
Di kamar Najwa menatap bingkisan paket yang tidak ada nama pengirimnya. ingin dia membuka paket itu, tapi dia juga takut untuk membukanya. dia pun memilih keluar kamar dan menemui Syarif di kamarnya.
Tok..tok..tok...
"Kak Dayat, Najwa mau bilang sesuatu, kakak Dayat belum tidurkan".
Cekleek...
__ADS_1
Syarif membuka pintu, "ini sudah malam Najwa, besok aja. kamu istirahat gi sana, "pinta Syarif. "Najwa pengen tunjukkan sesuatu kak". ungkap Najwa. "Tunjukkan apa? Besok aja Najwa". kata syarif, Najwa tidak peduli dengan perkataan Syarif, dia pun menggandeng Syarif ke dalam kamarnya. "Lihat tu" tunjuk Najwa pada paket yang ada di atas kasurnya. Syarif melongo, "Paket siapa ini?" tanya Syarif. "paket untukku tapi tidak ada nama pengirimnya". jelas najwa. Syarif membuka paket tersebut dan berisi sebuah gamis yang elegan beserta hijabnya. "ini hadia untukmu" Syarif memberikan kartu ucapan ulang tahun untuk Najwa. Najwa menerimanya dan membuka kartu tersebut lalu membaca nya
'Happy Brith day Najwa, Semoga apa yang kau inginkan terwujud, sehat selalu dan panjang umur, maafkan aku!! Seharusnya tadi aku bilang langsung kepadamu tapi aku terlalu sungkan padamu, bahkan kamu tak sedikitpun menatapku, kamu pantas membenciku, tapi walau sebenci apapun kamu padaku aku rela, aku terima, meskipun sakit rasa itu. aku akan bersabar hingga kamu bisa memaafkanku. apa itu mungkin Najwa? tapi aku akan menunggu waktu itu'. from : D.A.
Najwa terdiam dia teringat tadi waktu di pondok dia bertemu dengan keluarga Anggara. 'D.A. Devan Anggara'. batin Najwa. "dari siapa? penggemarmu??" tanya Syarif. Najwa tersadar dari lamunannya. "apaan sih kakak?". jawab Najwa. "Hemmm...Malam-malam ganggu orang mau tidur, hanya buat pamer kalau punya penggemar gelap". gerutu Syarif keluar kamar Najwa. Syarif tadi memang tidak membaca kertas tersebut. Najwa merenung dia memang menghindar dari keluarga Anggara karna dia takut Syarif tidak terlalu suka berurusan dengan mereka.
Emily ditoko merenung pikirannya Masi bimbang, Tante Maya yang melihat Emily tidak seperti biasanya akhirnya menghampirinya, "ada apa Emil, kok Tante lihat dari tadi merenung?" tanya Tante Maya. "Gak ada apa-apa kok Tante". jawab Emily. "Tante itu ngerti kamu, kamu itu gak pandai berbohong jadi jangan bohong pada Tante". kata Tante Maya. Emily menghela nafas dalam. "Kamu ada masalah apa sayang? siapa tau Tante bisa bantu" lanjut Tante Maya. Emily Masi terdiam. "apa ini masalah cowok itu?". tanya Tante Maya. "Emil bingung Tante". jawab Emily. "Bingung kenapa?". tanya Tante Maya. " gak tau kenapa akhir-akhir ini batin Emily ingin lebih mengenal Islam Tante" kata Emily. Maya terdiam. "apa yang membuatmu untuk lebih mengenal Islam?". tanya Tante Maya. "Emily tidak tau Tante tapi batin ini yang merasa penasaran dengan Islam". jawab Emily. "apa karna cowok itu?". Tanya Tante Maya. "Jujur dari dulu saat melihat orang muslim yang sholat hati Emily tergetar Tante, karna Emily berpikir mereka pasti dekat dengan Tuhannya, sehari mereka mendekatkan diri pada Tuhannya 5 kali, dan mendengar lantunan ayat Al Qur'an hati Emily terasa teduh Tante, setelah mengenal keluarga Syarif keinginan tahuku mengenal Islam begitu kuat". lirih Emily. "Emil, Tante senang mendengar hal ini, tapi jika kamu ingin menjadi mualaf karna Syarif lebih baik jangan sayang, karna keyakinan agama itu tidak boleh di permainkan. tapi jika kamu ingin menjadi seorang mualaf karna getaran jiwamu yang menyuruhmu dan yakin akan Islam atas dirimu sendiri maka lakukanlah". saran Tante Maya. Emily merenung kembali "Tapi Emil Masi bimbang Tante". kata Emily. "renungkanlah sayang, karna ini hal yang sangat besar sayang. jadi kamu pikirkan dengan matang". kata Tante Maya. Emily mengangguk. Emily kembali bekerja dia membantu menata baju yang baru datang.
