, ibuk aja yang masak". Syarif menggeleng "ibuk jangan capek-capek, Dayat bisa hubungi Andi buk, pesan di restauran Andi aja buk". ibuk pun hanya pasra.
Joy mengajak Najwa pergi KUA untuk mengambil surat nikah Daddy dan mommy nya, orang tua Joy melakukan pernikahan lagi secara Islam mereka melakukan ijab qobul di KUA, meski mereka sudah terdaftar di pengadilan negri, tapi Joy mengalikan daftar nikah orang tuanya di KUA, Daddy Joy juga sudah menjadi mualaf, Daddy Joy menjadi donatur tetap pondok pesantren milik ustadz Jailani, hingga dia menjadi mualaf. Joy menerima berkas dari petugas KUA dan dia juga memberikan berkas pada petugas KUA tersebut, "teman saya akan menikah Minggu depan, tolong bantuannya". ucap Joy pada petugas itu, "baik tuan, saya akan mengurus semua". Joy bersalaman pada petugas tersebut dan pamit pergi, "saya kira anda yang mau nyusul nikah seperti orang tua anda". gurau petugas itu mengantar Joy dan Najwa keluar ruangan, "anda berdua cocok tuan". lanjut petugas itu, Joy dan Najwa nampak kikuk, "ya uda hati-hati di jalan tuan, nyonya". pinta petugas itu, Joy hanya diam, Najwa mengangguk, "assalamualaikum". salam Najwa, mereka segera meninggalkan gedung tersebut.
__ADS_1
***
Hari yang di nanti telah tiba, hari ini adalah hari dimana pernikahan Emily dan Syarif, Syarif sudah menungguh bersama dengan penghulu, Emily datang bersama keluarganya, pernikahan ini di lakukan di masjid pondok, banyak santri yang ikut menghadirinya, Emily duduk di samping Syarif, Aleando yang menjadi wali nikah, karna ayah tidak bisa menjadi wali sebab agama mereka berbeda.
__ADS_1
"Saya nikah dan kawinkan saudara Moh. Syarif Hidayat bin Ashar Hidayat dengan adik saya Khadijah ameelia binti Kusuma dengan mas kawin emas 50 gram di bayar tunai". "Saya terima nikah dan kawinnya Khadijah ameelia binti Kusuma dengan mahar tersebut di bayar tunai". Dengan lantang Syarif mengucapkan ijab qobul tersebut. Syarif tidak menyematkan seperangkat alat sholat pada mahar tersebut karna syarif tidak mau memberatkan Emily karna mahar seperangkat alat sholat wajib di pakai seorang istri jika hendak sholat dan jika tidak dipakai akan berdosa, "gimana saksi sah?". "SAH". ucapan kata "SAH" bergemah di masjid, "Barakaallahu laka wabaarika a'laika wa jama'a bainakumaa fii khoiir". penghulu membacakan doa untuk mempelai berdua. Emily mencium tangan Syarif dengan hikmat, "bismillahir rahmaanir rahiim" Syarif pun mencium ubun-ubun Emily dan menyematkan doa "Allahummaa innii as Aluka khoirahaa wa khoira maa jabaltahaa a'laihi wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa a'laihi". Syarif dan Emily bersimpuh pada ayah dan ibu Emily, dan berganti pada ibu, Najwa memeluk Emily dan Syarif, Aleando dan mairah pun memeluk memberi selamat pada Emily dan Syarif, "Jangan pernah lelah mengajari adikku, bimbinglah dia menuju jalan yang di ridhoi Allah". saran Aleando pada Syarif, "insya Allah bang". Ale memeluk Syarif.