Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 65


__ADS_3

Seusai menemui ustadz Jailani, mama dan Devan keluar dari rumah ustadz Jailani, "Dev, mama mau ke toilet dulu, kamu tungguh di luar saja ya!". titah mamanya. "Baik ma". Devan melangkah pergi menuju parkiran, dia menungguh di samping mobil, di lihatnya para santri putri pada selesai mengaji, mereka menuju asrama putri dari musholah. Devan melihat Najwa berpamitan pada ustadzah Aini, Najwa berjalan keluar area pondok, Devan mengikuti Najwa dari belakang, sampai Najwa di pinggir jalan sedang duduk sambil memegang ponsel, Devan menghampiri Najwa, dia ingin menawarkan tumpangan karna dia tahu Arya sedang bekerja di luar kota tidak mungkin Arya menjemput Najwa. Devan dengan ragu menghampiri najwa. "permisi". sapa dava berdiri samping Najwa. Najwa yang fokus pada ponselnya mendongak ke arah seseorang yang memanggilnya. tatapan mereka bertemu sejenak. Najwa memalingkan wajahnya setelah tahu siapa yang menyapanya. "ada apa?". tanya Najwa pada orang tersebut. "Emm.. kamu mau kemana?". tanya devan ragu. "Aku mau ke rumah sakit". jawab acuh Najwa. "Oh, apa kamu mau bareng sama aku, kebetulan searah". tanya devan itu masih ragu. "makasih, tapi tidak baik jika wanita yang sudah mempunyai suami bersama pria lain, apalagi jika hanya berdua". ungkap Najwa. Devan tersenyum kaku. "aku bersama mama". Najwa mellihat ke samping ada seorang ibu-ibu berjalan menghampirinya dan Devan. "Devan, mama mencarimu kemana-mana". kesal mama Devan pada Devan. Najwa hanya menatap mama dan Devan berdua. "Lho ada Najwa". sapa mama Devan. Najwa mengangguk menyapa mama Devan. 'pantesan dicari kemana-mana gak ada, eh ternyata nguber najwa'. guman mama Devan dalam hati. "Eh, Najwa habis mengajar?". tanya mama Devan basa basi. "iya Tante". jawab singkat Najwa. "kamu mau pulang?". tanya mama Devan memperhatikan penampilan Najwa. memang perawakan Najwa setelah menikah dia agak berisi, dan semakin cantik, ya, karna dia sering memoles tipis wajahnya dan memakai lipstik. 'cantik, sayang dia sudah punya suami'. guman mama Devan lagi dalam hati. Najwa mengangguk. "kalau gitu bareng kita aja!". ajak mama Devan. "terimah kasih Tante, tapi Najwa mau ke rumah sakit". tolak Najwa. sedangkan Devan mulai berkutik dengan ponselnya. dia memberi tahu Arya kalau dia sedang di pondok, dan kebetulan bertemu Najwa. Devan bilang dia bersama ibunya, dan mengajak Najwa pulang bareng gak mau. akhirnya Arya menghubungi Devan balik. "assalamualaikum". jawab Devan. Devan pamit mama untuk mengangkat telfon. "ma, Devan angkat telfon dulu". mamanya mengangguk. Devan berjalan agak menjauh dari mamanya dan Najwa. "siapa yang sakit?". tanya mama Devan. "kak Amel, dia habis operasi". jawab Najwa. mama Devan mengangguk, "sakit apa Amel?". tanya mama Devan serius. "miom, tapi Alhamdulillah operasi pengangkatannya sudah berhasil Tante". jelas Najwa. mama Devan menghela nafas berat. Devan menghampiri mamanya dan Najwa. "Najwa, ini Arya mau bicara". Devan memberikan ponselnya pada Najwa. Najwa menerima ponsel itu, "assalamualaikum kak". salam Najwa. 'waalaikum salam, honey kamu ke rumah sakit bareng Devan ya, aku kan gak bisa jemput, aku sudah bilang kok pada devan'. seru Arya. "tapi kak". sela Najwa. 'tolong honey, aku lebih tenang jika kamu bareng Devan dan Tante, daripada kamu naik taksi atau ojol'. terang Arya memohon. "baiklah kak, kalau kakak maunya begitu". ucap Najwa. 'maafkan aku honey. assalamualaikum'. "waalaikum salam". Najwa mengembalikan ponsel pada Devan.

