Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 42


__ADS_3

Emily memilih pakaian untuk di pakai Syarif untuk sholat berjamaah, Syarif tidak jama'ah ke masjid karna dia ingin menjadi imam Emily, meski Emily sedikit demi sedikit sudah mulai bisa bacaan sholat, hanya saja jika doa selesai berdzikir dia belum semua hafal, yang di hafal baru doa sapujagat, doa selamat dunia dan akhirat, "Sayang, sudah siap?", tanya Syarif lembut, Emily mengangguk, "Mas, tapi aku tidak begitu hafal dengan bacaan qunut", lirihnya melanjutkan, Syarif tersenyum pada Emily, "tidak masalah sayang, kita kan sholat berjamaah, jadi kamu mendengarkan saja ketika mas baca qunut, hanya saja nanti kalau hendak selesai di akhir mas akan menjeda bacaannya baru kamu ikuti mas ya", Emily mengangguk, "ya mas terimah kasih, mas sudah membimbing aku sebagai makmummu dengan sabar", "itulah gunanya imam, doakan saja mas bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kita", "Amin". mereka pun melaksanakan sholat jama'ah subuh di kamar dan setelah rukuk ke dua Syarif membaca qunut Emily hanya mendengarkan dan mengaminkan doa qunut yang di baca Syarif, "Allahummah dini fii man hadait, wa 'afini fiman 'afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a'thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha 'alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya'izzu man 'adait, tabarakta rabbana wa ta'alait, fa lakal hamdu a'la ma qadhait,". "falakal Hamdu a'la ma Qadhait". "wa astagfiruka wa atubu ilaik", "wa astagfiruka wa atubu ilaik", "wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyi wa 'ala Alihi wa shahbihi wa salam", " wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam", di akhir doa Syarif menjeda bacaan doanya emliy pun mengikuti bacaan yang di baca Syarif. mereka melanjutkan dengan 2 sujud di rakaat ke dua dan di akhiri dengan salam.


***

__ADS_1


"Pagi dad", Joy menyapa Daddy nya yang sedang nge GIM di mension, "Pagi Joy", Daddy nya melambaikan tangan pada Joy, Joy pun ikut serta dengan Daddy nya, "tumben, kamu gak sibuk?", tanya Daddy pada Joy yang masih melakukan aktifitasnya, "Ini masih pagi dad, nanti sibuk kalau sudah di rumah sakit", jawab Joy, "lebih baik kamu fokus saja dengan jabatan mu sebagai CEO, kalau soal perawat cuti saja dulu", saran Daddy, Joy berhenti sejenak, dan menanggapi perkataan Daddy nya. "Selama ini aku tidak ada masalah dengan pekerjaanku dan profesiku dad, kenapa Daddy bilang begitu?", Daddy tersenyum miris, "kamu memang anak Daddy, keras kepala, Daddy hanya takut kamu akhir-akhir ini tidak setabil, kamu sakit Joy?", Joy melanjutkan aktifitasnya kembali, "Apa perlu Daddy menyuruh seseorang untuk membawa Selin kembali?", lanjut Daddy, Joy menatap Daddy nya dengan geram, dia pun melenggang pergi meninggalkan Daddy nya, bersamaan dengan itu mommy nya ingin menemui mereka tapi mommy berpapakan dengan Joy di tanggah, "Jo, Daddy mana?", Joy tidak menjawab pertanyaan mommy nya, tapi dia hanya mengangguk karna dia masih kesal dengan perkataan Daddy nya, Joy pun kembali melenggang pergi, Mommy yang menatap Joy merasa ada yang aneh dia pun menghampiri suaminya, "Dad, ada apa dengan Jo?", Daddy yang masih bingung dengan tingkah Joy pun cerita pada istrinya, "Jadi kamu bilang gitu pada Joy?", geram mommy pada Daddy, Daddy hanya mengangguk mengiyakan, "Pantas saja dia marah", mommy melotot meninggalkan Daddy, Daddy bingung, "kenapa semua pada marah, apa salah ku?", guman Daddy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia pun beranjak dari ruang GIM, menyusul anak dan istrinya turun ke lantai bawah.


Di kediaman Syarif, ibu dan Emily menyiapkan sarapan, "Waa.. menunya makanan Desa buk, Najwa suka ini maa.." ungkap Najwa girang melihat masakan ibu yang sederhana, ikan asin, ada ayam, tahu, tempe dan lalapan daun singkong sama sambal terasi. Najwa langsung mengambil piring dan dengan semangat dan memilih makanan yang ada di meja. "Kamu tu ya, berapa hari gak makan?", Syarif datang mengejek Najwa yang di piringnya penuh dengan makanan. "lihat Adek senang dikit gak bisa apa?", cuwek Najwa, "lha,, aku kan cuma bertanya? kenapa sewot", Syarif menggeser kursi dan duduk di samping istrinya, ibu yang melihat tingkah anaknya hanya geleng-geleng kepala, "mas udah ah,, jangan godain Najwa aja", Emily menengahi, "iya sayang mas akan makan, kamu juga makan yang bergizi supaya cepat isi", Syarif memegang perut Emily, Emily tersipu malu dengan ula Syarif, "Mudah-mudahan anaknya gak nyebelin kayak bapaknya", celetuk Najwa, Syarif melotot melihat Najwa. "sarapan yang bener, kalian itu bukan anak kecil lagi". geram ibu. "Inggih buk", serempak Syarif dan Najwa menjawab.

__ADS_1


"Assalamualaikum..". salam Emily dan Najwa masuk ke rumah. "Waalaikum salam, kalian sudah kembali", Emily mencium tangan ibu, begitu juga dengan Najwa. "buk, Najwa ganti baju dulu ya", pamit Najwa dia pun pergi ke kamar untuk ganti baju. "nak, katanya kamu dan Dayat mau pergi kapan?", tanya ibu pada Emily, "kata mas Syarif nanti habis dhuhur", ibu mengangguk seraya berjalan ke ruang tengah bersama Emily, "kemana pun kalian pergi, hati-hati di jalan ya!", pesan ibu.


Tok.. tok.. tok.. "Assalamualaikum..". ibu dan Emily saling berpandangan, "sepertinya ada tamu, ibuk lihat dulu", Emily mengangguk ibu berbalik untuk membuka pintu, "waalaikum salam", jawab salam ibu seraya membuka pintu, Arya tersenyum pada ibu, "bibi, Peripun kabere?", tanya Arya pada ibu, "Alhamdulillah Sae nak, kok tumben nak, Ono opo?", tanya ibu logat Jawa, "Madosi Najwa bi, Bade Arya ajak Budal nemui rencang", ibu mengangguk. "ayo masuk, bibi panggilin Najwa", ajak ibu Arya pun masuk mengikuti ibu. Najwa yang sudah selesai ganti baju dia melihat pesan dari Arya, dia pun bergegas menemui Arya, "kak Arya, sudah lama?", ibu hendak memanggil Najwa tapi Najwa lebih dulu datang. "Barusan". "buk, Najwa pergi dulu ya", izin Najwa, ibu pun mengangguk, "hati-hati nak", Arya berpamitan pada ibu, "Arya Budal riyen bi, assalamualaikum". "waalaikum salam".

__ADS_1


__ADS_2