Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 3


__ADS_3

Pagi yang indah mentari menampak cahayanya. Burung-burung berkicau memadu dengan indahnya hari. begitu juga menurut Emily hari ini hari liburnya dan dia mau jalan-jalan ke mall shopping dan nonton menghilangkan jenuh, tapi impian itu sirna karena temannya tidak bisa ikut ada kerjaan." Emil, sorry ya aku gak bisa ikut ke mall, ada pesenan mendadak di restoran terus aku di suruh masuk oleh pak Andi"jelas Erna. Erna teman Emily sejak SMA. Erna kerja di restoran sedangkan Emily ikut sama tantenya. mereka tidak melanjutkan kuliah karena keadaan."ya, pupus sudah harapanku".celetuk Emily. "Duh.. sorry banget ya!! gimana kalo Minggu depan kita ke mall sekalian ke water prak". Usul erna. "lha terus aku di rumah sekarang mau ngapain, kan Uda izin Tante Maya".tanya emilly pada Erna sekalian minta saran."Ya, kamu temani ibu kamu, atau mengajak ibumu ke pasar?".saran Erna."ibu pergi ke garasi bantuin ayah banyak pesanan ukir-ukiran dari Bali yang harus rampung Minggu ini, aku di rumah sendiri".kelu Emily."Oh, makanya cari pacar atu neng!!!". canda Erna. "apaan sih,". sanggah Emily. "Kan kalo punya pacar bisa di ajak kemana-mana".goda Erna."Apaan si kamu, mending aku pergi ke taman kota aja dari pada di rumah".kata emily mengahiri telfonnya.


***


"Buk,hari ini ibu gak usah ikut nemenin Najwa kontrol, biar Syarif aja yang nemenin Najwa, ibu di rumah aja istirahat!!". Pinta Syarif pada ibunya. karna Syarif tidak mau ibunya capek biasanya ibunya puasa Sunna setiap hari Senin dan Kamis. "ya Buk, benar kata kak Dayat, ibuk di rumah aja, biar Najwa pergi sama kakak aja, lagian nanti juga Najwa mau mampir ke taman dulu, bosen buk Najwa di rumah aja". terang Najwa memelas"boleh ya kak!!". Syarif mengangguk. "Hore, akhirnya refresing juga aku, makasi kakakku yang manis, yang ganteng".girang Najwa.


Di bawah pohon nampak seorang gadis duduk di bangku memperhatikan sekeliling nampak rame pengunjung meski bukan hari libur tapi taman kota ini selalu rame akan pengunjung. Syarif memperhatikan gadis tersebut, Najwa melihat dari tadi kakaknya yang menatap lama seseorang gadis dari ke jauhan. "Kak, apa kak Dayat kenal dengan cewek itu?". tunjuk Najwa."Emangnya kalo kenal kenapa?".kata Syarif. "Kok dari tadi Najwa perhatiin kakak melihat dia terus". jelas Najwa."Ya, kita kebetulan sering ketemu, namanya Emily".tandas Syarif."Kalau gitu kita samperin aja dia!!"ajak Najwa semangat. "Baiklah.. apa sih yang gak buwat adikku tercinta, okey kita meluncuurr". Gurau Syarif mendorong kursi roda Najwa.


