Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 85


__ADS_3

Di kota lain nampak Arya sedang menyelesaikan sebuah file yang telah di rekap ulang, file itu akan di kirim ke Devan. Bengkel dan sorum ini adalah hasil dari kerja sama Arya dan Devan. Biasanya Devan yang hendel, tapi sekarang Devan harus menggantikan papanya untuk dinas ke luar negri selama 1 Minggu. pekerjaan Arya memang harus ekstra, apalagi dia sadar akan cuti beberapa waktu jika Najwa melahirkan. Arya melihat jam tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Arya hendak pulang meski tadi Najwa melarangnya untuk pulang. Entah Arya tidak tegah bila melihat Najwa tidur sendiri, apalagi melihat keadaan Najwa yang mengandung bayi kembar membuatnya tidak tegah meninggalkan Najwa sendiri.


"Pak di luar hujan, apa tidak sebaiknya bapak menginap saja?". tanya Ega, salah satu karyawan Arya.


"Ini baru jam 9, kamu tenang saja, perjalanan dari sini ke rumah cuma memakan waktu 2 jam". papar Arya. Ega tidak bisa mencegah bosnya. jadilah Arya pulang dalam cuaca yang hujan.


Najwa menatap hujan dari jendela di kamarnya, jujur saja, sepi, karna dia sendirian di malam yang kelam. Najwa memanjatkan doa.


"Allahummaj'alhu shayyiban naafi'an". Najwa melihat jam menunjukan waktu pukul 10 malam. Najwa membaringkan diri di ranjang dia mengelus perutnya seraya mengucap doa, dan membaca surat an nas, Al falaq dan ayat kursi.


Dalam malam yang kelam di hunian yang lain nampak sejoli sedang memanjatkan doa dalam sujudnya, seusai sholat lantunan dzikir terus di kumandangkan, rasa syukur akan nikmat dan karunia Allah yang telah di berikan dalam kehidupan mereka, semua cobaan yang telah di jalani menjadikan jiwa seseorang akan menjadi lebih sabar dan ikhlas. Ikhlas, memang sulit untuk di jalani, butuh waktu untuk bisa menata hati supaya lebih legowo. Takdir hidup seseorang memang telah di tetapkan oleh Allah. Semua insan ingin ketetapan Tuhan yang baik, tapi Tuhan itu maha adil, Tuhan menciptakan takdir baik dan buruk. Takdir buruk adalah suatu cobaan yang Allah berikan kepada hambanya supaya dapat belajar dari keterpurukan yang di lalui untuk selalu sabar. dan takdir baik yang Allah berikan adalah satu ganjaran buah dari kesabaran dan keikhlasan setiap insan. Begitu juga dalam kehidupan yang di jalani Emily dan Syarif Allah menyatukan cinta mereka meski begitu banyak kendala mereka lalui dengan sabar dan ikhlas, mereka bersyukur karna Allah telah memberikan kebahagiaan dalam kehidupan mereka.


Selesai sholat Sunnah mereka menuju beraduan. mereka memulai sunnah rasul tak lupa membaca doa untuk generasi yang berakhlak mulia, Sholih dan sholihah.


Syarif mulai dengan mencium ubun-ubun dan turun ke bawah, desiran jantung emily berdegup semakin kencang dikala buaian yang Syarif berikan menelusuri setiap lekuk tubuh Emily, tanpa terasa mereka sudah melepaskan setiap hasrat yang terpendam dalam penyatuan diri.

__ADS_1


"Sayang,,". lirih Syarif lembut di telinga Emily. Emily menatap suaminya dengan tatapan lembut.


"ada apa mas?".


'Cup!


Emily tersenyum mendapat kecupan di bibir dari Syarif. Syarif terlalu gemas pada Emily, meski mereka lelah dalam pergulatan tapi Emily masih begitu menggairahkan di mata Syarif.


"Mas, apaan sih". kata Emily bersemu.


"Terima kasih karna kamu mau menerimaku, menemaniku dan bersabar akan kelakuanku, kamu adalah bidadari di dunia dan surgaku". Syarif menggenggam tangan Emily lalu menciumnya. Emily menatap dalam Syarif.


