Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 8


__ADS_3

Arya menunggu kedatangan Syarif dengan gusar, Syarif tak kunjung-kunjung datang, apalagi telephon dari klien terus berdering disuru cepat datang memperbaiki mobilnya yang rusak karna mau dipakai sedangkan di bengkel juga ramai, anak-anak pada sibuk semua, jadi dia menelpon Syarif supaya cepat-cepat ke bengkel.


***


Emily mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menunjukan SIM nya pada Najwa dan juga Syarif,"kalau gitu kita pergi bertiga pake mobil kak Dayat, biar kak Dayat pake motornya"Ajak najwa.syarif mengangguk dan menyerahkan kunci mobil pada Emily."okey kalau begitu Kakak pergi dulu, Emil hati-hati ya". Kata Syarif beranjak pergi seraya mengucapkan salam. Tok.. tok.. tok..

__ADS_1


"Buk, najwa bukain pintu dulu ya"kata Najwa beranjak ke depan."permisi mbak ini pesanan rotinya"kata kurir menyerahkan paper bag bungkusan roti pada Najwa."ya mas, makasih".jawab Najwa. Najwa pun kembali masuk menemui ibu dan Emily."buk, kak Emil ayo kita berangkat rotinya Uda di anterin".ajak Najwa. Emily mengangguk. "ayo nak, ustadzah Aini pasti sudah nungguin kita".kata ibu lalu beranjak ke mobil. Najwa dan Emily mengekor di belakang ibu. Sampai di mobil mereka berdoa dulu dalam hati masing-masing. Emily melajukan mobilnya dengan hati-hati. setengah jam kemudian mereka sampai di pondok. Emily memarkirkan mobilnya. ibu turun disusul Najwa baru Emily yang keluar mobil. ustadzah Aini dan ustadz Jailani menyambut mereka. "Assalamu Alaikum.." kata ibuk memgucap salam. "wa Alaikum salam"jawab ustadzah Aini dan ustad jailani bersamaan. Najwa menyalami ustadzah Aini begitupun ibu."Ini siapa?" tanya ustadzah Aini pada ibu.najwa memperkenalkan Emily pada ustadzah aini dan ustadz Jailani. "ini kak Emily ustadzah". emily pun bersalaman dengan ustadzah Aini dan menangkupkan kedua tangannya pada ustadz Jailani. Mereka masuk ke pondok bersama, anak-anak sudah menungguh di mushollah. ustadz Jailani memimpin doa setelah itu baru makanan dan kue yang tadi di bagikan. Emily merasa senang betapa bahagianya karna dia berkumpul dengan para anak-anak yatim.melihat anak-anak hati emily terenyu, dia bersyukur bisa bertemu mereka karena merekalah yang telah membuka mata hati emily agar bersukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepadanya. Emily Melihat Najwa yang sedang mengajari anak-anak menghafal surat pendek dia memerhatikan begitu sahdu lantunan surat yang di hafalkan beberapa anak secara bersamaan ya surat yang di baca adalah mulai Surat Al fatiha sampai Surat Al Bayyina. Selesai mengajari anak-anak Najwa menghpiri Emily. "Kak Emil maaf ya!!' kata Najwa tak enak pada Emily. Emily bingung akan permintaan maaf Najwa." maaf untuk apa?"tanya Emily. "karna Najwa bikin kakak disini menunggu lama"kata Najwa. Emily tersenyum "gak apa-apa kok, kak Emil mala senang disini, melihat anak-anak hati kakak terasa teduh, apalagi mendengar mereka melantunkan ayat-ayat tadi hati kakak begitu sejuk". jelas Emily. "Beneran kak? atau kakak bilang gitu karna kakak gak enak padaku?," tutur Najwa. "ya beneran dong Najwa kalau gak percaya belahlah dadaku". kata emily seraya tersenyum. "Kak Emil ada-ada aja". kata Najwa tersenyum."Kamu pasti sering kesini karna anak-anak Uda begitu dekat denganmu?". tanya Emily pada Najwa. Najwa mengangguk, "aku dan ibu kalau akhir pekan menyempatkan datang kesini kak, sekalian membantu ustadzah Aini mengajar Mengaji pada anak-anak". tutur Najwa, Emily tersenyum."Apa aku boleh datang kesini lagi?"Tanya Emily ragu karna dia bukan seorang muslim. Najwa menatap Emily"Boleh dong kak, siapa yang ngelarang". kata Najwa. "Tapi Najwa, aku bukan seorang muslim".lirih Emily. "Kak, disini kita sama walaupun lingkungan ini pondok pesantren tapi kami tidak perna ngelarang orang untuk berkunjung kesini, bahkan donatur awal pondok ini juga non muslim, terus dia di beri hidayah oleh Allah.sekarang dia menjadi mualaf".kata Najwa menegaskan. "apa aku boleh ikut sama kamu saat mengajari anak-anak mengaji?".tanya Emily lagi. Najwa mengangguk. "Boleh kak, kalau aku ke pondok kak Emil akan aku kasih tau". jawab Najwa tersenyum, Emily pun ikut tersenyum. 'Ya Allah berikanlah hidayah pada kak Emil, semoga ini adalah jalan menuju hidayahmu ya Rab'. batin Najwa berdoa.


