
Sesampai di rumah Arya menghubungi dokter keluarganya untuk memeriksa kondisi Najwa. Najwa tadi di mobil sempat mual, Arya semakin cemas karna tidak biasanya Najwa mual dan muntah di mobil, Arya sempat mengajak Najwa periksa ke rumah sakit tapi Najwa menolak dia ingin segera pulang ke rumah. sesampai di rumah Najwa langsung istirahat dan tertidur, Arya menghubungi dokter karna dia takut Najwa kenapa-napa.
__ADS_1
"dokter, bisa kesini sekarang, Najwa lagi sakit?". seru Arya pada dokter di sebrang. "mama ada tugas di luar kota". lanjut Arya. "kalau bisa agak cepat dok". Arya mematikan ponselnya. dia beranjak mendekati Najwa di tempat tidur dan memeriksa kening najwa dengan punggung tangannya. "badannya gak panas, apa masuk angin?". guman Arya. tidak lama kemudian ART mengetuk pintu kamarnya dan memberi tahu jika dokter sudah sampai, Arya menyuruh ART mengantar dokter ke kamar.
__ADS_1
Emily membantu di tokoh baju Maya mengecek dan sesekali membantu para pembeli memilihkan baju yang cocok. seorang wanita cantik masuk ke dalam tokoh, wanita itu menghampiri Emily yang sedang memilihkan baju yang cocok untuk pelanggan. "permisi mbak, apa ada dress yang cocok untukku?". tanya wanita itu pada Emily. Emily berbalik arah melihat wanita itu, "Oh, mbak mau dress yang bagaimana?". tanya Emily lembut. "dress untuk acara hajatan". kata wanita itu memerhatikan penampilan Emily. "Oh, mari mbak saya antar". ajak Emily pada wanita itu menuju sap dress untuk acara hajatan, mulai dari gaun, abaya, dan gamis yang di disain untuk acara hajatan, di rak itu juga ada Khimar, dan hijab pasmina untuk melengkapi bagi yang berhijab. "silahkan anda pilih!". seru Emily pada wanita itu, wanita itu mengangguk, dia melihat merk dan harga bandrol baju. wanita itu salut, ternyata baju yang di jual di toko ini bermacam-macam, bahkan ada yang langsung di import dari luar negri, seperti abaya-abaya ini wanita itu melihat merk-nya ternyata import dari Dubai. awalnya wanita itu hanya iseng masuk tokoh baju yang dikira tak berkelas, tapi baju disini beragam mulai dari yang recehan sampai baju milik disaener ternama juga bekerja sama dengan tokoh baju ini. "maaf mbak, bisakah mbak memilihkan yang cocok untukku?". pinta wanita itu pada Emily, Emily mengangguk dan memilihkan dress lengan panjang yang elegan berbahan sifon berwarna cream. "mbak, coba ini". wanita itu melihat dress yang dibawah Emily, kemudian dia mengambilnya dan mencoba dress tersebut. "baiklah akan ku coba". wanita itu masuk ke ruang ganti, wanita itu melihat bandrol dan merek baju itu, dia tersenyum sinis, dia lalu memakainya, di lihat dari kaca pakaian itu sangat pas dan cocok untuk dirinya, meski harganya ratusan ribu tapi tidak kala mewah dengan harga yang jutaan. bahkan dirasa wanita itu lebih pantas memakai dress ini dari dress yang di pakai tadi yang harganya 5 juta. wanita itu keluar dari tempat ganti menunjukkan pada Emily, ketika Emily melihat dia tersenyum. "cantik sekali". celetuk pegawai yang membantu menata baju di rak. wanita itu melihat ke arah pegawai itu. "beneran ini cocok untukku?". tanya wanita itu pada Emily. Emily mengangguk. "anda terlihat lebih pantas memakai ini, karna ini lebih sopan untuk ke acara hajatan". terang Emily. wanita itu mengangguk lalu kembali ke dalam kamar ganti dan berganti memakai dress yang di pakai tadi. dress se lutut tanpa lengan. wanita menatap lagi dress yang di pakai tadi lalu membawa keluar, "baiklah kalau begitu aku memilih yang ini saja". terang wanita itu, Emily memanggil karyawan untuk membungkus dress tersebut. "ngomong-ngomong mbak yang punya tokoh baju ini?". tanya wanita itu pada emily. Emily menggeleng. "bukan, ini tokoh baju milik tanteku". jujur Emily. wanit itu mengerti. "Oh, ku kira anda pemiliknya, Karna ku lihat anda sangat menghormati pelanggan, bahkan mau memilihkan baju yang cocok untuk mereka". Emily tersenyum, "karna aku mantan karyawan disini, jadi semua yang ada di sini aku sudah tahu". tutur Emily. wanita itu mengangguk, dan menuju kasir untuk membayar, sedangkan Emily masih sibuk menata baju dan menyaoa para pelanggan. wanita itu diam-diam memerhatikan Emily. "950 mbak". ucap kasir menyadarkan wanita itu, "emm, baik". wanita itu mengeluarkan kredit cart dan memberikan pada kasir. selesai membayar wanita itu keluar dan membawa paper bag masuk ke dalam mobil. di dalam mobil wanita itu tersenyum licik. "Emily... Tinggal satu langkah!".
__ADS_1