"Tetaplah menjadi makmumku, jika imammu ini salah, maka kewajibanmu untuk mengingatkan, karna imammu ini hanyalah manusia biasa dan tak luput dari dosa". Syarif mempererat pelukannya dan mencium kening Emily dengan lembut. Emily mengangguk.


"Kita bobok yuk sayang, sudah malam, kamu juga pasti capek". ajak Syarif, lagi-lagi Emily mengangguk, Syarif memeluk Emily dalam dekapannya, mereka pun terpejam kedalam alam mimpi.

__ADS_1


Sedangkan di luar hujan masih mengguyur di sebagian kota, angin kencang dan Guntur menyambar. Laju kendaraan pun harus dengan ekstra waspada, jalanan licin dan berbelok memberikan suasana yang mencengkram, Arya dengan hati-hati melewati setiap jalanan yang berliku, kebetulan jalanan agak sepi jadi Arya hendak menekan gas agar cepat sampai di rumah, pikirannya sudah sangat kalut memikirkan tentang keadaan istrinya dia mencoba menghubungi Najwa tapi tidak bisa, karna keadaan cuaca dan daerah hutan yang dia lewati saat ini.


"Najwa, bagaimana keadaanmu?". lirih Arya menatap sendu ponselnya yang di pegang, Arya mencoba mengirim pesan.


'Honey, kamu lagi ngapain sayang?'. tidak ada balasan dari Najwa. Arya semakin resah, dia mencoba menghubungi mamanya untuk menemani Najwa dulu, karna Najwa biasanya takut dengan bunyi petir, biasanya Arya selalu memeluk Najwa ketika ada petir menyambar. Karna sudah malam mamanya pasti sudah tidur tak ada jawaban dari panggilan Arya. Arya menghela nafas berat dia menaruh ponselnya di saku kemeja yang dia pakai, dia harus fokus pada jalanan dan segera sampai di rumah.


Di lain tempat di sebuah hotel berbintang lima seorang wanita dan pria nampak terlelap tampak pakaian yang berserakan di bawah ranjang, entahlah apa yang telah mereka lakukan. seorang lelaki berdiri tersenyum setelah mendapatkan potret mereka.


"Sempurna". ungkap lelaki itu berseringai.


"lihatlah Devan, apa yang akan ku lakukan dengan foto ini". lanjut lelaki itu, dia pun bergegas keluar dari kamar hotel tersebut. Lelaki itu memasuki mobilnya, dia melihat hasil dari gambar yang dia potret tadi. Lelaki itu adalah saingan bisnis papa Devan, lelaki itu menjebak Devan bersama seorang wanita yaitu sekretaris papa Devan. ya, sekretaris itu juga mempunyai ketertarikan dengan Devan, selesai meeting tadi lelaki itu memberi obat pada minuman mereka berdua, anehnya Devan di beri obat tidur, sedangkan wanita itu diberikan obat perangsang, entah siapa yang melucuti pakaian mereka, lelaki itu masuk ke kamar hotel setelah tahu jika mereka sudah terlelap, lelaki itu menyamar menjadi seorang cleaning servis. lelaki itu tersenyum puas membayangkan kehancuran dari keluarga Devan.


Arya memarkirkan mobil ke garasi, terlihat semua orang sudah terlelap begitu juga dengan para ART. tinggal pak satpam saja yang masih berjaga di pos. Beruntung Arya selalu membawa kunci cadangan, Arya masuk ke dalam dan langsung menuju kamar, dia khawatir dengan Najwa. sampai di dalam kamar terlihat Najwa yang sudah tidur dengan posisi miring, Arya tersenyum melihat istrinya yang terlalap, Arya segera ke kamar mandi.


Arya menatap dalam Najwa yang tertidur, selesai mandi tadi Arya bergegas menghampiri Najwa, dia membelai rambut Najwa yang menutupi matanya, Arya mencium bibir Najwa, lalu beralih melihat perut buncit Najwa, Arya mengelus serta mencium perut Najwa yang buncit. terlihat gerakan yang ada di dalam perut seperti menyapa pada empunya.

__ADS_1


"Nak, kalian harus bisa menjaga bunda kapanpun, di saat ayah tidak disisi kalian, ayah harap kalian akan selalu menjaga bunda nak, ayah tahu anak ayah hebat-hebat".


TAMAT


__ADS_2