Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 7


__ADS_3

Ibu memasak makanan yang akan di bagikan ke pondok. terdengar suara mobil Syarif berhenti di pekarangan rumah.

__ADS_1


"Assalamu Alaikum..."Salam Syarif masuk ke rumah, ibu yang mendengar salam menjawab seraya menghampiri Syarif dan Emily. "waalaikum salam..." ibu tersenyum melihat Emily dan Syarif. 'mereka serasi'. Batin ibu seraya tersenyum. "Buk, ini Emily". kata Syarif memperkenalkan Emily pada ibunya, Emily pun menyalami ibu."Owwh.. jadi kamu ya yang ingin bantuin ibuk?"tanya ibu. "iya Bu, tapi maaf!!Emil tidak bisa masak tapi Emil bantu-bantu yang lain aja".kata emily malu. ibu tersenyum menanggapi kata emily."Gak apa-apa kok nak, nanti biar Dayat yang bantu ibuk, kamu siapin aja kejutan buwat Najwa, kata Dayat kamu mau kasih kejutan kecil buat Najwa??"tanya ibu, Emily tersenyum seraya berkata"iya ini tadi pagi Emil buatin kue kecil untuk Najwa, kata Syarif Najwa tidak suka dengan hal yang berlebih". Emily meletakkan kue yang dia bawah ke meja. "Lha terus aku bantuin apa buk?"tanya Syarif pada ibu. "kamu bakar ayam aja, bumbunya ibuk Uda siapin". pinta ibu."okey..". setengah jam kemudian masakan sudah siap tinggal di bungkus, seusai membungkus Emily menata kue yang di bawahnya ke nampan kecil. ibu membantu Emily, "Kuenya cantik, Najwa pasti suka".kata ibu tersenyum, Emily tersenyum balik,"ini hanya kue kecil buk".balas Emily. "walaupun kecil, tapi kue itu kamu buat dengan setulus hati, dan ketulusan itulah yang akhirnya menjadi sangat berarti , Najwa pasti sangat senang nak" Sela ibu, Emily tersipu malu akan kata ibu. bunyi motor Najwa terdengar di dan berhenti di dapan rumah. Syarif yang sedari tadi memerhatikan ibu dan Emily mengobrol sangat akrab membayangkan seandainya Emily seiman dengannya pasti dia akan menjadikan makmumnya, tapi kenyataan adalah hal yang sangat pahit mereka tak seiman.

__ADS_1


Najwa turun dari motor akan masuk ke dalam rumah, saat membuka pintu Najwa di kejutkan dengan Emily yang membawa kue, di sampingnya ada ibu dan Syarif. "SURPREESS!!".Emily menghampiri Najwa,"selamat ulan tahun Najwa".kata Emily. Najwa mengikis air matanya yang keluar karna terharu, saat melihat Emily berjalan bersama Syarif dan ibunya hati Najwa terenyuh, orang-orang yang dia sayang berkumpul, dia berandai akankah kelak jadi keluarga yang utuh layaknya hari ini. Najwa meniup lilin seraya berterima kasih, kepada Emily, lalu memeluk ibu, dan terakhir pada Syarif.

__ADS_1


Syarif menerima telephon dari Arya yang menyuruhnya untuk segera ke bengkel karna ada panggilan dari klien yang mendadak memberi tahu kalau mobilnya macet di jalan dan disuru segera memperbaiki sedangkan Arya harus ke rumah sakit. "Kamu pergi aja nak, nanti ibuk pergi pake grab aja". kata ibu. Syarif terpaku ketika melihat Najwa datang dan Emily yang memakai syar'i tatapan mata Syarif tak berkedip menyaksikan keindahan Emily yang sangat pantas,elok dan cantik memakai pakaian tersebut. "EHEMM..." dehem Najwa. membuyarkan lamunan Syarif. "nak Emil, kamu ayu tenan nduk," (nak Emil, kamu sangat cantik) kata ibu ala Jawa. Emily tersipu malu. "Apa masi lama?"tanya Syarif. ibu lalu memberi tahu kalau Syarif di suru cepat-cepat ke bengkel, sedangkan Najwa masi menunggu roti yang dia pesan untuk ke pondok belum juga di antar. "Kita naik grab aja nduk, kakakmu kan repot"Kata ibu, Najwa mengangguk. "ya wes, kalau gitu nasi kotak yang kita taruh di mobil kita keluarin aja dulu sambil nunggu pesenan datang".ajak ibu. "Jangan buk, Dayat suru Andre aja kesini buat antar ke pondok".kata Syarif."terus kak Dayat ke bengkel naik motor?" tanya Najwa. Syarif mengangguk. "biar aku aja yang mengemudi"kata Emily. Najwa dan Syarif menoleh pada Emily. "Kak Emil bisa menyetir mobil?" tanya najwa.emily mengambil sesuatu di tasnya lalu menunjukkan pada Najwa dan Syarif.

__ADS_1


__ADS_2