
Di sepertiga malam Syarif melakukan sholat malam, Syarif sadar akan semua kelalaiannya, dulu dia tidak pernah telat untuk melakukan sholat di sepertiga malam, beristigfar memohon ampun atas dosa-dosanya. Syarif melakukan sholat istikhara meminta petunjuk akan kebimbangannya pada Emily.
Syarif dan ibu menuju rumah Emily dia bertekad untuk melamar Emily pada orang tuanya, Syarif yakin akan pilihannya kali ini, dia di temani ibu bersilatur Rahmi ke rumah Emily. sampai depan rumah Emily Syarif memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
"Permisi.". sapa ibu pada ayah Emily kebetulan lagi menyiram bunga di taman. ayah Emily mengangguk, "ada yang bisa saya bantu?" di kiranya ibu akan menanyakan sesuatu, "maaf, apa benar ini rumah Emily?". tanya ibu sopan, ayah Emily mengangguk. "tapi, Emily tidak di rumah". jawab ayah mematikan keran, "saya disini ingin bertemu dengan orang tua Emily pak". kata Syarif mengulurkan tangan pada ayah Emily, ayah Emily membalas uluran tangan Syarif. "mari masuk". ayah mengajak ibu dan Syarif masuk ke dalam rumah, di ruang tengah Syarif gemetar ibu menepuk pundak untuk menenangkan Syarif. ayah dan ibu Emily duduk berhadapan dengan Syarif, "kenapa ingin bertemu dengan kami". ungkap ayah Emily membuka pembicaraan. Syarif tegang, dia menarik nafas dalam, "sebelumnya perkenalkan nama saya Syarif dan ini ibu saya". Syarif memperkenalkan ibunya, "saya Aisyah, ibu Syarif". ibu dan ayah emily mengangguk, "sebenarnya kita datang kesini untuk melamar Emily". lanjut ibu, ayah dan ibu Emily saling berpandangan. "apakah kamu mencintai Emily?". tanya ibu Emily pada Syarif. Syarif mengangguk, "Saya sangat menyayangi Emily Bu, dan saya juga sangat menghormati bapak dan ibu, maka dari itu saya melamar Emily langsung pada bapak dan ibu tanpa sepengetahuan Emily, jika anda tidak menginjinkan saya ikhlas, saya akan mundur". suara Syarif lirih, "Nak, bukannya kami menentang kamu melamar Emily, tapi kamu tahu kan kalian berbeda keyakinan". lanjut ayah Emily, sebenarnya Emily telah kami jodohkan". ungkap ayah Emily, "sebelumnya saya minta maaf pak, Bu!! saya tahu itu, tapi saya hanya mengutarakan keinginan saya pak, jika bapak dan ibu tidak menginjinkan saya ikhlas, tapi tolong jangan beri tahu Emily jika saya telah melamarnya, saya tidak ingin Emily sedih". pesan Syarif, "Maaf nak Syarif dan Mbak Aisyah saya dan ayah izin ke dalam dulu sebentar!" ibu Emily mengajak ayah Emily masuk ke dalam. "ada apa Bu?". tanya ayah penasaran, ibu duduk di kursi ruang makan, "ayah, pemuda itu adalah orang yang di cintai Emily". lirih ibu, ayah merasa bingung, "apa mereka pacaran, tapi kenapa Emily tidak bilang kalau dia punya pacar". ibu menarik nafas dalam dan menjelaskan, "mereka tidak pacaran, tapi mereka saling mencintai ayah". ayah lebih tidak percaya akan kata ibu, " dari mana ibu tahu?" tanya sarkas ayah, "ibu mendengar saat Emily bilang pada mairah di teras, ibu tidak sengaja mendengarnya, Emily mencintai pemuda itu, tapi ibu kira pemuda itu tidak cinta sama Emily, tapi sekarang dia datang langsung pada kita untuk melamar Emily ayah". kata ibu sedih, ayah yang melihat ibu sedih tidak tega, dia memeluk ibu, "apa karna pemuda itu Emily ingin pinda keyakinan?". lirih ayah lembut, ibu menggeleng, "bukan Emily ingin pinda keyakinan