Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 56


__ADS_3

Syarif bersiap pergi menemui dokter Williams, dia melihat Emily sedang tertidur, mungkin kecapek an karna ulahnya tadi. Syarif membelai rambut Emily yang menutupi matanya. Emily pun terbangun, "Mas, mau kemana?". lirih Emily, "mas ada pertemuan penting sayang, mas pergi dulu ya". pamit Syarif, Emily hendak bangun tapi di cegah Syarif. "sayang kamu gak usah bangun, kamu istirahat saja, kamu pasti capek". "tapi mas_".


Cup'.


kecupan mendarat di bibir Emily, Emily terbelalak. "ini adalah PERINTA sayang". Emily pun hanya bisa mengangguk. "okey, mas berangkat dulu, assalamualaikum". salam Syarif tak lupa dia mengecup kening Emily, Emily meraih tangan Syarif lalu mencium punggung tangannya. "waalaikum salam". Syarif bergegas menemui dokter Williams di cafe rumah sakit.


Arya bersama Devan selesai mengunjungi sorum sepeda motor yang akan bekerja bersama dengan bengkelnya, teman Devan meminta Arya/Syarif sendiri yang menjadi montir di sorum tersebut, berat hati Arya sebenarnya mau menerima tawaran tersebut karna sorum tersebut berada di luar kota perjalanannya saja sampai 2 jam dari tempat tinggalnya. tapi jika Arya menolak maka kondisi bengkelnya akan terancam, dan bagaimana nasib anak buahnya. maka dari itu Arya mau menerima tawaran tersebut, dan dia sendiri yang akan menjadi montir.

__ADS_1


"apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?". tanya devan pada Arya. Arya menghela nafas panjang, "ini jalan satu-satunya". Devan menatap Arya iba. "bagaimana dengan istrimu, apa kau akan mengajaknya pinda sementara?". lanjut Devan. "tidak, aku akan pulang pergi saja, dia pekerjaannya sangat banyak disini". Devan mengangguk mengerti, dia mengendarai mobilnya menuju bengkel.


Najwa bersiap untuk pulang, selesai mengajar dia menunggu taksi online yang akan menjemputnya. Najwa menghubungi ibu dia akan bilang jika dia mau ke rumah.


"assalamualaikum buk". salam Najwa. "waalaikum salam, ada apa nduk?". tanya ibu dari sebrang. "Najwa mau ke rumah buk, ibuk di rumah?". "iya, ini ibuk juga baru mau masak, kamu kesini sama nak Arya?". tanya ibu. "Gak buk, Najwa sendiri, karna kak Arya ada di luar kota". jelas Najwa. "oh, ya udah kalau gitu kamu kesini aja, mbak mu juga ada di rumah". Najwa tersenyum, "makasih buk. assalamualaikum". "waalaikum salam". Najwa mematikan panggilannya. dan taksi online yang dia pesan pun sudah datang, Najwa masuk ke dalam taksi tersebut sopir melajukan mobil menuju rumah ibu Najwa.


Arya sampai di bengkel dia melihat ada seorang wanita yang duduk di ruang kerjanya, "Abi, di dalam ada siapa?". tanya Arya. "oh iya bang, dia katanya nona jenny mau ketemu sama bang Syarif, tapi aku bilang bang Syarif jarang kesini, terus ku suruh dia menungguh Abang saja". jelas Abi. "apa dia sudah dari tadi?". Abi mengangguk. Arya bergegas menemui jenny. jenny memperhatikan foto Syarif dan Arya bersama. "jadi mereka sahabat". guman jenny.

