Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 16


__ADS_3

Emily tertegun melihat Syarif yang terpujur lemah di atas brangkar, tidak menyangka Syarif akan seperti ini. di saat Emily ingin menentukan kepastian cintanya orang yang di cintai sedang terpujur lemah. Emily pergi ke rumah sakit bersama Najwa, Emily menemui Najwa di kampus, awalnya dia ingin mengatakan jika dia dilamar oleh Gerry, tapi dia masih bimbang karna dia mencintai Syarif, tapi Najwa memberi tahu Emily kalau Syarif sedang koma sebelum Emily mengatakan perasaannya.


Emily menghampiri Syarif dia terduduk lemas di samping Syarif tanpa terasa air matanya luruh dia menyeka dengan tangannya "Syarif, kenapa seperti ini, aku bimbang di saat aku ingin tau perasaanmu padaku tapi kamu_". ungkap Emily terhenti. "hik..hik.. aku mencintaimu Syarif, tapi ada orang yang ingin melamarku, aku harus bagaimana? apa yang harus ku lakukan Syarif, andai kamu juga mempunyai perasaan sepertiku aku pasti akan menolak orang itu Syarif. meski aku telah menyakiti hati ayah dan ibu. apa yang harus ku lakukan Syarif". lirih emily menangis terseduh-seduh, tanpa Emily sadari jari-jari Syarif bergerak. Syarif mendengar saat namanya di panggil Emily, Syarif ingin membuka matanya tapi sangat sulit. Emily menyeka air matanya, dia sadar sudah lama di dalam. "Syarif besok aku harus memberi jawaban pada Gerry, aku bingung Syarif, tuhan tolong sadarkan Syarif, aku mohon tuhan. jika ini adalah ujian cintaku aku rela tuhan. tapi ku mohon kasihani ibuk dan Najwa mereka sangat sangat sedih, meski mereka begitu ikhlas dengan semua ini". Syarif mendengar kata-kata Emily, tapi matanya masih berat untuk di buka. " aku mencintaimu Syarif ". lirih Emily beranjak pergi. Syarif mencoba memanggil Emily, "Em.." Emily terlalu kalut sampai-sampai tidak mendengar kata Syarif. Najwa membuka pintu akan masuk melihat tangan Syarif bergerak. "Kak Dayat" Najwa menghampiri Syarif Emily tersadar ketika Najwa memanggil Syarif Emily pun memalingkan badannya kembali ke brangkar Syarif. Najwa menekan tombol di atas Syarif menyuruh tim medis agar cepat datang ke kamar Syarif. "Kak Dayat, kak dayat sudah sadarkah?". ungkap Najwa antara cemas dan senang. dokter dan perawat masuk ke ruang dan segera memeriksa keadaan Syarif, kebetulan dokter keluarga Joy sudah tiba dari Amerika Joy yang mendengar Syarif sadar dia segera mengajak dokter ke ruang Syarif. dokter Lian menjelaskan keadaan Syarif pada dokter Wiliams jika Syarif mungkin mengalami infeksi saluran kemih karna akibat dari luka di perutnya dan koma hampir 1 Minggu, dokter Wiliams memeriksa kondisi Syarif, Syarif sudah tersadar dan kondisinya agak mendingan, tapi ketika bergerak Syarif merasa sangat sakit dengan perutnya, dokter Wiliams menjelaskan pada Syarif untuk istirahat dan nanti akan memastikan penyakit syarif dengan melakukan pemeriksaan berlanjut. Najwa dan Emily menunggu di luar ruangan ketika dokter memeriksa Syarif. ibu sedang ke masjid sebelah rumah sakit untuk melakukan sholat dhuhur di antar oleh Andre dan teman-temannya sekalian sholat jamaah.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dan dokter Lian keluar bersama perawat. "Dok, gimana keadaan kakak saya dok?". tanya Najwa menghampiri dokter. "sedang di periksa oleh dokter Wiliams, kita tunggu saja". Jawab dokter Lian. tidak selang lama Joy bersama dokter Wiliams keluar, Najwa dan Emily menghampiri Joy, "Syarif sudah sadar, tapi dia harus istirahat dulu". terang Joy. "Alhamdulillah"ucap syukur Najwa. Emily merasa lega mendengarnya. "Najwa, aku antar dokter ke tempat mommy dulu, kamu disini sama Emily". Joy dan dokter Wiliams beranjak pergi menuju kamar Mariya. Daddy Joy memberitahu Joy tentang Mariya mommynya jika dia adalah tawanan Mark selama 5 tahun, ketika Mark di penjara Mariya di tahan oleh Mark diruang bawah tanah, sedangkan dia tidak tau apa yang terjadi pada sanum. Jacob memberikan senjata rakitannya pada Mariya untuk berjaga-jaga saat ada orang yang ingin menyakitinya dan sanum, karna Jacob tau sanum pasti Masi di incar oleh komplotan mafia yang membunuh ayahnya.


Mariya dikurung sekitar 5 tahun dia selalu di beri makan lewat celah bawah pintu dia tidak tau dimana dia berada ketika dia mendengar orang membuka gembok dengan pistol Mariya berjaga-jaga takut orang akan menyakitinya dan dia ingin melarikan diri. saat pintu terbuka Mariya melayangkan tembakan pada Syarif 2 kali, dia terkena tembakan dari Alfredo hingga dia pingsan.


Ceklek...

__ADS_1


***


Hari ini adalah hari dimana Emily harus memberikan jawaban pada Gerry. dia sudah matang akan pilihannya. Mairah yang selalu mendukung apa yang ingin Emily pilih, yaitu ingin memperdalam Islam ke Bandung bersama mairah, Emily akan mencari jatih dirinya. dia bersiap untuk menemui Gerry. "dek, mbak mendukung apapun keputusanmu". kata mairah duduk di samping Emily. "doakan Emil ya mbak". Emily beranjak pergi menemui Gerry.


Di restoran Gerry sudah menunggu Emily. Emily yang baru tiba duduk di depan Gerry, mereka memesan minuman saja karna Gerry harus segera kembali ke kantor, dan Emily harus kerja. "gimana apa kamu sudah memikirkannya Emily". tanya Gerry. Emily mengangguk, dia mengambil nafas dalam dan berkata "Gerry. sebelumnya aku minta maaf_". jedah Emily, Gerry Masi menunggu lanjutan kata Emily "Aku tidak bisa bersamamu Gerry. karna aku tidak mencintaimu, aku tidak mau kamu menjadi pelarianku, kamu berhak bahagia aku yakin kamu akan menemukan orang yang tulus menyayangimu". terang Emily. Gerry hanya diam mencerna perkataan Emily. "baiklah, jika orang yang kamu cintai memperjuangkan cintamu aku rela, kamu bersamanya, tapi jika dalam 1 tahun dia belum melamarku maka aku akan menikahimu". ungkap Gerry, Emily terdiam jadi Gerry Masi mengharap memiliki Emily. waktu 1 tahun apakah Syarif akan melamar Emily, jika tidak dia akan menikah dengan Gerry. Emily pasra "baiklah, jika itu maumu".

__ADS_1


__ADS_2