Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 41


__ADS_3

Selesai mengajar mengaji Najwa dan Emily berpamitan pada anak-anak dan ustadzah Aini, "Jadi kalian langsung pulang?", tanya ustadzah Aini, "iya ustadzah" jawab Emily, "ya udah, tapi besok jangan lupa ikut pengajian", Emily dan Najwa mengangguk, "insya Allah ustadzah", "ya Uda hati-hati di jalan", Emily dan Najwa mencium punggung tangan ustadzah Aini, "Assalamualaikum", salam Emily dan Najwa serentak, "Waalaikum salam", Emily dan Najwa pun beranjak meninggalkan pondok.


"Ada sorum mobil yang ingin bekerja sama dengan bengkel kita", Arya menemui Syarif yang duduk sambil minum kopi di ruang kerjanya. "milik siapa?", tanya Syarif pada Arya, "nanti aku cek lagi", Arya mengambil air putih untuk di minum, "besok kamu sudah siap kan?", Arya mendengus, "gimana lagi, aku harap Tante itu tidak ikut", Syarif menatap Arya sejenak, "Kamu itu harus cari cara agar tidak menyakiti Tante itu, dan gimana caranya supaya Tante itu tidak mengejar kamu", Arya memikirkan sesuatu, "ahaa, aku punya ide", Arya tertawa girang dengan idenya, "ya udah, tersera kamu, aku mau pulang dulu, istriku sudah menungguh", Syarif meninggalkan Arya yang masih memikirkan idenya, Arya mengambil ponsel di sakunya dan mengirim chat pada seseorang.

__ADS_1


Najwa mengernyit melihat pesan dari Arya, tumben saja Arya chat biasanya jarang sekali, mungkin karna dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Najwa, sehingga tidak sungkan. itu pikiran Najwa, di bukanya chat tersebut dengan hati yang berbunga-bunga, maklum lagi kasmaran. "Najwa besok bisa bantu aku!", Najwa mengernyit membaca pesan dari Arya, 'bukan tanya kabar, eh, Malahan minta bantuan, dasar lelaki itu ya, gak bisa apa gombal sedikit, buat senangin hati dikit, huuu,, apa aku nya saja yang terlalu ke ge-eran?', guman Najwa, "bantu apa kak?", pesan terkirim, ada tanda sudah di baca dan lagi mengetik, "Besok ikut aku ke restoran untuk menemui seseorang", jujur pesan Arya, "nemuin siapa", Pesan Najwa terkirim, "ada pokoknya, aku akan mengenalkanmu pada orang itu", "jam berapa?", Najwa mendengus membaca pesan balasan dari Arya, "jam makan siang, aku akan menjemputmu", "insya allah kak". Najwa memutuskan keluar kamar dan menonton televisi di ruang tengah, terdengar suara pintu terbuka, "Assalamualaikum", terdengar salam ibu, Najwa beranjak menemui ibu, "waalaikum salam", jawab Najwa, "Ibuk baru pulang?", lanjut Najwa bertanya pada ibu, ibu mengangguk dia beranjak masuk, "ibuk ke kamar dulu mau membersikan diri, kamu kalau makan panasin makanan sisa tadi pagi ya", Najwa mengangguk, ibu pergi ke kamar.


Emily sibuk dengan ponselnya dia berkirim pesan dengan kakak iparnya mairah, dia curhat sedikit tentang rumah tangganya. "dek, tidak baik menceritakan tentang kekurangan keluarga pada seseorang, jika ada masalah yang terjadi di dalam rumah tanggamu simpanlah rapat-rapat", terdengar suara mairah di sebrang, "Iya mbak, aku tahu, terimah kasih atas saran mbak, salam buat bang Ale, assalamualaikum", "waalaikum salam", Emily mematikan ponselnya. dia membuka buku yang di pinjam dari Najwa tentang kisah cinta Rasulullah SWA dengan Khadijah. "Bismillah, aku harap cinta mas Syarif padaku sama dengan cinta Rasulullah pada Khadijah, amin".

