Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 66


__ADS_3

Joy masuk ke ruang kerjanya, dia sangat kesal karna melihat Najwa bersama Devan. Joy teringat dulu ketika Devan menabrak Najwa sampai kaki Najwa cacat. Joy menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. matanya terpejam, memikirkan dadanya yang sangat sakit melihat Najwa bersama dengan Devan.


Drttt!!!

__ADS_1


Drttt!!!


Bunyi ponsel Joy menyadarkan lamunannya, di lihat ponselnya, ternyata mommynya yang menghubunginya. "ada apa mom?". tanya Joy. "kamu bisa jemput mommy sekarang, karna pak supir tadi mommy suru nganter aunty Caro ke rumah sakit dulu, bisa kan Jo?". Joy menarik nafas dalam. "baik mom". Joy beranjak dari tempat duduknya dan mematikan panggilannya. Joy langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobil untuk menjemput mommynya di rumah.

__ADS_1


Emily terbangun mendengar percakapan antara ibu dan mama Devan. Emily melihat di sampingnya Syarif masih duduk menemaninya. "Mas,". lirih Emily. Syarif bangun dari duduknya dia membelai rambut Emily dengan lembut. "ya sayang,". ibu dan mama Devan menatap Emily, mama Devan beranjak menghampiri Emily, "Amel..". lirih mama Devan. Emily memerhatikan mama Devan. "Tante,". mama Devan memegang lembut tangan Emily, "maafkan Tante ya, karna Tante gak tahu kalau kamu sakit". Emily mengangguk. "Gak apa-apa Tante". lirih Emily. "tapi kenapa kemarin Maya gak bilang kalau kamu sakit?". mama Devan masih keluarga dekat Maya, sedangkan Maya adalah tantenya Emily, Maya sering berkunjung ke rumah Devan. apalagi toko baju Maya merupakan langganan tetap mama Devan. "Tante, tolong jangan kasih tahu Tante Maya kalau aku sakit, dan ayah dan ibu juga gak tahu kalau aku sakit, karna aku melarang mas Syarif bilang sama ibu dan ayah, aku gak mau bikin mereka sedih Tante". ungkap Emily. mama Devan mengangguk mengerti, karna dia tahu keluarga Emily sempat mengalami gonjang ganjing keuangan. "baik Amel". kata mama Devan. "terimah kasih Tante". lirih Emily tersenyum pada mama Devan. "tapi Tante kok tahu kalau aku di rawat?". mama Devan melirik Najwa. "tadi Tante dan Devan bertemu Najwa di pondok, kebetulan kita ajak Najwa ikut bareng pulang sama kita, kata Najwa dia mau ke rumah sakit, katanya kamu habis operasi, jadi kami ikut menjenguk sekalian, Tante juga kangen sama kamu mel". Emily mengangguk. Syarif hanya menyimak pembicaraan mereka. sedangkan Devan duduk bersama ibu di sofa. Najwa menghampiri Emily. "mbak, gimana keadaan mbak? apa sudah membaik?". tanya Najwa. Emily mengangguk, "kak Arya bilang dia minta maaf karena belum sempat menjenguk mbak". ungkap Najwa. "gak apa-apa dek, Arya kan juga sibuk". balas Emily. "insya Allah nanti kak Arya mampir kesini kak". Syarif melihat Najwa. "Najwa, kamu sudah makan?". tanya Syarif pada Najwa. Najwa menggeleng. "baiklah, kamu mau makan apa?". najwa menatap Syarif. "Najwa makan di kantin saja kak". jawab Najwa, "sebaiknya kamu makan dulu". Najwa mengangguk. "kalau gitu Tante juga pamit dulu, cepat sembuh ya Mel". ungkap mama Devan. "ya, Tante makasih banyak". lirih Emily. mama Devan beranjak, tak lupa dia pamit pada ibu dan Syarif, ibu mengantar tamunya sampai di depan pintu. "terimah kasih banyak, atas kunjungannya Bu". mama Devan mengangguk, "sama-sama mbak, kita pamit dulu, assalamualaikum". pamit mama Devan, "bibi, Devan pulang dulu ya, najwa_". ibu mengangguk. "hati-hati, waalaikum salam". jawab ibu, "ibuk, Najwa ke kantin dulu ya, ibuk mau pesan apa?". tanya najwa. ibu menggeleng. "ibuk sudah kenyang nduk, hati-hati". pesan ibu, ibu kembali masuk ke dalam kamar sedangkan Najwa berjalan menuju kantin.


