
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
Ibu beranjak membuka pintu, terlihat Joy tersenyum di depan ibu, "Bu, maaf sudah menungguh Joy lama", ibu memberi isyarat Joy untuk masuk ke dalam dulu, "Ayo, masuk dulu nak!" Joy pun bergeming masuk kedalam, "duduk dulu, ibuk panggilkan Najwa dulu ya" ibu pun beranjak masuk memanggil Najwa, Joy duduk di sofa ruang tamu seraya menghempaskan nafas, begitu lelahnya dia seharian sampai-sampai dia tidak punya waktu istirahat. ibu dan Najwa berjalan menghampiri Joy di ruang tamu, Joy tidak menyadari keberadaan ibu dan Najwa di berdiri di sampingnya, "mas", sapa Najwa mengagetkan Joy hingga Joy tersentak, "ya", Joy menatap Najwa dan ibu bergantian, "maaf, ibu dan Najwa suda siap, ayo kita berangkat", Joy bangun dari duduknya dan beranjak melangkah ke luar rumah, ibu dan Najwa mengikuti Joy dari belakang, ibu mengunci pintu rumah, Joy membukakan pintu mobil untuk ibu dan Najwa, Joy membawa mobil mewah milik Daddy nya, Najwa tidak heran karna Joy orang kaya mobil di garasi rumahnya pun bermacam-macam. ibu dan Najwa pun masuk ke dalam mobil,Joy menutup pintu dan berali dia pun masuk ke dalam mobil, Joy melajukan mobil, "Nak, kita mampir ke tokoh kue dulu ya!", pinta ibu, Joy hanya mengangguk.
__ADS_1
***
__ADS_1
***
__ADS_1
Di rumah Joy sudah tertata rapi hidangan di meja makan, tadi umi Mariya di bantu ART dan sanum untuk menata di meja makan, Aslan nampak senang bermain dengan Alfredo, terdengar suara mobil berhenti di pekarangan rumah, umi Mariya menghampiri Alfredo, "mungkin Joy sudah datang", Alfredo mengangguk dan mengisyaratkan umi Mariya untuk menyambut mereka, tapi bukan Joy yang datang tapi dokter Williams yang turun dari mobil, dokter Williams memberi salam, dan masuk ke rumah di sambut oleh Alfredo, "dokter, terimah kasih sudah menyempatkan datang", dokter Williams duduk bersama dengan Alfredo, Aslan memerhatikan dokter Williams dia terlihat takut dan Aslan berhambur ke pelukan Jacob yang kebetulan baru datang dan masuk ke dalam di susul umi Mariya, Jacob merai tangan Aslan dan di gendongnya Aslan dalam dekapan Jacob sangat nyaman, sanum mencari keberadaan Aslan, dia memberanikan diri melangkah menuju ruang tengah sebenarnya dia Masi takut dan gemetar tapi dia tangkis rasa itu karna kekhawatirannya dengan Aslan, "Aslan", Jacob yang menggendong Aslan berbalik mendengar suara sanum, Jacob terpaku pada sanum, jika saja sanum halal baginya mungkin dia akan segera memeluk sanum mengungkapkan rasa rindunya, tapi dia sadar akan batasan itu, sanum seorang muslim dan dia dan sanum belum ada ikatan apapun, begitu juga dengan sanum tatapan mereka bertemu tapi sanum menunduk Aslan yang melihat ibunya dia meminta turun dan berlari ke pelukan ibunya, "mama, Aslan takut, tapi om itu baik", celetuk Aslan, Jacob tersenyum, umi Mariya menghampiri sanum dengan Aslan, "Aslan tidak perlu takut, disini semua sayang Aslan", lembut umi Mariya menjelaskan pada Aslan, karna sadar sanum Masi gemetar melihat banyak orang sanum tidak bisa berkata karna dirinya sendiri Masi ada rasa trauma jika berhadapan banyak orang. semua terasa hening seketika, umi Mariya mencairkan keheningan dengan mengajak masuk dan duduk di meja makan seraya menungguh Joy bersama ibu, dan Najwa datang, tidak lama kemudian terdengar suara salam, "Assalamualaikum", umi Mariya beranjak dari duduknya, "Nah, itu mereka sudah datang", umi Mariya hendak menyambut ibu dan Najwa, "Waalaikum salam", jawab umi Mariya menghampiri ibu dan Najwa, Najwa mencium tangan umi Mariya dengan takzim, "umi sudah menungguh dari tadi", ibu menyerahkan paper bag berisi kue kepada umi Mariya, "maaf, tadi mampir beli ini", sela ibu, umi Mariya menerima paper bag tersebut, seraya mengajak mereka masuk. "Nah, ini dia tamu yang kita tungguh-tungguh sudah datang", ucap Alfredo tersenyum menyambut ibu dan Najwa, "Mari duduk", ajak umi Mariya, ibu dan Najwa duduk bersampingan dan di sebelah Najwa ada seorang wanita bercadar, najwa tersenyum pada wanita itu, di samping ibu ada umi Mariya, "mari kita makan, maaf ya hanya bisa menyiapkan ini", ucap umi Mariya, mereka pun makan dengan hikmat, Joy duduk di sebela Jacob, sedangkan Aslan duduk di sebelah ibu nya, Jacob tidak henti-hentinya melihat sanum dan Aslan, tanpa disadari Jacob terbesit senyum di bibirnya, Joy yang melihat uncle nya sedang senyum-senyum berbisik membuyarkan senyum Jacob, "jangan senyum-senyum terus", Jacob bercedak kesal, "apa sih, mentang-mentang kamu Uda punya pengganti Selin aja", kesal Jacob, "maksud ancle", Jacob melirik Najwa mengisyaratkan pada Joy, Joy yang tahu itu hanya diam. Jacob kira Joy dan Najwa pacaran, karna Jacob tidak tahu jika Najwa telah di jodohkan dengan Arya oleh bapaknya. Seusai makan Najwa menghampiri sanum yang telah duduk menyendiri di dapur bersama Aslan yang memainkan mainannya, "Adek, boleh kah kakak ikut main?", ungkap najwa lembut, Aslan melihat Najwa lalu berganti melihat ibunya mengisyaratkan apakah ibunya menginjinkan, dan ibunya mengangguk, Aslan pun mengangguk, Najwa tersenyum manis dan berhambur main dengan Aslan, "nama kakak Najwa, kalau Adek siapa namanya?", tanya Najwa merayu Aslan dan mengulurkan tangannya, Aslan melihat ibunya dan kembali melihat Najwa, "Aslan", cicit Aslan hampir tidak di dengar Najwa, "Oh,nama yang bagus," Najwa bersanding dengan Aslan, mereka lama-lama nampak akrab, sanum hanya memerhatikan mereka yang bermain bersama, "Aslan, besok lagi ya mainnya, sekarang sudah malam, Aslan bobok dulu", ajak Najwa Aslan menurut, mereka menghampiri sanum, "mama, kak Najwa baik, besok main lagi", celoteh Aslan, sanum tersenyum menanggapi Aslan begitu juga Najwa dia tersenyum manis, "terimakasih", ucap sanum, Najwa mengangguk dan mengulurkan tangannya pada sanum, "aku Najwa mbak", sanum ragu membalas uluran tangan Najwa, najwa tersenyum pada sanum, sanum akhirnya membalas uluran tangan Najwa, "sanum", lirih sanum pada Najwa. ibu mengajak Najwa untuk pulang, Joy yang akan bersiap untuk mengantar ibu dan Najwa, di cega oleh dokter Williams karna dokter Williams akan mengajak mereka pulang bareng kebetulan searah.
__ADS_1