__ADS_1


Jenny melihat pintu terbuka, dan Arya pun masuk ke dalam. "permisi nona". sapa Arya. jenny tersenyum membalas sapaan Arya. "maaf mengganggu waktumu, pak Arya". Arya tersenyum. "kenapa anda tidak memberi tahu jika anda mau kesini?". "aku tadi mau ke kantor kebetulan searah jadi aku mampir melihat bengkel. dan ternyata besar juga dan pelanggan kalian banyak juga". Arya tersenyum kecut. "jadi anda meragukan kinerja bengkel kami?". "bukan begitu, hanya saja bengkel kalian kan rame tapi kenapa bisa mau bangkrut?". tanya jenny ingin tahu. "karna kami ditipu". singkat jawab Arya, jenny mengangguk. "okey, ngomong-ngomong pak Syarif kemana? Dati tadi kok gak kelihatan?". tanya jenny. "Syarif cuti sementara karna dia ingin menemani istrinya". jenny terpengangah. dia tidak menduga ternyata Syarif sudah mempunyai istri. "Oh, jadi dia sudah menikah". Arya membenarkan. "kami berdua sudah menikah nona". "padahal kalian berdua masih mudah lho". "usia bukanlah ukuran untuk menikah, tapi kematangan seseorang itulah landasan seseorang untuk menikah".jelas arya. jenny mengangguk, "okey kamu betul, tapi aku kesini untuk membahas proyek kita, besok kalian temui aku di kantor ku". titah jenny. "baik nona". jenny pun pamit pulang. "aku kembali dulu pak, selamat sore". jenny langsung keluar dia menutup pintu ruang kerja Arya. jenny merasa sebal dengan Gerry. 'gerry awas kau, bisa-bisanya dia mengenalkanmu dengan orang yang sudah menikah'. guman jenny berjalan keluar meninggalkan bengkel tersebut.


Syarif mendengar penjelasan dokter Williams, "aku sudah bicara dengan dokter Caro, dia akan datang kesini bulan depan bersama dengan Mariya. dia bilang tidak bisa tinggal disini, tapi ada dokter penggantinya yang tidak kala hebat, dia dokter Sofia, dia orang Indonesia, dia akan tinggal disini, dan Alfredo sudah memintanya bekerja di rumah sakit ini, dia akan bekerja di rumah sakit ini mulai besok". Syarif mengangguk, "jadi besok kamu bawah istrimu kesini menemui dokter Sofia, lebih cepat lebih baik". tegas dokter Williams, "terimah kasih dok". dokter Williams mengangguk, "kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa semua kita serahkan pada Tuhan, aku yakin kalian pasti bisa menjalani semua ini". lagi-lagi Syarif mengangguk. "aku hanya ingin istriku sembuh". dokter menepuk pundak Syarif untuk menguatkan.


"Assalamualaikum..". terdengar suara salam di depan rumah. Emily bergegas membuka pintu, "waalaikum salam". jawab Emily. "mbak Amel". Najwa memeluk Emily. "kamu kesini sendiri dek?". tanya Emily. "iya mbak, kak Arya di luar kota, nanti dia akan jemput kesini". jelas Najwa masuk ke dalam rumah. "mana ibuk mbak?". tanya Najwa mencari keberadaan ibu. "mbak gak tau karna mbak juga baru bangun". terang Emily. Najwa menelisik Emily. "mbak, apa perut mbak sakit?". tanya Najwa kawatir, Emily menggeleng. "nggak kok, tadi mbak ngantuk banget jadi mbak istirahat". jelas Emily. Najwa nampak lega. "syukurlah mbak". ibu yang mendengar mereka berdua dia pun menghampiri mereka. "nduk, kamu sudah datang". Najwa dan Emily melihat ke arah ibu, "inggih buk, ibuk dari mana?". tanya Najwa menelisik. "ya di dapur lha nduk, ibuk lagi masak, kamu sudah makan?". tanya ibu. "belum buk". geleng Najwa, "ya udah sekarang kita makan, mbak mu juga belom makan, dari tadi dikamar". tukas ibu. "ayo buk mbak, aku juga sudah lapar banget". Najwa merangkul ibu dan Emily bersama mengajak ke dapur untuk makan siang setengah sore.


"kamu cari tahu tentang orang ini'. Pesan jenny terkirim. 'Ok'. jenny mendapat balasan singkat. jenny terus menanti informasi tentang Syarif dari anak buahnya. "kenapa lama sekali, apa mencari begitu saja gak bejus". kesal jenny. "Gerry kenapa dia menyuruhku mendekati Syarif?". guman jenny terus bertanya, "aku harus mencari tahu semua". lanjutnya.

__ADS_1


Ting!. bunyi notifikasi pesan masuk jenny membuka pesan tersebut.


"WHAT".


__ADS_2