Najwa memesan makanan di kantin Najwa memilih menu nasi goreng dan jus alpukat, selesai memesan Najwa duduk, tidak lama kemudian makanan yang Najwa pesan diantar, Najwa mulai memakan makanannya, rumah sakit milik Joy memang menggeratiskan setiap pengunjung yang makan di kantin tersebut. kantin rumah sakit ini layaknya restoran beberapa menu banyak yang makanan luar, ada juga makanan lokal. memang rumah sakit milik keluarga Joy berkelas internasional. Najwa selesai makan, dia memilih pergi dari kantin tersebut, Najwa berjalan menuju ruang rawat Emily, saat mau masuk lift Najwa tersentak karna tangannya di pegang oleh seseorang. Najwa hendak memberontak, Najwa menatap orang yang memegang tangannya, "UMI". mariya mengangguk, saat Najwa berjalan tadi Mariya dan Joy juga sampai di lobi, Mariya melihat Najwa berjalan sendiri, dia mengikuti Najwa dari belakang dan ketika Najwa masuk lift Mariya memegang tangan Najwa, Joy hanya mengikuti Mariya dari belakang. "Umi, Najwa kangen". Najwa memeluk Mariya saat di dalam lift. Joy hanya memerhatikan dari belakang. "sayang, umi juga kangen sama kamu". mariya melerai pelukan Najwa.

__ADS_1


Ting!


Bunyi lift terbuka Najwa dan mariya keluar dari lift tersebut di susul oleh Joy di belakangnya. para karyawan membungkuk ketika berpapasan dengan Mariya dan Joy. sampai di depan kamar Emily, Najwa membuka pintu. "assalamualaikum". salam Najwa masuk ke dalam di susul Mariya dan Joy. "waalaikum salam". jawab ibu dan Syarif bersamaan. "mariya". ibu menghampiri Mariya dan memeluknya. "Aisyah,,". mariya melerai pelukannya. "Umi, terimah kasih banyak". Syarif mendekati Mariya. "Syarif, kamu gak usah berterimah kasih pada umi ini semua karna kuasa Allah nak, bersyukurlah kepada Allah". titah Mariya. Syarif mengangguk, sedangkan Joy mulai duduk di sofa, "gimana keadaan istrimu nak?". tanya umi lembut, "Alhamdulillah umi keadaannya sudah membaik, besok insya Allah boleh pulang". terang Syarif. "syukurlah". mariya mendekati Emily yang sedang tidur. Syarif ingin membangunkan Emily tapi di cegah oleh Mariya. "biarkan dia istirahat". Syarif mengangguk tidak jadi membangunkan Emily. Najwa sedang sibuk dengan ponselnya, sedangkan Joy hanya memerhatikan Najwa dengan diam. mata Mariya tak luput dari memerhatikan anaknya yang memerhatikan Najwa. sedih, itulah yang dirasa. "Mariya, apakah kamu akan kembali ke Amerika?". tanya ibu memecah keheningan. mariya mendekati ibu, "Aku belum tahu Ais, jika Alfredo kesini mungkin aku akan tinggal disini". tutur Mariya. Ibu mengangguk. "sejak aku kembali kenapa aku belum pernah ketemu sama Williams, kamu tahu dimana dia?". tanya Mariya, ibu merasa salah tingkah. Joy hanya melirik Mariya . "Em,, aku juga gak tahu". lirih ibu pada Mariya. "kalian gak pernah bertemu?". ibu melongok dengan perkataan Mariya, Najwa seketika memandang Mariya. "maksudku, kalian kan tinggal disini, dan Willi juga kerja disini, apakah dia gak menengok keadaan Amel?". jelas Mariya, Najwa mengangguk dan melanjutkan lagi aktifitasnya pada ponselnya. benar kata Mariya semenjak Emily masuk rumah sakit ibu tidak pernah melihat dokter Williams menjenguknya. ibu mulai terlihat khawatir. "Jo, apakah kamu tahu Williams?". Joy menggeleng karna fokus Joy tidak hanya rumah sakit tapi beberapa perusahaan dan bisnis yang di kelolanya bersama Syarif juga menjadi tanggung jawab Joy sepenuhnya. "nanti aku hubungi dokter Williams, jika mommy ingin bertemu". ungkap Joy. mariya mengangguk. Joy mulai menghubungi dokter Williams tapi tidak diangkat, dia mengirim pesan juga belum di baca. Joy menghubungi resepsionis. "Oh, jadi dokter Williams tidak masuk, kenapa?". tanya Joy. "APA??". Syarif melihat ke arah Joy, begitu juga dengan Mariya dan ibu perasaan ibu tambah khawatir mendengar kata Joy.

__ADS_1


__ADS_2