Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 60


__ADS_3

Jenny menatap layar ponselnya, "Jadi dia mempunyai penyakit". terukir senyum simpul di wajah jenny, jenny mendial no. seseorang. "Kamu sekarang dimana?". tanya jenny, "baiklah aku akan menemui mu". jenny menyambar kunci mobil dia segera bergegas menemui seseorang.

__ADS_1


Di kantor Gerry menatap file yang di kirim dari Kanada, perusahaannya di Kanada hampir bangkrut, dia butuh suntikan dana segera, "kenapa bisa jadi begini?". geram Gerry, dia mondar mandir memikirkan cara, "jangan sampai perusahaanku disana gulung tikar, bagaimanapun aku harus mencari cara agar Victor mau menyuntikkan dana".

__ADS_1


Ceklek..

__ADS_1


Di ruang yang sangat ramai gemuru musik disko memenuhi ruang tersebut, wanita cantik sedang menari-nari di atas panggung Mengikuti ritme yang di sajikan oleh DJ klub tersebut, riu- para lelaki yang sedang mengikuti tariannya bahkan dia di himpit oleh beberapa pemuda sangat tampan. Joy memerhatikan wanita itu di bartender. "siapa namanya?". tanya Joy pada teman yang bekerja di bar tersebut. "dia Jennifer, banyak lelaki yang menyukainya, tapi dia selalu menolak jika laki-laki mendekatinya". Joy manggut-manggut. "kau tertarik padanya?". Joy tersenyum miris, dulu Joy memang suka pergi ke klub malam tapi dia bukanlah penjahat kelamin. bahkan Selin pun belum perna dia jamah hanya sekedar berciuman saja. meski Selin sering kali mengajak Joy untuk melakukan hubungan *** tapi Joy selalu menolak, dan dia tidak perna ke hiburan malam lagi semenjak mengenal Najwa, Najwa memang wanita yang di kagumi Joy dari dulu, tapi dia sadar batasan dia dan Najwa sangatlah jauh. dia memilih menghindari Najwa, ternyata rasa suka Joy pada Najwa lebih dalam ketika Najwa sering kali bersama, mengingat kebersamaannya dengan Najwa Joy menghela nafas berat, begitu sulitnya dia menghapus rasa cinta yang tidak mungkin dia miliki. "Jenny itu wanita karier tapi ya begitulah, hampir tiap hari dia kesini bersama Gerry". lanjut teman Joy membawakan jus jeruk untuk Joy, dia tahu Joy tidak minum minuman keras lagi, "pacarnya?". tanya Joy, "entahlah, kalau di bilang pacar sih kayaknya bukan, ya, bisa dianggap TTM gitu". Joy melirik temannya. "teman tapi mesra". kekeh teman Joy. Joy tersenyum kecut. 'Jadi, mereka mungkin bekerja sama untuk menghancurkan syarif'. Guman joy. Joy menyelidiki tentang Gerry dia tahu Gerry dulu di jodohkan oleh orang tuanya dengan Emily, tapi Emily menolak perjodohan itu dia lebih memilih Syarif, Gerry dan keluarganya merasa geram pada keluarga Emily, bahkan usaha ayah Emily mereka hancurkan, orang tua Emily menyadari kesalahannya maka dari itu mereka hanya diam ketika Gerry membatalkan kerja sama, dan dia juga menghancurkan bisnis ayah Emily tersebut. beruntung Aleando terus mengirim uang untuk kebutuhan orang tuanya di bantu oleh Syarif, Syarif mengirim uang dan bahan pangan setiap bulan untuk mertuanya. Joy ingin memberi pelajaran pada Gerry supaya dia tahu bagaimana rasanya di ambang kebangkrutan. Victor group adalah perusahaan milik kakek Joy. Victor merupakan perusahaan terbesar di Kanada. kakek Joy terkenal dengan ketegasannya dan kepandaiannya apalagi soal politik dan bisnis dia merupakan orang yang di segani di Kanada dan di Amerika perusahaan tersebut berada dalam bidang pengobatan/farmasi, obat-obat yang di produksi merupakan obat yang sangatlah berkualitas, banyak juga rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Joy mencari tahu perusahaan milik Gerry dan dengan mudah Joy menemukan ternyata perusahaan Gerry mengirim proposal pada Victor group untuk kerja sama dengan perusahaannya di bidang yogurt. Joy menyuruh Daddy nya membatalkan kerja sama dengan perusahaan tersebut karna yogurt yang di produksi Gerry belum mencukupi standar, dan belum ada label halal. Joy meminum jus yang di berikan oleh temannya, sesekali melirik jenny yang masi berjoget di atas panggung. "Dasar anak sama mak sama saja". gerutu teman Joy melihat seorang tante-tante di temani brondong masuk ke klub tersebut. Joy melirik temannya yang tatapannya terarah pada Tante-tante tersebut, "langgananmu ya?". godah Joy pada temannya. "ih, mit amit deh". jawab temannya. Joy tersenyum melihat wajah temannya yang kesal. "Dia kan lumayan?". godah Joy lagi. Joy Masi memerhatikan Tante itu bersama brondongnya, Tante itu melihat jenny yang sedang berjoget di temani beberapa pria juga ada Gerry di sampingnya, wajah Tante itu seketika kesal, diam mengajak brondongnya pergi ke lantai atas brondong itu menghampiri teman Joy dia meminta kunci kamar, dan teman Joy memberikan kunci kamar pada brondong tersebut. "Lu gak takut tertular penyakit kelamin?". tanya teman Joy pada brondong tersebut. "lumayan buat nambah penghasilan lah". jawab brondong itu, "lu kuras habis aja tu duwit Tante girang lu, gak mikir bini lu kelak". gerutu teman Joy, brondong itu tersenyum dan berbisik, "lu mau ikut? di jamin pasti ketagihan!". kekeh brondong itu mengambil kunci kamar dan melenggang pergi menyusul Tante-tante itu. teman Joy hanya bergidik ngeri mendengar ucapan brondong tersebut, suara gaduh mengagetkan Joy dan temannya, suara gaduh tersebut bersumber di panggung ternyata Gerry geram pada pemuda yang ingin mencium jenny, Gerry memukul pemuda yang mabok tersebut, semua menyorak musik pun masih bergemah di ruang tersebut Gerry merangkul jenny dan membawanya pergi dari klub tersebut, Joy hanya memperhatikan mereka berdua pergi dari klub, "Emang ya, buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya". tukas teman Joy. Joy mengernyit. "maksudmu?". teman Joy duduk di depan Joy, "kamu tahu jenny itu anak dari Tante Tante yang bersama brondong tadi". jelas teman Joy. "jadi begitu". lirihnya. teman Joy mengangguk. mereka berdua melanjutkan obrolan mereka berdua. Joy mengirim pesan pada seseorang. 'ikuti mereka berdua'. pesan terkirim.

__ADS_1


Di parkiran seseorang di dalam mobil hitam mengamati Gerry dan jenny, jenny di papah oleh Gerry masuk ke mobil sport mewah milik jenny, setelah membatu jenny masuk ke jok belakang Gerry menutup jok pintu mobil dan masuk ke dalam di belakang kemudi, Gerry mengemudikan mobil sport mewah tersebut dan pergi melenggang dari klub tersebut, seseorang dalam mobil hitam itu tersenyum dan mengikuti mereka.

__ADS_1


__ADS_2