Ustadzah Aini dan ibu menghampiri Emily juga Najwa ibu mengajak pulang karna tidak enak hati pada Emily yang mau repot-repot membantu mereka dan menemani ke panti. "Nak Emil, kapan-kapan datang kesini lagi ya! anak-anak tadi bilang katanya kamu cantik baik pula, mungkin dengan kedatangan nak Emil bisa membantu mengurangi kesedihan mereka". pinta ustadzah Aini. "baik ustadzah". jawab Emily. "Tadi kak Emil bilang pada Najwa kalau Najwa kesini mengajar mengaji kak Emil mau ikut". Kata Najwa. ustadzah Aini dan ibu tersenyum senang mendengarnya. "Wa, bagus jadi kita bisa mengaji bersama". kata ustadzah Aini spontan. Emily terdiam Najwa tidak enak hati pada Emily. "Tapi aku tidak bisa membaca Al Qur'an"lirih Emily, ustadzah yang tau kegelisahan mata Najwa dia pun mengerti."Tidak apa nak Emil, kamu bisa mendengarkannya saja," kata ustadzah Aini.


Ustadz Jailani datang bersama keluarga bibi Erina mereka juga datang mengunjungi pondok mereka donatur tetap pondok. "Assalamualaikum.." Salam bibi Erina, "Waalaikum salam.." jawab ustadzah Aini, najwa dan ibu serentak. "Eh, Bu Erina, gimana kabarnya?"tanya ustadzah Aini menyalami bibi erina. "Alhamdulillah baik ustadzah". jawab bibi Erina. "Eh.. Kebetulan ada Najwa dan ibuk Maisyaroh juga disini" bibi Erina menyalami ibu dan Najwa lalu berganti pada Emily." ini Emily kan?"tanya bibi Erina. Emily mengangguk seraya menyalami bibi Erina. "Ya bibi, Emil datang bersama Najwa dan ibuk". jawab Emily. Bibi Erina mengangguk mengerti,"Najwa gimana keadaan mu nak?". tanya bibi Erina, Devan yang sedari tadi di samping mamanya menatap Najwa takjub. "Alhamdulillah baik". jawab Najwa."Buk, Pripun kabare jenengan?"tanya bibi menghampiri ibu"Alhamdulillah Sae Bu," jawab ibu "maafkan kami ya buk, karna kecelakaan waktu itu kaki Najwa jadi begini". lirih bibi Erina, Kaki Najwa cacat memang saat kecelakaan itu kaki Najwa sudah di oprasi dan sekarang Najwa sudah bisa berjalan walau jalannya tidak seperti sedia kala. tapi Najwa selalu bersyukur karna dia masi diberi kenikmatan bisa berjalan, walaupun kadang banyak orang yang memandang rendah dirinya."kecelakaan itu musibah jadi gak perlu Bu Erina minta maaf pada kami" jawab ibu. "Najwa bersyukur sudah bisa jalan lagi, jadi anda tidak harus meminta maaf".kata Najwa pada bibi. Devan yang sedari tadi diam, dia sungkan pada Najwa. Devan yang waktu itu menabrak Najwa Devan kala itu akan ikut balapan liar dan dia kaget karna ada razia satpol PP akhirnya dia melajukan sepedanya tanpa kontrol pikirannya saat itu kacau dan takut karna dia membawa sabu titipan dari temannya untuk menjebak Joy dan Syarif. beruntung saat jatuh Joy membantunya dan sabu itu di buang sama Joy ke jurang. Saat itu dia tak menyangka ternyata Joy Mala membantunya Joy bilang urusannya bukan dengan Devan tapi dengan bosnya. "Najwa apa kamu masih kontrol?"tanya papa Devan pada Najwa"Masi,"lirih Najwa. "Kata dokter gimana?". tanya papa Devan lagi"Aku Masi di suru terapi". jawab Najwa singkat. "Maaf nak, apa sebaiknya kita periksa ke luar negri mungkin disana bisa memulihkan kakimu, dan kamu bisa berjalan seperti sedia kala". kata papa Devan membujuk Najwa. Najwa menggeleng "maaf, tapi tidak perlu anda repot-repot Najwa sudah bersyukur karna Najwa sudah bisa berjalan"kata Najwa segan. Devan hanya diam dia tidak berani bertanya ataupun berkata apa-apa pada Najwa meskipun ingin rasanya dia berbicara pada Najwa tapi lidahnya terasa keluh. "Maaf Bu, kita pamit dulu, gak enak sama nak Emily Uda temenin kita dari tadi" pamit ibu. bibi Erina dan suaminya mengangguk. seusai berpamitan mereka melenggang pergi Devan menatap Najwa dengan nanar. bibi Erina yang melihat mengusap punggung Devan. dan mengajak masuk ke pondok untuk memperdalam agama. ustadz Jailani membimbing Devan memperdalam agama, semenjak dia kecelakaan dia tidak lagi ngedark dan minum-minuman keras. Devan enggan pake sabu, karna efek sabu terlalu berbahaya.

__ADS_1


***


"kapan kita ketemu bokap lu" tanya Syarif. "Nanti malam"balas Joy. "okey" Kata Syarif.


***

__ADS_1


Emily sampai di rumah Syarif dia pun sudah selesai ganti baju. "Kak Emil, tunggu kak Dayat pulang ya!"pinta Najwa. Emily mengangguk. tak selang lama Syarif datang. "Assalamualaikum.." salam Syarif masuk ke rumah. "Waalaikum salam.." jawab Najwa dan ibu bersamaan. "Kak Dayat antarin kak Emil pulang ya!"pinta Najwa. Syarif mengangguk."mari Emil". ajak Syarif, Emily berpamitan pada ibu dan Najwa. Emily keluar di ikuti Syarif, sampai halaman Syarif membukakan pintu mobil untuk Emily, Emily masuk seraya tersenyum, Syarif menutup pintu mobil dan berputar arah dia pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya, di dalam mobil baik Syarif ataupun Emily hanya diam mereka berkelana dengan pikiran masing-masing. saat sampai depan rumah Emily ketika Emily mau turun Syarif menghentikan Emily."Emil tungguh," pinta Syarif. Emily mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil dan menatap Syarif, "Ada apa??"tanya Emily. "Aku... " Kata Syarif terhenti.


__ADS_2