Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 4


__ADS_3

Di rumah ibu Syarif gusar, pikirannya tidak tenang. kepikiran Syarif seharian tidak pulang. Najwa melihat ibunya yang gusar pun ikut resa. Najwa menghubungi Syarif tapi tidak di angkat. Najwa menghubungi Arya dan Arya bilang Syarif tidak ke bengkel. 'Kak dayat kemana? kok gak pulang-pulang ibu khawatir'.Najwa mengirim pesan pada Syarif terkirim tapi tak di baca. Najwa resa melihat ibunya yang gusar dan Syarif pun tidak membaca/membalas pesannya."Ibuk, Ra usah khawatir engken kak Dayat lak mantok. ibuk tilem riyen, empon Dangu"(ibuk, gak usah khawatir nanti kak Dayat pasti pulang. ibuk tidur aja dulu, udah malam).Kata Najwa menenangkan ibunya dengan logat Jawa. "Lha piye lho nduk, ibuk Yo raiso turu lha pikiran ibu ae ora tenang"(Lha gimana lho nak, ibuk ya gak bisa tidur pikiran ibu aja gak tenang). Sanggah ibu. Najwa terdiam membenarkan kata ibunya. Memang jikalau pikiran tidak tenang jangankan tidur, makan aja tidak selera.


Syarif memacu motornya dia sudah setabil motornya yang hampir menabrak tiang pembatas jalan dengan cepat dia membelokkan motornya beruntung dia tidak jatuh dia langsung mengegas motornya dan menyusul Bondan, Bondan kaget karna Syarif sudah mensejajarinya. Pembatas garis finis sudah dekat mereka beradu memacu kecepatan laju motor mereka terus sejajar garis finis tinggal sejengkal Syarif mengegas full motornya dan sampai di garis finis. sorak ramai bergemah, Akhirnya Syarif yang lebih dulu sampai baru di susul Bondan. Joy, Andre dan teman-temanya menghampiri Syarif."Gila lu, gue Uda deg-degan saat lu mau nyerempet pembatas jalan". kelu Joy."Tapi bang Syarif kan handal ya pasti menang lha.."Sambung Andre. "Kalau Leo yang balapan pasti Uda kala di tepar Bondan"Ledek mail.mereka tertawa dengan yang di katakan mail. Syarif tersenyum, dia melihat Bondan yang parau. dia menghampiri Bondan."Joy Uda bilang kan_"kata Syarif pada Bondan."Apa maumu?" tanya bondan."berhenti mengusik ku dan jangan coba-coba mengganggu keluargaku".tegas Syarif. Bondan tersenyum getir. "Urusi klan kalian dan bilang pada abangmu aku tidak tertarik bergabung dengan klan kalian". lanjut Syarif melenggang pergi meninggalkan Bondan. Ponsel Syarif bergetar ternyata telfon dari Arya."Ada apa??"tanya Syarif mengangkat telpon."Najwa tanya kamu dimana?ibumu khawatir".jawab Arya. "Okey, aku akan pulang. thanks". Syarif bergegas pulang. Joy dan anak-anak juga kembali ke markas.

__ADS_1


Najwa masi menemani ibunya menunggu Syarif pulang. tak selang lama Syarif datang.


ceklek... Syarif membuka pintu lalu masuk menghampiri Najwa dan ibunya. "kok belum pada istirahat, ini Uda malam".tanya Syarif yang sudah tau jawabannya."Ibuk itu khawatir sama kak Dayat, makanya nungguhin kak Dayat, dari mana si kak? Di telfon gak di angkat kirim pesan cuma di baca doang gak ada balasan".kata Najwa cemberut. Syarif tersenyum mengusap kepala Najwa yang terbalut hijab."Ih, Adek kakak gemesin deh"goda Syarif. "Ih, di tanya Mala ngeles Mulu, bete tau gak".grutu Najwa. ibu hanya geleng-geleng melihat Syarif dan Najwa. "Kalian itu udah besar masi aja kayak anak kecil".Kata ibu melerai. "Habis Najwa gemesin buk, kayak anak TK".tawa Syarif mengejek Najwa."Kak Dayat tu yang nyebelin buk,". Elak Najwa."wes-wes, Ra usa di terusno, Syarif kamu mandi dulu gi!!".pinta ibu. "Najwa kamu juga harus istirahat". Najwa di tuntun ibunya ke kamar."tunggu Bu, Sebagai permintaan maaf kakak gimana kalau besok kita jalan-jalan"Kata Syarif membujuk Najwa."Sama ibuk juga kan?"tanya Najwa antusias.syarif mengangguk. "Besok ibuk gak bisa, karna ada undangan di pak RT mau tasyakuran, kalian pergi berdua aja ya"kata ibu menolak ajakan Syarif. "kok gitu si buk,"sela Najwa lagi."kita pergi berdua aja kalo gitu, ya, ibuk juga gak enak kan sama Bu RT dan pak RT kan Uda janji dan kamu tau kan kalo janji itu ibarat hutang.Tapi ibuk juga harus janji kapan-kapan mau jalan-jalan sama kami".kata Syarif. ibu mengangguk seraya tersenyum.

