Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 15


__ADS_3

Emily menghubungi Najwa tapi tidak perna di angkat, pesan yang dia kirim juga tidak di baca. Emily ingin mengakui perasaannya pada Syarif lewat Najwa tapi Najwa tidak dapat di hubungi. Emily memberanikan diri menelfon Syarif tapi Syarif juga tidak bisa di hubungi. Emily mondar mandir, sudah 3 hari tapi pesan Emily tidak di baca oleh Najwa.


Hari ini Emily akan pergi ke rumah Syarif, dia sudah memutuskan untuk jujur pada Najwa jika dia menyukai Syarif. Sampai di depan rumah Najwa terlihat sepi, pagar pintu di gembok tidak seperti biasanya walaupun ibu dan Najwa pergi mereka hanya menutup gerbang tanpa menggembok. "kenapa rumah sepi, pada kemana". Guman Emily sendiri, Emily melenggang pergi dari rumah dengan perasaan sedih.

__ADS_1


***


5 hari sudah Syarif di rumah sakit, dia belum sadarkan diri, Najwa dan ibu bergantian menjaga di dalam ruangan, karna hanya 1 orang yang boleh menjaga di dalam. Najwa tidak sempat membuka ponselnya. pesan telepon dari Emily pun dia tidak tahu. Hari ini Najwa masuk kuliah dia sudah izin 3 kali pertemuan tidak masuk. Dia pun pamit pada ibu untuk pulang ke rumah semenjak di rumah sakit mereka tidak pernah pulang.

__ADS_1


Najwa berjalan di lorong rumah sakit, karna ruang Syarif terletak di lantai atas rumah sakit, Syarif di tempatkan di ruang VVIP, karna kondisinya masi kritis sehingga tidak boleh banyak orang yang menjaga di dalam ruangan maksimal 2, itu pun tidak boleh lama-lama di dalam hanya 1 yang boleh berjaga di dalam. Joy menyuruh ibu dan Najwa untuk istirahat di ruang sebelah yaitu ruang pribadinya. ya karna rumah sakit itu milik keluarga Joy dan Joy juga bertugas di rumah sakitnya. awalnya bersama Syarif, tapi Syarif harus meneruskan bengkel tinggalan bapaknya dan ayah Arya. Najwa menekan tombol lif, pintu lif terbuka Joy keluar dari dalam lif melihat Najwa yang ada di hadapannya, "kamu mau kemana?". tanya Joy pada Najwa. Najwa yang melihat Joy langsung menunduk. "aku mau pulang sebentar, ada barang yang harus ku ambil". jawab Najwa Masi menduduk. "apa kamu mau ambil pakaian buat ganti?". tanya joy. Najwa menggeleng, "nanti aku akan suruh orang untuk bawakan baju ganti untukmu dan ibu" kata Joy. "Gak usah mas, baju yang mas bawain Masi ada kok buwat ganti nanti mas". ungkap Najwa, "Lalu kenapa kamu mau pulang?". tanya Joy menyelidik. "Najwa mau ambil buku mata kuliah". jawab Najwa lirih. "apa kamu sudah bilang pada Arya?". tanya Joy. Najwa hanya menggeleng. "aku akan izinkan kamu pada dosenmu". terang Joy seraya mengambil ponselnya dalam saku akan menghubungi dosen Najwa. "mas, Najwa suda 3kali pertemuan gak masuk mas, dosen Najwa meminta Najwa masuk karna ada hal penting yang ingin di sampaikan pada Najwa". kata. najwa Dengan lirih. "baiklah kalau begitu kamu aku antar, karna Arya sedang sibuk di bengkel, ibu akan di jaga Andre dan teman-temannya" jelas Joy."gak usa, Najwa pergi sendiri mas". lirih Najwa takut karna Joy dan Arya melarang Najwa dan ibu kemana-mana sendiri, bahkan pakaian ganti saja langsung di belikan Joy, Joy berjanji pada Syarif akan menjaga adik dan ibunya karna Saat Joy membopong Syarif sempat sadar dan meminta Joy melindungi Najwa dan ibunya. "kita tunggu Andre dulu baru pergi, kasian ibu sendirian". Joy mengajak Najwa kembali ke kamar Syarif. Najwa hanya mengikuti Joy dari belakang tidak berani membanta perkataan Joy, karna Joy tidak seperti Arya yang lemah lembut, Joy orangnya tegas dan perkataannya harus di patuhi. Joy duduk di depan kamar rawat Syarif. dia nampak lesuh. "maaf". lirih Najwa duduk di samping Joy. Joy melirik Najwa. "untuk apa?". tanya Joy. "maaf, karna telah merepotkan, mas pasti lelah". ungkap Najwa. Joy hanya terdiam, 'najwa, kamu begitu polos pantas Syarif selalu khawatir padamu'. batin Joy. tidak selang lama Andre dan teman-temannya datang. "bang, gimana keadaan bang Syarif apa ada perkembangan?". tanya Andre. "belum, aku sudah hubungi dokter keluargaku yang ada di Amerika nanti dia akan kesini untuk memeriksa lebih lanjut keadaan Syarif". ungkap Joy. "mudah-mudahan bang Syarif cepat sadar".kata Andre. "amin..". kata mereka bersamaan. "bang, aku bawah makanan untuk kalian dan ibu". lanjut Andre. "kamu kasi nanti ke ibu makanan itu, jika ibu selesai mengaji, dan kalian jaga ibu dulu.aku akan mengantar mbak Najwa ke kampus". kata Joy menegaskan pada Andre dan teman-temannya. mereka mengangguk." baik bang". "jangan kemana-mana jika ada apa-apa langsung hubungi aku". pinta Joy menegaskan. Andre mengangguk. "aku pergi dulu, ayo Najwa". pamit Joy dan mengajak Najwa pergi.


