Wedding Project

Wedding Project
Bersyukur Memilihnya


__ADS_3

Selama tiga hari Chika dirawat di Rumah sakit. Keadaannya sudah jauh lebih baik. Pemulihan untuk ibu yang melahirkan normal, memang jauh lebih cepat dari pada mereka yang harus operasi. 


Dengan si kecil Freya, sepasang mama dan papa baru itu pulang.  Ada serta nenek Freya yang ikut menemani, memastikan cucu mereka selamat sampai di rumah. 


Perjalanan yang memakan waktu tiga puluh menit itu akhirnya sampai juga di rumah. Dengan mengendong baby Freya, Chika turun dari mobil. 


Alangkah terkejutnya Chika saat masuk ke dalam rumah. Dekor warna pink menghiasi rumahnya. Dia sudah bisa menebak siapa yang membuat itu semua. Siapa lagi jika bukan Shea dan Selly. 


"Selamat datang." Shea dan Selly menyambut.


Chika terharu karena temannya memberikan kejutan indah. "Terima kasih." 


Shea dan Selly sengaja menyiapkan pesta kecil untuk menyambut kedatangan Chika dan anaknya. Makanan dan beberapa cemilan sudah disiapkan oleh dua ibu muda itu. 


"Sama-sama," jawab mereka serentak.


Shea yang gemas pada si kecil langsung meraih tubuh mungil Freya. Bayi kecil yang tertidur pulas itu tak terusik sama sekali mendengar suara bising. 


"Kamu cantik sekali." Shea mendaratkan kecupan di pipi bayi yang baru tiga hari itu. 


Saat sedang menggendong, El merasa sangat penasaran dengan apa yang dilakukan mommy-nya. Di dalam gendongan daddy-nya, El berusaha untuk mendekat meraih Shea. Bryan mendekatkan agar anaknya bisa melihat bayi kecil itu.


Melihat anaknya ingin melihat Freya, Shea memilih duduk. Agar anaknya lebih mudah untuk melihat bayi kecil. 


El turun dari gendongan Bryan. Dia melihat Freya yang begitu lucu. Tangan mungil El memegang pipi baby Freya. Tampak dia begitu gemas melihat bayi kecil itu. Mungkin dipikirnya mommy-nya sedang menggendong boneka. 


Berbeda dengan El, Al tampak cool melihat bayi kecil. Turun dari gendongan daddy-nya, dia mengintip wajah baby Freya. Penasaran, tetapi tidak terlalu memperlihatkan.


"Lihatlah anakmu itu, diam-diam memperhatikan, tetapi tidak mau mendekat." Bryan menatap Regan dan mengomentari Al. 


Regan hanya tersenyum tipis melihat anaknya. Jauh berbeda dengan El yang sudah memegangi pipi Freya. 


"Anak Mommy tidak berani?" tanya Selly mencoba mendekatkan Al pada Freya. Dia meraih tubuh Al dan mendudukkannya di atas kursi sofa. El yang melihat kakak sepupunya di sofa ikut duduk di sebelahnya. 


Shea yang gemas menaruh bayi kecil itu di atas pangkuan Al dan El, tetapi tetap dengan pengawasan ekstra. 

__ADS_1


Al yang penasaran pun memegangi pipi Freya, membuat orang-orang yang melihat tertawa. Tak mau Freya dalam bahaya di pangkuan Al dan El, Shea langsung mengambil Freya dan memberikannya pada Chika. 


Chika yang melihat mulut Freya bergerak-gerak, mengerti maksudnya. Bayi kecil itu sangat haus. Akhirnya dia memilih membawa Freya ke kamar.


Di kamar ternyata sudah banyak barang-barang serba pink. Entah siapa saja yang sudah memberikan semua itu, Chika tidak tahu. Karena seingatnya, barang yang dibelinya tidak sebanyak itu.


Melanjutkan niatnya, Chika menyusui anaknya. Tampak sekali si kecil kehausan. Terlihat bagaimana dia menyesap puncak dada mamanya. 


Suara pintu terdengar saat Chika sedang meletakkan anaknya di dalam box bayi. "Shutttt …." Dia mengisyaratkan tangannya di depan bibirnya ketika ternyata Felix yang masuk. 


"Dia sudah tidur?" tanya Felix dengan suara rendah.