__ADS_1
Syarif membantu Abi memperbaiki mobil sport milik Devan, "mobil ini siapa yang bawah kesini?". tanya Syarif pada Abi. Abi menggeleng tidak tahu. "gak tau bang, tanya sama Arif dia mungkin tau". kata Abi. Syarif melenggang. dia menerima panggilan dari Najwa. "ya Najwa ada apa?" tanya Syarif. "Assalamualaikum kakak.." salam Najwa. "waalaikum salam". jawab Syarif. " na, gitu dong salam dulu jangan main nyerocos aja". gerutu Najwa. Syarif menghela nafas kasar. "kakak, jadi kan antar ibuk dan Najwa ke rumah sakit?" tanya Najwa. "ya jadi, ini jam berapa?" kata Syarif. "jam 11 kak, jam jenguknya kan jam 12 kak". kata Najwa. "ya udah kakak pulang dulu habis ini". seru Syarif. "okey, Najwa tunggu kakak ku sayang". ucap Najwa riang. "ih, mentang-mentang mau ketemu Arya seneng banget si,". goda Syarif. najwa pipinya bersemu merah. "apaan si kakak". kesel Najwa menutup teleponnya. Syarif tersenyum melihat adiknya yang kesal karenanya. "Abi, bilang pada Arif suruh hendel jika ada pelanggan, aku mau jenguk Tante dulu". seru Syarif. "baik bang". jawab Abi. Syarif pun melenggang pergi dari bengkel.
Najwa membuatkan bubur untuk Tante yang sudah di tatah di dalam rantang, dan sebuah parsel yang berisi buah-buahan. ketika Syarif sampai rumah mereka pun melenggang pergi ke rumah sakit.
Arya menatap bingkisan kado yang dia bawah, ya kado tersebut akan dia berikan untuk Najwa. terdengar ketukan pintu, Arya pun membuka pintu. "Assalamualaikum..."Salam najwa dan ibu bersamaan. "waalaikum salam.." jawab Arya seraya menyalami ibu,"ayo masuk.."ucap Arya. mereka pun masuk bersama. "Tante dimana Ar? "tanya Syarif. "ada lagi di toilet, bibik duduk dulu ya". kata Arya. tak lama kemudian mama Arya keluar dari toilet. CEKLEEK....
"eh, ada tamu,". kata mama Arya. Najwa dan Syarif menyalami mama Arya bergantian. " mbak, Pripun kabare?" tanya mama Arya pada ibu seraya menyalami ibu. "Alhamdulillah Sae, lha gimana kondisimu?". jawab ibu sekaligus tanya ibu. "sampon mendingan mbak, dokter bilang besok sudah boleh pulang"kata mama Arya pada ibu. "Ojo terlalu capek, kerja ya kerja tapi Ojo terlalu keras, ileng kesehatanmu". saran ibu pada mama Arya. "inggih mbak". kata mama Arya pada ibu, lalu menoleh pada Najwa. "Najwa, selamat ulang tahun ya nak". Najwa mengangguk. "terimah kasih Tante" jawab Najwa. "Najwa ini ada hadiah kecil untukmu" kata Arya memberikan kotak kado pada Najwa. "apa ini kak?" tanya Najwa sungkan. " ambil aja nak, itu Arya beli khusus untuk kamu" seru mama Arya, Najwa pun menerima hadiah tersebut. "terima kasih kak". ucap Najwa. "Tante, Najwa bawakan bubur buat Tante tadi Najwa yang membuatnya sendiri". lanjut Najwa. "benarkah, pasti enak coba Tante lihat". binar mama Arya. Najwa pun mengambilkan rantang yang dia taruh di meja lalu menyuapi mama Arya. "Najwa, bubur buatanmu enak sayang" puji mama Arya. "benarkah Tante, Terima kasih". kata Najwa senang. Syarif, ibu dan Arya melihat kedekatan mama Arya dan Najwa yang tak merasa sungkan keduanya asik berbicara. "gimana dengan bengkel Rif?" tanya Arya. "aman, kamu tenang aja, pikirkan kesehatan Tante saja dulu". jawab Syarif. "terima kasih Rif". kata Arya. Syarif pamit untuk ke depan ruangan dulu, dan duduk di kursi depan kamar. Arya menghampiri Syarif. "ada masalah apa? kok kamu kelihatan bingung". tanya Arya. "aku bingung Ar". kata Syarif. "bingung kenapa?". tanya Arya. "aku ada misi". lirih Syarif. "apa itu bahaya?" Arya yang tau jika Syarif bilang kalau ada misi pasti akan membahayakan keluarganya. Syarif mengangguk. "sebisa ku akan melindungi keluargaku". kata Syarif. "lalu gimana dengan Emily?". tanya Arya pada Syarif. "aku mencintainya Ar, tapi kami tak seiman kamu sudah tau kan". kata Syarif. "apakah kamu tidak bisa memperjuangkan dia?". tanya Arya. Syarif menoleh pada Arya lalu berkata " aku gak tau Ar, misi kali ini sangat bahaya aku gak tau bakal menang atau sebaliknya". lirih Syarif. "kenapa kamu menerimanya? bukankah kamu sudah cukup punya uang". kata Arya pada Syarif. "bukan uang kali ini yang aku inginkan Ar, tapi keadilan". tegas Syarif. "siapa lawan mu?" tanya Arya kesal. "komplotan mafia". lirih Syarif. Arya menghela nafas. "mama bertanya kapan aku ngelamar Najwa". Syarif menengok Arya,Arya melanjutkan katanya " tapi aku bilang ketika Najwa sudah lulus". "kamu mencintainya kan? jadi tolong jaga Najwa dan ibuk jika aku kala". kata Syarif memohon pada Arya. "kamu harus menang, dan perjuangkan cintamu, agar aku dapat melamar Najwa dan kamu yang akan menjadi wali saat aku menikahi adikmu"
__ADS_1