Joy melajukan mobilnya dengan santai, najwa melirik Joy, dia tidak menyangka Joy akan melakukan apa saja untuk kesembuan kakaknya, sampai dokter di Amerika dikirimnya kesini untuk kesembuhan kakaknya. sampai di depan rumah Najwa Joy berhenti, Najwa terdiam lalu berkata "terimakasih".Joy turun tanpa membalas ucapan Najwa dan membukakan pintu untuk Najwa. Najwa pun turun. Joy kembali menutup pintu mobil dan mengikuti Najwa dari belakang, Najwa membuka pintu gerbang Joy masi mengikuti Najwa dari belakang. ketika di teras Joy duduk di kursi teras, Najwa membuka pintu rumah mengambil buku mata kuliahnya dia ingin menghubungi putri untuk menanyakan tentang materi nanti, Najwa membuka ponselnya dia melihat pesan dari Emily dan beberapa panggilan tidak terjawab, Najwa membalas pesan dari Emily. 'kak Emil maafkan aku baru buka ponselku'. di lihatnya belum terbaca. Najwa cepat-cepat mengambil mata kuliah hari ini dan besok dia bawah sekalian karna Joy sudah menunggunya. Najwa pun keluar dari rumah membawa beberapa paper bag berisi buku dan baju miliknya dan ibu Joy yang melihat Najwa yang kesusahan dalam membawa barang-barang yang telah dibawah menyuruh mengembalikan kedalam dan hanya buku mata kuliah saja yang di bawah. "kembalikan baju gantimu dan milik ibu kedalam, bawahlah buku mata kuliahmu saja". pinta Joy dengan tegas. "tapi mas" cela Najwa. Joy menatap Najwa dengan tegas seolah tidak mau di banta kata-katanya, "aku sudah menyuruh seseorang melengkapi kebutuhan sandangmu dan ibu di rumah sakit, bawah apa yang ku minta". ungkap Joy. Najwa mengembalikan paper bag berisi bajunya dan ibu kedalam dan hanya membawa buku materi kuliahnya saja. mereka menuju kampus Najwa. Sampai di kampus Najwa membaca pesan dari Emily 'najwa kamu kemana saja, tanpa kabar aku ke rumahmu tapi sepi, aku ingin bicara penting' chat Emily. 'maaf kak, aku dan ibu lagi sibuk akhir-akhir ini'. jawab chat Najwa. 'sibuk apa? dan Syarif kemana? kok aku hubungi tidak bisa'. chat emily. 'kalian kenapa?'. lanjut chat Emily. Najwa menitikan air mata, melihat panggilan dari Emily. "hallo kak". jawab Najwa. "kamu dimana Najwa?". tanya Emily. "di kampus kak". jawab Najwa. "kamu kenapa Najwa kok kayak menangis?" tanya Emily yang mendengar suara Najwa serak. Najwa makin terisak terdengar suara Emily di sebrang "Najwa aku akan menemuimu di kampus, tunggu aku". pinta Emily pada Najwa.

__ADS_1


__ADS_2