"Iya." 


Felix menengok anaknya yang berada di dalam box. Tampak anaknya tidur begitu pulas. "Dia cantik sekali seperti kamu." 


Chika tersenyum mendapati pujian suaminya. "Terima kasih, tetapi aku tak sanggup membayar pujianmu itu."


"Bayar saja aku dengan cintamu." Felix memeluk tubuh Chika. Perlahan dia mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya. Rindunya pada bibir ranum milik Chika membuatnya tak kuasa untuk menyesapnya. 


Chika buru-buru menjauh dari suaminya. Merasa tidak enak karena  ketahuan hendak berciuman. 


"Ada apa Mama ke sini?" tanya Felix malas. Kesempatan emasnya seketika hilang begitu saja.


"Chika belum makan, jadi Mama ingin mengantikan Chika untuk menjaga Freya." Liana masuk ke dalam kamar. "Kamu makan dulu, Sayang. Jangan menuruti Felix yang tak ada habisnya," ucap Liana pada Chika sambil menyindir anaknya.


Chika malu sekali, tetapi suaminya yang tampak biasa saja, membuatnya merasa ikut biasa saja. Menghilangkan kecanggungannya. "Iya, Ma." 


Bersama Felix Chika keluar. Dia menghampiri teman dan keluarganya yang sedang menikmati pesta kecil. Sesekali mereka saling bercerita. Menceritakan serunya berjaga. 


***


Malam semakin larut, Chika dan Felix sudah terlalu lelah karena tadi tamu dan keluarga pulang menjelang sore. Mereka seru bercerita hingga tak sadar jika waktu bergulir dengan cepatnya. 


"Kamu tidur saja dulu, aku akan menjaga Freya." Felix meminta istrinya untuk tidur. 

__ADS_1


Chika yang memang sudah sangat mengantuk akhirnya memilih untuk tidur lebih dulu.


Felix dengan telaten menunggu anaknya. Mengajak bayi kecil itu berbicara dan sesekali menyanyi.  


Namun, saat baby Freya menangis, mau tak mau Felix membangunkan Chika karena anaknya pasti menangis karena haus. 


Chika membuka matanya. Meraih tubuh Freya, dia menyusui anaknya.  Bayi kecil yang baru saja menangis itu begitu kehausan, hingga dengan rakus minum susu.  


"Tidurlah, aku yang akan gantian menjaga." 


"Tidak, aku akan menemanimu. Kesempatan seperti ini tak akan terulang kembali." 


Chika tersenyum. Bangga sekali melihat Felix yang tak henti membuatnya merasa bersyukur memilihnya sebagai pendamping hidup. Karena sebuah rumah tangga tak hanya dibangun sendiri, melainkan bersama-sama. Dan bersama Felix, dia akan membuat keluarga bahagia versi mereka. 


Manusia adalah tempat salah. Namun, ada kalanya manusia berusaha untuk berubah. Seperti yang dilakukan Felix. Banyak hal positif yang terjadi padanya. 


Jangan melihat orang hanya dari seberapa buruk masa lalunya. Namun, lihatlah juga seberapa besar dia berusaha membuat masa depan yang lebih baik. Jika masa lalu buruk, tak perlu disesali, hanya perlu diperbaiki. Jika sudah baik, jangan berpuas hati dan tetaplah berusaha lebih baik lagi. Jadikan masa lalu sebagai pendorong untuk mencapai masa depan lebih baik lagi. Sebagai penggerak untuk melangkah maju mencapai impian.


"Aku mencintaimu." Chika tersenyum manis.


"Jangan menggodaku, kata-katamu menarikku pada sebuah kerinduan."


Chika tersenyum dan menunjuk pipinya untuk ke kecup suaminya. Mendapati isyarat tangan, Felix bergerak cepat mencium Chika. Akan tetapi, bukan pipi yang dicium, melainkan bibir.


"Aku juga mencintaimu." Satu kalimat jawaban atas ungkapan cinta Chika. "Papa juga mencintaimu." Felix mendaratkan kecupan juga di pipi Freya.


Malam ini begitu indah, karena kebahagiaan begitu melingkupi perasaan mereka. Berharap kebahagiaan akan selalu ada dalam hidup mereka.


.


.


.


Al dan El lagi Gendong Freya

__ADS_1



__ADS_2