__ADS_1


"Joy, ayo turun, makan malam bersama?", Mariya masuk ke kamar Joy, dan menghampirinya. Tadi selesai mengantar dokter Williams Joy langsung pulang ke rumah Daddy nya, dia rindu dengan mommy nya. Joy yang lagi rebahan di sofa dia pun langsung bangun dan memeluk mommynya. "iya mom", Mariya membelai lembut Kapala Joy, "kamu kenapa?", Joy menggeleng. "aku hanya rindu mommy", Mariya tersenyum lembut, dia tahu pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Joy. "apa ada masalah?", Joy melerai pelukannya. "tidak mom", Mariya menatap mata Joy, "katakan nak, pasti ada yang membuatmu bingung?", Joy tidak bisa berbohong pada mommy nya, "aku gak tahu kenapa mom, tapi di sini pikiranku tak menentu", lirih Joy memegang dadanya. "tentang cinta?", tanya mommy nya lagi, Joy menggeleng, "aku tidak tahu pasti apa itu cinta", Mariya memeluk Joy kemudian menatapnya, "Kamu mencintai Najwa Jo", Mariya seorang pesikolog jadi dia bisa menebak perasaan Joy. Joy sendiri belum tahu apakah rasa itu cinta atau hanya sebatas ingin melindungi pada Najwa. "Apakah rasa ini cinta mom?", Mariya mengangguk, "aku takut jika benar ini cinta", Mariya mengernyit tidak mengerti dengan ungkapan Joy, "kenapa takut Jo, cinta itu wajar hadir di dalam diri manusia", Joy menghela nafas panjang, "Banyak kekuranganku mom, Najwa wanita sempurna, dan ada yang lebih bisa membahagiakan dia mom bukan Jo", lirih nya. "sabar ya nak, walaupun kamu tidak bisa memilikinya, tapi mommy harap kamu bisa menjaganya", Mariya tahu kalau najwa dan Arya di jodohkan, karna Aisyah yang memberi tahunya, rencananya Mariya ingin melamar Najwa untuk Joy, tapi Aisyah keburu bilang kalau Najwa sudah di jodohkan oleh bapaknya dengan Arya, "Joy akan selalu melindungi Najwa mom, kenapa sesakit ini mom?, dulu waktu di tinggal Selin perasaanku tidak sesakit ini", Joy yang biasanya tegas sekarang di hadapan mommy nya dia seakan rapu karna rasa cintanya untuk Najwa yang tidak mungkin dia dapatkan, "sabar ya nak, kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi pada diri kita kelak".


Di kediaman Syarif sedang melakukan makan malam bersama, "Sayang, besok kita jalan-jalan ya", Syarif berkata dengan lembut pada Emily, "jalan-jalan kemana mas?", besok kamu pasti tahu kalau Uda nyampek", senyum Syarif mengungkapkan perkataannya yang berhasil membuat Emily penasaran dan tersipu. "Oh ya kak, besok kak Arya ngajak jalan Najwa", ibu menatap Najwa, "Kata kak Arya dia butuh bantuanku" lanjut Najwa, "ya tersera kamu mau atau gak", balas Syarif, "kalau besok kebetulan aku gak sibuk, cuma ustadzah Aini bilang ada pengajian di pondok, kalau tidak repot aku disuru datang", Emily baru ingat tadi ustadzah Aini bilang begitu, "Astagfirullah mas, Najwa betul besok kita di suru datang ke pengajian", Syarif menimang perkataan istrinya, "jam berapa pengajiannya?", Emily dan Najwa menggeleng, "kami lupa bertanya, tapi aku akan bertanya pada temanku yang seorang pengurus", Najwa mengambil ponsel di saku gamisnya dan mengirim pesan, tidak lama ada balasan, "besok jam 8 pagi sampai jam 9 Karna pak ustadz yang bertausia juga ada jadwal di pondok lain", terang Najwa pada Syarif, "Kalau bigitu kita pergi setelah kamu pulang dari pengajian sayang", Emily tersenyum pada Syarif, "mas terimah kasih banyak", Syarif mengangguk dan melanjutkan makan kembali.

__ADS_1


"silakan tuan", seorang pramusaji sedang menghidangkan makanan di meja, "Terimah kasih", jawab wanita yang duduk bersama dengan lelaki yang di panggil tuan oleh pramusaji. "Apa kamu sudah mendapatkan balasan kerja sama dengan Syarif?", tanya lelaki itu pada wanita yang sedang menyantap makanannya, "Kamu tenang saja, besok mereka akan mengajak bertemu", terukir senyum dari bibir lelaki itu, "akhirnya, dengan begitu aku akan mudah mendekatimu".


__ADS_2