"Permisi,,"Kata Najwa membangunkan lamunan Emily."Ya,,"sontak Emily kaget karna ada Syarif dan seorang gadis di sebelahnya."Em.. bolehkah kami bergabung?"tanya Najwa. Emily mengangguk dan menggeser tempat duduknya."Hai, ketemu lagi."Kata Syarif pada Emily."Kamu sendirian??". lanjut Syarif.lagi-lagi Emily hanya mengangguk."Mbak apa mbak kenal sama kak Dayat??"tanya Najwa pura-pura tidak tau.emily bingung bukanya yang di sebelahnya ini namanya Syarif. Emily celingukan. "oh.. maksud aku kakak ini"Tunjuk Najwa pada Syarif, Emily baru paham. "Kita sering kebetulan ketemu".kata emily."oh, kenalin aku Najwa, adik kak Dayat". kata emily mengulurkan tangan, Emily menyambut uluran tangan Najwa."Emily". "ya aku tau tadi kak Dayat kasi tau aku".tukas Najwa. mereka berdua tertawa kering. mereka bertiga mengobrol. "Kalian tadi dari mana?"tanya Emily. "kita dari rumah sakit, najwa waktunya kontrol, terus mampir sini"jawab Syarif."Kamu sendiri?".lanjut Syarif"."kalau libur kerja aku biasanya main kesini"Jawab Emily."Oh, jadi kak Emil juga sering kesini ya, kakak kerja dimana?".sambung Najwa."Di toko baju milik Tante".jawab Emily. Terdengar bunyi adzan di masjid depan taman. "Kak, udah Dzuhur Najwa sholat dulu di masjid ya kak".pinta Najwa, Syarif pun pamit untuk mengantar Najwa."Kita pergi dulu y!!".Emily mengangguk dan melihat mereka melenggang pergi. terkadang ingin hati emily masuk masjid, setiap mendengar suara adzan hati emily terasa teduh, melihat orang sholat hati emily rasanya terenyu. 'aku iri sama orang muslim, mereka mengerjakan sholat sehari 5 waktu mereka sangat dekat dengan Tuhan mereka,setiap hari bisa berkeluh kesah pada tuhan mereka'.batin emily.

__ADS_1


Usai dari masjid Syarif dan Najwa pulang tak lupa membelikan ibu jajanan di toko kue depan taman.


***


Hari Minggu adalah hari dimana keluwarga emily pergi ke klenteng untuk sembahyang. meski di rumahnya ada kuil kecil tapi mereka tetap rutin ke klenteng setiap Minggu. "Emil, kamu pulang saja dulu, ayah dan ibu mau ketemu bitsu dulu". pinta ayah selesai berdoa."Baik ayah, Emil langsung ke tokoh aja, Nanti ganti baju di toko aja". kata emily."kamu naik angkot aja dulu, nanti kalau pulang hubungi ayah biar ayah jumput". Kata ayah."okey.. Nanti gak usa jumput Emil ya, nanti Emil bareng sama Desi aja". kata emily."ya udah hati-hati".sela ibu Emily."Emil pergi dulu". Pamit Emily melenggang pergi.


Syarif memacu motornya yang selesai di modifikasi sendiri. Dia akan pergi ke markas di jalan dia melihat Emily di pinggir jalan.


***

__ADS_1


Di markas Syarif memberikan bungkusan snak yang tadi dia beli pada Andre untuk di bagi-bagi pada teman-temannya. Andre adalah anak jalanan dia bertemu Syarif ketika Syarif selesai balapan. dia dan teman-teman yang anak pank sedang ngamen di lampu merah. Ada seorang copet yang sedang mengambil tas seorang wanita dan copet itu berlari, wanita itu teriak-teriak dan orang-orang mengejar copet itu mereka salah sangka Andre yang berpapasan dengan copet itu naas di kira dia yang mencopet sehingga orang-orang menghajar Andre, Syarif dan Joy memperhatikan dari tadi. Syarif menghampiri orang-orang yang menghajar Andre. sedangkan Joy mengejar copet itu, Joy melumpuhkan copet itu sedangkan Syarif melerai orang-orang tersebut terlihat Andre yang sudah babak belur di amuk."STOPP!!". suara Syarif bergema. sontak mereka melerai pukulannya pada Andre dan melihat Syarif."itu dia orang yang mencopet tas ibu ini".kata Syarif menunjukkan copet yang di bawah Joy mendekat pada wanita yang telah di copet.orang-orang memperhatikan copet itu dan membawa copet itu ke kantor polisi, Joy mengembalikan tas yang di copet itu pada pemiliknya. wanita itu berterimah kasih dan meminta maaf pada Andre lalu memberikan uang guna untuk berobat Andre. Syarif dan Joy membawa Andre ke markas guna untuk di obati sendiri, Joy dan Syarif adalah lulusan akademi keperawatan. Joy masih bekerja di rumah sakit sedangkan Syarif memilih kerja di bengkel karna dia adalah tulang punggung keluwarganya setelah bapaknya meninggal dia dan Arya merintis bengkel mobil dan sekarang bengkel tersebut sangat ramai karna kinerja yang memuaskan. Selesai di obati uang yang dikasih wanita itu di berikan pada Andre, Andre berterimah kasih. Andre bilang dia anak jalanan dan tidak punya rumah, ibunya meninggal,ayahnya menikah lagi dia di telantarkan sejak umur 8 tahun. Andre bilang dia dan teman-temannya hanya ngamen untuk membeli nasi, mereka tak perna jambret dan meminta-minta. Sejak saat itu Syarif menyuruh Andre tinggal di markas dan dia di suru mengajak teman-temannya juga tinggal dimarkas. Di markas Syarif mengajari Andre dan teman-temannya memodifikasi motor, membongkar mesin, dan ada yang mendesain. Joy mengajari mereka untuk bela diri sedangkan Selin menjadi guru prifat mereka. 3 tahun sudah mereka belajar dan sekarang Andre dan teman-temannya sudah punya penghasilan ayah Joy memodali mereka membuka bengkel motor di sebelah markas mereka.