karna keinginannya sendiri, bukan karna syarif" ayah menatap ibu, "apa ibu tidak sedih, dulu Aleando, dan sekarang Emily Bu". lirih ayah, "jujur ibu sedih, tapi anak-anak sudah besar mereka bisa menentukan jatih diri mereka sendiri ayah, kita orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik". Isak ibu tidak kuasa membendung air mata yang di pendam. ayah memeluk ibu erat, menenangkan ibu agar tidak sedih, "tenang Bu meski begitu Ale juga tetap sayang pada kita apalagi mairah dia lebih sayang pada kita, ayah yakin Emily juga pasti begitu Emily tidak akan meninggalkan kasih sayangnya untuk kita Bu". ibu mengangguk, "lalu kita harus bilang gimana pada mereka Bu?" tanya ayah lembut, "kita terima aja ayah". usul ibu, "kok gampang banget Bu, bikin pemuda itu resa dulu". jahil ayah tersenyum, "biar kita tahu seberapa besar cintanya pada Emily". ibu menggeleng tidak menyangka suaminya Masi saja jahil, "jadi kita gantung jawabannya gitu maksud ayah". ayah tersenyum, "Kita kembali ke ruang tamu, kasian mereka menunggu lama". ajak ayah. Di ruang tamu Syarif nampak resa dan pucat, karna orang tua Emily di dalam sangat lama, ibu memegang tangan Syarif untuk menenangkan. ibu dan ayah kembali ke ruang tamu dan duduk di tempat semula, ayah yang melihat keresahan Syarif tersenyum puas dalam hati, "baiklah nak, kita belum bisa menjawabnya sekarang, kami butuh waktu, apa besok kamu bisa datang lagi kesini?" Ibu Emily hanya diam, Syarif mengangguk, besok dia akan datang kesini lagi, mereka berpamitan pulang.
Ayah menghubungi Aleando ayah menyuruh Emily untuk segara pulang, ayah bilang pada Aleando jika ada pemudah yang melamar Emily, dan ayah bilang ayah sudah menerima lamaran pemuda tersebut dan menyuruh Emily segera pulang karna akan diadakan acara tunangan.
__ADS_1
Ceklek... mairah membuka pintu menghampiri Emily yang sedang berkemas, "dek, ayah memintamu pulang karna ada seseorang yang melamarmu, dan ayah sudah menerima lamarannya, maafkan abangmu yang tidak bisa membantu, kata aak, ini sudah keputusan ayah".lirih mairah, Emily sudah menyangka, tidak mungkin jika ayah menyuruh pulang tanpa ada sesuatu yang penting. "syukurlah mbak ayah dan ibu tidak kenapa-napa". mairah tidak tega melihat Emily, "apa kamu berkenan dek". tanya mairah pada Emily, Emily mengangguk dan mengangkat kopernya, "jika ini sudah keputusan ayah Emil rela mbak". mairah memeluk Emily tidak menyangka Emily akan setegar ini. "ayo mbak Emil sudah selesai berkemasnya". ajak Emily, mairah mengangguk, "abangmu juga sudah menungguh". jawab asal mairah, padahal tadi dia meninggalkan Aleando begitu saja. Emily dan mairah keluar rumah dan benar saja Aleando sudah menunggu mereka berdua di dalam mobil, Emily memasukkan koper ke bagasi mobil lalu dia masuk ke jok belakang mobil dan duduk, di dalam mobil tidak ada yang berbicara mereka terdiam semua, enta apa yang di pikirkan.
Di sepertiga malam Syarif melakukan sholat istikhara karna pikirannya Masi resa, dia meminta petunjuk pada Allah, "ya Allah, berikanlah petunjukmu, jika engkau meridhoi hambamu ini, mudahkanlah jalanku untuk membimbing Emily menuju jalan yang engkau ridhoi, amin.. Rabbanaa aatinaa fiddunyaa Hasanah wafil aa hirati Hasanah waqinaa adzaa bannaar, amin. selesai berdoa Syarif membaca surat al fatikha 3 kali.
__ADS_1