
Di ruangan dokter Sofia menjelaskan pada Syarif tentang benjolan yang ada di rahim Emily sudah membesar sepertinya obat penggempur yang di berikan tidak ada reaksinya. satu-satunya jalan adalah melakukan operasi.
"Miomektomi.
Miomektomi adalah operasi untuk mengeluarkan miom tanpa mengangkat rahim. Operasi miom ini biasanya dilakukan pada pasien yang berencana untuk hamil kembali. jadi kemungkinan ibu Amel masih bisa hamil, ini jalan satu-satunya jika tidak ingin miom pada rahim istri anda membesar". terang dokter Sofia. Syarif menghela nafas panjang. "lakukan apapun yang terbaik untuk istriku dok!". titah Syarif. dokter Sofia mengangguk, "jika kondisi istri anda stabil kita bisa melakukan operasi besok". Syarif mengangguk, "anda tenang saja, tadi saya sudah menjelaskan pada istri anda, oprasi ini hanya mengangkat miom saja, jadi kemungkinan untuk hamil Masi bisa, istri anda mengangguk, sepertinya dia hanya menungguh keputusan dari anda tuan". jelas dokter Sofia lagi. Syarif mengangguk mengerti, dia pamit keluar menemui Emily di ruang tungguh bersama Najwa dan Arya.
Ceklek..
__ADS_1
Syarif keluar dari ruangan dokter Sofia, dia menghampiri Emily, Syarif terpaku di hadapan Emily, Syarif memeluk Emily, air mata Emily luruh, "sayang, tolong lakukan operasi, aku mau kamu sembuh, aku tidak mau kamu sakit!". lirih Syarif bergetar. Emily menangis terguguh, Arya dan Najwa yang melihat merasa sangat sedih, tanpa disadari air mata Najwa berembun. "Maafkan aku mas!!". lirih Emily. "Sayang apapun yang terjadi aku akan selalu menyayangimu, aku mohon lakukanlah operasi ini, demi aku!". mohon Syarif terguguh. mereka luruh dalam tangisan.
Di markas Joy dan Andre sedang meeting bersama rekan-rekannya. Joy melihat perkembangan pembelajaran dan kinerja anak-anak yang berkembang cukup pesat, bahkan banyak donatur yang ingin menyumbang ke sekolahan bagi anak-anak jalanan tersebut tapi pihak markas menolak karna Joy dan Syarif masih bisa mendanai mereka yang belajar di sekolah ini. "anak-anak didik sekarang bertambah bang, jadi kita bergantian membantu kak Najwa. dulu ada kak Amel juga sering bantu tapi sekarang kak Amel sakit jadi kita bergantian membantu kak Najwa mengajari mereka". ucap Andre pada Joy. "akan aku carikan guru tambahan lagi untuk membantu Najwa". ungkap Joy. Andre dan temannya setuju. "okey, sekarang kalian boleh bubar, aku mau ke perkebunan dulu". titah Joy, mereka pun beranjak meninggalkan Joy, Andre masih disana dengan Joy. "bang, apa mau ku buatkan kopi?". tanya Andre pada Joy. Joy menggeleng. "tidak, kamu urus anak-anak berikan mereka bonus atau makanan yang mereka sukai". titah Joy memberikan beberapa lembar uang ratusan pada andre. Andre menerima uang tersebut. "laksanakan bang". Andre bergegas membeli apa yang di suru Joy. Joy beranjak dari markas dia segera pergi menuju perkebunan untuk mengetahui perkembangannya.
"kak, melihat kak Amel aku sangat sedih". ungkap Najwa pada Arya, mereka sekarang berada di rumah, tadi Arya mengantar Emily dan Syarif pulang, dia tidak mampir, mereka memilih untuk pulang ke rumah karna dari kemarin mereka belum pulang ke rumah. "kita doakan saja semoga operasinya besok berjalan lancar". tita Arya. "amin". lirih Najwa. Emily akhirnya mau melakukan operasi besok, mereka pulang terlebih dahulu untuk melakukan persiapan. "kak Arya, ternyata ujian mereka sangat banyak ya". Arya melihat ke arah Najwa. "manusia itu harus merasakan manis pahitnya kehidupan. begitu juga rumah tangga pasti ada ujiannya, dan ujian itu lah yang membuat rumah tangga itu berarti jika kita ikhlas menghadapi setiap ujian yang Allah berikan rumah tangga kita". Najwa mengangguk membenarkan apa yang di ungkapkan Arya. "kita juga akan menghadapi suatu ujian Honney, jadi aku mohon apa pun yang terjadi kita harus saling memahami dan mempertahankan keluarga kita". lanjut Arya memeluk Najwa.
"Ya Allah, aku mohon kuasamu berilah kemudahan untuk kesembuhan menantu hamba, angkatlah penyakitnya lancarkan lah proses operasinya, hamba mohon lindungilah dia dari marabahaya, ya Latif,Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa 'adzaaban naar. amin". ibu mengusap kedua telapak tanganya ke muka. ibu mengambil mushaf Al Qur'an dan membaca surat Ar Rahman dan Al Mulk. sampai terdengar adzan subuh berkumandang, ibu menutup bacaan dengan membaca tasdiq. ibu menaruh Al Quran di meja, dia kemudian beranjak untuk sholat subuh ke masjid.
__ADS_1
Ceklek..
Syarif membuka pintu dia hendak pergi ke masjid untuk sholat jama'ah di masjid. kebetulan dia berpapasan dengan ibu saat di ruang tengah. "Dayat, kamu mau pergi jama'ah ke masjid?". tanya ibu, Syarif mengangguk. "inggih buk". jawab Syarif. "lha Amel Nang ndi?". tanya ibu, terkadang Syarif dan ibu bercakap menggunakan bahasa Jawa, "tenggene kamar buk". jawab Syarif, ibu mengangguk, "Yo wes lha ayo Budal bareng!". ajak ibuk, Syarif mengikuti langkah ibu. Emily mengambil wudhu dia ingin melaksanakan sholat subuh di rumah, seusai sholat Emily membereskan tempat tidur, dia menatap tas yang berisi barang yang akan di bawah ke rumah sakit nanti, dan baju milik Syarif, karna Syarif tidak ingin meninggalkan Emily saat di rumah sakit dia membawa baju ganti. "Mas, aku sangat mencintaimu mas, ya Allah aku mohon berikan kesembuhan untuk hambamu ini, agar aku bisa membahagiakan suami hamba". lirih emily.
Ceklek..
"Assalamualaikum, sayang". salam Syarif masuk ke kamar. Emily segera beranjak menghampiri Syarif dan menyalaminya. "waalaikum salam mas". Syarif mencium kening Emily, "sayang aku sudah bilang pada Joy kamu akan melakukan operasi, Joy menyuruhku fokus pada kesembuhanmu dulu, dia yang akan menghendel semua pekerjaan". Emily tersenyum pada Syarif. "terimah kasih mas". Syarif meraih tangan emily dia menggenggam ke dua tangan Emily lalu menciumnya lembut. "sayang, kamu adalah segalanya bagi mas. tolong berjuanglah". Emily mengangguk. "insya Allah mas, sebisaku akan ku usahakan_". Emily menghela nafas, "aku juga sangat mencintaimu mas".
__ADS_1