
Teman-teman Syarif memberi ucapan selamat pada Syarif, tamu yang di undang di acara syukuran tidak banyak hanya teman dekat dan keluarga terdekat saja, jika tadi siyang di adakan syukuran di pondok, sekarang diadakan di rumah, mereka bergantian mengucapkan selamat pada Syarif dan Emily, Joy datang bersama Jacob, sedangkan ke dua orang tuanya sudah datang dari tadi, Jacob menghampiri Syarif, "selamat ya, terimah kasih Rif, berkat kamu Abang bisa keluar",Jacob memeluk Syarif, "sama-sama bang". balas Syarif, mereka melerai pelukan mereka berdua, Joy memberi sebuah amplop pada Syarif, "apa ini?" tanya Syarif mengernyit menerima amplop tersebut, "buka aja" pinta Joy, Syarif membuka amplop tersebut dan isinya 2 tiket ke Bali untuk honey moon. "kamu nginep di hotel milik Daddy " Emily tersenyum senang, Syarif senang karna melihat Emily yang terlihat begitu senang dengan hadia dari Joy. Arya menghampiri mereka, "wah.. selamat ya, apa aku boleh ikut?". gurau Arya, Joy mendengus meninggalkan Arya, Arya tidak tinggal diam dia terus mengikuti Joy, "Joy nanti jika aku menikah dengan Najwa beri juga aku tiket ke Bali ya, atau pakai jet pribadimu aja". Joy terdiam sejenak, dia melihat najwa sedang menata hidangan bersama mommy nya, ada rasa sedih ketika Arya mengatakan akan menikahi najwah. mungkin Joy mulai menaruh hati pada Najwa, Joy terus melangkah tanpa menghiraukan Arya, Arya mendengus sebal, Arya beralih mendekati Najwa, Joy yang memperhatikan Najwa tersenyum lepas saat bersama Arya, tapi saat bersamanya Najwa seakan segan dan takut padanya. Hidangan sudah tertatah rapi di atas meja makan, dan semua di panggil untuk makan bersama, terdengar suara mobil yang berhenti ibu melihat kedepan, ternyata dokter Williams datang Syarif yang mengundang dokter Williams, dokter Williams masuk dan berpapasan dengan ibu, "assalaammu Alaikum" salam dokter pada ibu, "Waalaikum salam", jawab ibu, "Maaf aku terlambat", ibu mengangguk, "semua sudah menungguh" ajak ibu, dokter Williams tersenyum, dan masuk bersama dengan ibu, semua mata terpanah pada dokter Williams dan ibu, mereka serasi menggunakan warna baju yang senada, ibu menggunakan baju yang di kasih oleh Mariya,Mariya tersenyum melihat kecocokan baju mereka yang sudah di rancang oleh nya. ibu yang tidak menyadari jika baju yang di pakai senada dengan dokter Williams merasa aneh, dia melangka menuju kursi di dan duduk di sebelah Najwa, "ibuk bajunya kok senada sama dokter Williams". bisik Najwa, "jodoh mungkin".celetuk Arya yang mendengar Najwa berbisik pada ibu, ibu menelisik baju yang di pakainya dengan dokter Williams, ibu melirik Mariya, Mariya sadar yang di tatap hanya cengengesan. Dokter Williams menghampiri Syarif dan memberi selamat pada Syarif dan Emily, "selamat Syarif, semoga sakinah, mawaddah wa Rahmah" doa dokter Williams seraya memberikan paper bag pada Emily. Emily menerima paper bag tersebut dan mengucapkan terimah kasih, semua sudah berkumpul mama Arya tidak bisa datang karna ada tugas mendadak, sedangkan ayah Arya di luar kota, jadi Arya hanya pergi sendiri. acara makan malam berjalan dengan hikmat, seusai makan malam mereka berangsur berpamitan pulang karna sudah malam.
__ADS_1
Di dalam kamar syarif membantu menata barang-barang Emily, ada beberapa baju Emily yang di bawah, meski Syarif sudah menyediakan stok baju baru untuk Emily, tapi Syarif tidak melarang Emily membawa baju dari rumah, "mas, apa ini gak berlebihan?".tanya Emily melihat deretan pakaian yang di persiapkan Syarif untuk nya, "kamu gak suka dengan pakaiannya? maaf, besok kita belanja lagi, ini hanya sebagian yang aku siapin untuk kamu, aku dan Najwa yang memilih jika kamu gak suka jangan di pakai, kita beli yang baru aja". ungkap Syarif. Emily menggeleng, melihat baju yang di siapkan Syarif ternyata baju yang bermerk dan tidak murah harganya, Masi jutaan, sedangkan Emily sendiri tidak pernah membeli harga baju melebihi 1 juta, "bukan begitu mas, bajunya Mala lebih bagus dari milikku, makasi mas". ungkap Emily pada Syarif, Syarif tersenyum, "apa kamu suka?". Emily mengangguk, "suka banget mas". Syarif memeluk Emily, "mas gak maksa kamu untuk berhijab, jika kamu ingin berhijab lakukanlah dengan keinginanmu sendiri". lagi-lagi Emily hanya mengangguk, Syarif melerai pelukannya, "ayo kita sholat isya' dulu". ajak Syarif, Emily terdiam di tempat, "maaf mas". Syarif mengernyit, "kenapa?", Emily tersenyum kikuk, "aku lagi halangan". Syarif beranjak pergi ke kamar mandi, 'sabar Rif, kamu harus berpuasa dulu', batin Syarif di kamar mandi, Syarif menyalakan keran dan berwudlu, di luar Emily merasa tidak enak hati pada Syarif karna Syarif tidak keluar-keluar dari kamar mandi, Emily hendak mengetuk pintu, dan bertepatan pintu ke buka, Syarif keluar dari kamar mandi mendapati Emily di depan kamar mandi, "maaf", lirih Emily, Syarif tersenyum, "maaf untuk apa?" tanya Syarif berjalan mengambil sajadah dan peci, "kamu marah?" lirih Emily, Syarif menggeleng, "aku sholat dulu ya". Emily mengangguk, dia duduk di atas tempat tidur seraya menunggu Syarif selesai sholat.
__ADS_1
***
__ADS_1
Najwa sedang mengerjakan tugas kuliah dia, maklum banyak tugas yang harus dia kerjakan apalagi sebentar lagi dia melakukan KKN. Drrtt.. drrtt.. Najwa mengambil ponsel dan terlihat nama Joy di layar, "hallo". Najwa mengangkat panggilan tersebut, "najwa, maaf mengganggumu, mommy meminta no. mu boleh kah?". terdengar suara Joy di sebrang, "ya boleh kok mas". jawab Najwa, "terimakasih", tut-tut-tut.. panggilan di akhiri oleh Joy.
__ADS_1