Syarif duduk di kursi di ikuti Joy."Gawat Rif, tim Bondan tidak terima karna lu gagalkan balapan dan anak buahnya banyak yang kena razia" ujar Joy. Syarif menghela."Apa mereka akan terus mengancam kita?".tanya Syarif."lu tau sendiri kan mereka itu, aku takut adikmu/ibumu yang terancam lagi, mereka akan menggunakan kelemahanmu".jawab Joy."Terus mereka mau apa?"tanya Syarif geram. Joy menghela nafas"mereka mau Lu balapan lagi, bondan masi geram karna belum bisa mengalakanmu".jawab Joy, Syarif berdecak."Okey, bilang pada mereka kita atur balapan 1 kali lagi". Kata Syarif, Joy menatap Syarif dan mengangguk"Okey, gue akan bilang pada Bondan". kata Joy."Buwat perjanjian pada mereka, kalau gue menang gue berhak menentukan apa yang gue mau". lanjut Syarif. Joy hanya mengangguk dan melenggang pergi ke markas Bondan. Andre dari tadi melihat bosnya yang gusar. dia menghampirinya. "Bang, Abang tenang aja ada kita, kita akan melindungi keluarga Abang dari Bondan".kata Andre. Syarif menghela nafas."kamu tenang aja Abang akan selesaikan dengan cara Abang".Syarif menuju ke bengkel sebelah markas dia melihat teman-teman Andre memodifikasi motor metik."Wah.. ternyata tak sia-sia gue ngajarin kalian"kata Syarif menghampiri. mereka mendongak. "Abang, ahirnya Abang kesini juga"kata Leo menghampiri Syarif."Kita kangen bang".lanjut mail. Syarif tersenyum.


Dreeeetttt... bunyi telephon Syarif."ya ada apa Joy?".tanya Syarif pada Joy."Bondan meminta balapan nanti malam Rif, gimana?"kata Joy di sebrang.Syarif menghela nafas dan berkata"Terima aja". Leo dan mail menghampiri Syarif."Bang biar Leo aja yang balapan, abang kan harus jaga mbak Najwa".pinta Leo. "biar Abang yang selesaikan urusan Abang".tolak Syarif.


***


Malam yang dingin di pertigaan jalan yang sepi terdengar suara bising motor-motor yang akan di gunakan untuk balapan. sorak Riu nan rame mendominasi di area tersebut. terlihat Syarif dan Bondan sedang beradu mengencangkan motor mereka di pandu oleh seorang gadis di depan mereka membawa bendera dan meng hitung, hitungan ke tiga mereka menancap gas berpacu dengan motor masing-masing sorak ramai-ramai dari tim mendukung mereka. mereka mengegas full motor mereka melewati jalanan setapak, terlihat Bondan yang lebih dulu memimpin. Syarif terus memacu kuda besinya menyusul Bondan. mereka sejajar tapi Bondan tidak terima dia memepet motor Syarif dan kakinya kanan menyepak motor Syarif kesamping Syarif hilang keseimbangan. Bondan tersenyum miris melihat Syarif yang oleng dia terus melaju. Joy dan Leo kawatir karna motor yang di kendarai miris minggir akan menabrak pembatas jalan.

__ADS_1


(Maaf ya baru bisa up date karna ada banyak pekerjaan)


__ADS_2