__ADS_1


***


Syarif mendorong kursi roda Najwa menuju taman. "Kak rame banget ya". kata Najwa riang, Najwa memerhatikan pengunjung yang lalu lalang ada yang santai sama keluarga, ada anak-anak yang main di out bon ada mudah mudi yang duduk di bangku di bawah pohon. mata Najwa terus menelisik dan Najwa melihat seorang gadis duduk di kursi taman sambil meminum es sendirian. Syarif juga melihat gadis itu, Syarif mendorong kursi roda yang di tumpangi Najwa menuju gadis itu. Najwa tersenyum, karna mengerti alasan kakaknya mengajak ke taman. "Kak, Dayat janjian ya sama kak Emil". tanya Najwa."Bukan aku tapi kamu".Jawab Syarif."Kok Najwa??"bingung Najwa."Nanti kamu akan tau sendiri".kata Syarif tersenyum dan terus mendorong Najwa mendekat gadis itu, ya dia adalah Emily. "Assalamualaikum".salam Najwa pada Emily."waalaikum salam".jawab Emily. Ya, memang Emily non muslim tapi jika ada orang yang berucap salam dia selalu menjawab. "Kamu uda lama kah?"Tanya Syarif. Emily tersenyum seraya berkata"barusan". Najwa tersenyum melihat kakaknya yang lagi kasmaran. "Kak Emil gak kerja ya?".tanya Najwa."lagi libur, makanya aku kesini".jawab Emily."Memang disini tempatnya asik, ngilangin jenuh, lihat banyak orang, banyak juga camilan macam-macam". kata Najwa. "Ngomongin makanan aku kok jadi lapar"Kata Najwa melirik Syarif dan berharap kakaknya peka. "Owwh, kalau gitu kita makan dulu yuk!! Emil ayo ikut kami makan!!"pinta syarif pada Emily. Emily terdiam guna untuk berpikir, Tapi tangan Najwa menggandeng lengan Emily seraya berucap"Ayo kak jalan,kita cari makanan,aku Uda laper". Syarif mendorong kursi roda Najwa menuju angkringan di sebelah taman. Emily tersenyum betapa kagetnya dia saat Najwa menggandeng lengannya. dan akhirnya mau tidak mau dia harus ikut mereka makan. sampai angkringan Syarif memesan makanan Najwa pesan ayam bakar minunmya lemon teh, sedangkan Emily dia makannya ikut aja. dan akhirnya Syarif memesan 3 ayam bakar dan 3 lemon teh.sambil menunggu makanan mereka mengobrol ria. Emily pamit ke toilet. mungkin karna untuk menghilangkan rasa groginya saat Syarif memperhatikannya."Aku, ke belakang dulu ya". pinta Emily. Najwa dan Syarif mengangguk bersamaan. Emily pun langsung bergegas ke belakang. "Kak Dayat naksir ya sama kak Emil?"tanya Najwa menyelidik.syarif tersenyum."kalau suka ya cepetan di halalin keburu di embat orang"usul Najwa. "Tapi apa dia suka sama kakak, kalau dia Uda punya pacar gimana?"kata Syarif ambigu." Ya kak, kak Dayat kan cowok ya tanya dong apa udah punya pacar belom,terus kalau belum punya tanya dia apa mau jadi makmum kakak, ingat umur gak usah pacaran nikahi langsung aja"kata Najwa cengengesan. Syarif mengerti tapi tidak mungkin secepat itu."Tapi ya gak harus secepat itu juga,"Sela Syarif."tersera kakak aja, kalau di embat orang mau?".kata Najwa.Syarif reflek menggeleng. "Okey. kakak akan berusaha, doain kakak. okey.."kata Syarif, mereka berdua seraya tertawa.

__ADS_1


Di toilet Emily mati-matian menahan rasa groginya ingat waktu Syarif memperhatikannya dan mencuri pandang, begitu juga dengan Emilypun mencuri pandang pada Syarif dan kegugupan Emily datang ketika pandangan mereka bertemu. "Duh Emil, ada apa dengan mu? kenapa aku jadi begini, kok gugup sekali perasaan ini"kata emily pada dirinya." Okey, tenang-tenang. tarik nafas hembuskan perlahan dan tenang".dirasa sudah tenang Emily kembali menemui Najwa dan Syarif. makanan telah tersaji, Mereka makan dan menikmati makanannya dengan diam. selesai makan mereka kembali ke taman dan bercanda gurau bersama, Najwa meminta no.telphon Emily, mereka bertukar no.telphon. tak terasa sudah siang mereka memutuskan untuk pulang. Emily pulang naik motornya sedangkan Syarif dan Najwa pulang naik mobil. Syarif mengikuti Emily dari belakang.ketika Emily memasuki komplek perumahan Syarif berputar arah. Najwa hanya memerhatikan kakaknya, yang menurutnya sedang jatuh cinta.


__ADS_2