__ADS_1


Sedangkan Joy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sayangnya jalanan macet panjang karna ada kecelakaan. "****!!". umpat Joy merasa kesal, di lihatnya polisi masih mengamankan jalanan. Joy menghubungi seseorang yang tadi menghubunginya. "kau pantau terus dia, jalanan macet, jika ada yang mencurigakan cepat lakukan sesuatu". titah Joy pada orang di sebrang. Joy mematikan ponselnya. jalanan mulai kembali normal karna mobil yang mengalami kecelakaan sudah di derek. Joy melajukan mobilnya menuju suatu tempat, tidak butuh waktu lama Joy sampai di tempat tujuan. Joy menepikan mobilnya. di lihatnya Najwa masuk ke dalam mobil Devan bersama mama Devan. Joy hanya memerhatikan mereka dari jauh. Devan mulai melajukan mobilnya, Joy mengikuti dari belakang. "Arya, kau tidak bisa menjaga istrimu dengan baik". geram Joy. "awas saja jika terjadi sesuatu pada Najwa, aku tidak akan memaafkanmu Arya". Joy sangat geram.

__ADS_1


Di rumah sakit dokter Caro bersama dengan dokter Sofia melihat kondisi Emily, "selamat siang". sapa dokter Sofia masuk bersama dokter Caro. "siang dok". jawab ibu dan Syarif. "permisi dulu ya, kita mau ngecek kondisi nyonya Amel". tutur dokter Sofia. ibu dan Syarif memberikan tempat pada dokter Sofia bersama dokter Caro untuk mengecek kondisi Emily. dokter Caro mulai berkutik, "apa masih sakit?". tanya dokter Sofia. Emily menggeleng. di lihat luka bekas jahitannya juga sudah agak kering, kondisi Emily juga sudah normal. "syukurlah keadaan kamu sudah stabil, besok kamu bisa pulang". tutur dokter Sofia pada Emily. Emily mengangguk. "Alhamdulillah, terimah kasih dok". jawab Emily merasa bersyukur. dokter Sofia dan dokter Caro selesai mengecek kondisi Emily mereka pamit untuk kembali. "baiklah kita pamit dulu, jaga terus istrimu tuan Syarif, biar dia cepat pulih. kalian masih bisa mempunyai anak. teruslah berikhtiar". saran dokter Sofia. "terimah kasih banyak dok". dokter Caro menimpali. "it's okey, good luck". Syarif dan ibu bersyukur karna kondisi Emily sudah lebih membaik. "kami pamit dulu, assalamualaikum". salam dokter Sofia, "waalaikum salam". jawab ibu, Syarif dan Emily bersamaan. dokter Sofia dan dokter Caro melenggang pergi dari ruang rawat Emily.

__ADS_1


Ceklek...

__ADS_1


"assalamualaikum". salam Najwa membuka pintu ruang rawat Emily, "waalaikum salam". jawab ibu dan Syarif melihat ke arah pintu menampilkan Najwa bersama mama Devan, dan Devan turut masuk, "Najwa, kamu_". kata ibu terjedah, "ya mbak, kebetulan tadi kita bertemu di pondok, jadi tadi Najwa kita ajak bareng, kata Najwa mau ke rumah sakit, ternyata Amel yang sakit, jadi kita sekalian menjenguk Amel, aku juga kangen sama Amel mbak". jelas mama Devan. ibu mengangguk, "terimah kasih banyak, Mari silakan duduk Bu, dan nak Devan". Syarif hanya memerhatikan mereka saja, sedangkan Emily masih terlelap seusai meminum obat yang di berikan perawat.

__ADS_1


__ADS_2