Wedding Project

Wedding Project
Memahami Perasan


__ADS_3

"Sejak pulang dari rumah Nadia, kamu diam saja," ucap Felix saat makan malam. Dari tadi Felix memperhatikan tunangannya tidak bicara sama sekali hingga membuatnya heran.


"Ha?" Chika tersentak kaget saat mendengar suara Felix. 


"Apa yang kamu pikirkan hinga kamu diam saja seperti itu?" Melihat Chika yang terkejut, Felix menduga jika tunangannya itu sedang sangat memikirkan sesuatu. 


"Aku tidak sedang memikirkan apa-apa," elak Chika. Dia kembali memakan makanannya. Agar segera bisa kembali ke apartemennya.


Felix tidak mau memaksakan kehendaknya. Akhirnya dia membiarkan Chika tidak menceritakannya. 


Setelah makan, Chika kembali ke apartemennya diantar Felix. Saat memastikan Chika sudah aman masuk ke dalam kamar, Felix kembali ke apartemennya. 


Chika menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Perasaannya tak menentu. Perasaanya berada pada dilema. Satu sisi dia ingin melanjutkan seperti rencana awalnya, tetapi di sisi lain, dia merasa tidak tega seegois itu pada Felix padahal Felix sangat baik. 


Chika mengingat bagaimana tadi dia bertemu dengan Nadia, dan wanita itu menceritakan  bagaimana Felix membantunya mendapatkan haknya. Bagaimana Felix membantunya sampai anaknya benar-benar diakui.


"Sebaik itu dirimu," gumamnya seraya memandangi langit-langit kamarnya. Di dalam hati kecilnya ada rasa kagum pada Felix, tetapi dia tak tahu rasa apa


Aku yakin Felix begitu mencintaimu. Jika tidak, dia pasti tidak akan menceritakan semua padamu. Chika mengingat bagaimana Nadia mengatakan akan hal ini. 


"Aku tidak tahu kenapa perasaanku seperti ini. Apa mungkin ...?" Chika menggelengkan kepalanya. Mencoba menepis perasaannya. "Masih ada beberapa bulan, paling tidak aku masih punya kesempatan untuk memahami perasaanku." Kini Chika memilih mengalah dengan perasaannya. Mencoba mendalami apa yang sebenarnya dirasakannya, sebelum nanti dia memilih untuk melanjutkan atau mengakhiri hubungan dengan Felix.

__ADS_1


**


Pagi ini, susana hati Chika lebih bersemangat. Sengaja bangun pagi dan memasak untuk sarapan. Felix yang melihat rona bahagia  Chika merasa aneh. Padahal semalam jelas-jelas tunangannya itu sangat muram.


Karena tak mau merusak suasana hati Chika. Felix memilih diam dan menikmati suasana pagi yang begitu bersemangat. 


"Apa kamu sudah menyiapkan semua untuk Kak Regan dan keluarganya?" 


Mendengar pertanyaan itu Chika menegakkan kepalanya. "Sudah, semua sudah aku siapkan, dan aku rasa dua minggu lagi bisa berangkat."


"Baiklah, nanti aku akan katakan pada Bryan."


"Aku belum pernah ke sana, apa di sana sangat bagus?" tanya Chika dan mendapati anggukan dari Felix. "Kenapa Pak Regan memilih di Inggris?" Sampai detik ini Chika tidak tahu alasan atasannya. 


"Kamu tahu bukan jika orang tua Bryan dan Kak Regan dari sana. Jadi tempat itu yang dipilih."


Chika baru mengerti. Orang tua Bryan dan Regan berasal dari Inggris, jadi wajar jika mereka membangun properti di sana. 


"Andai aku punya uang, aku juga mau beli apartemen yang sedang dibangun ini," celetuk Chika. 


"Kenapa?"

__ADS_1


"Apa kamu tahu, jika harga yang dibandrol tidak mahal. Harganya masih di bawah apartemen menengah di ibu kota. Jika di ibu kota harganya untuk tipe studio dibandrol dengan harga 1,5 milyar, di sana hanya 1,1 milyar."


Felix tersenyum mendengar penjelasan Chika. "Iya, memang Kak Regan sengaja membuatnya dengan harga tidak mahal. Dia berharap jika orang-orang yang kuliah di sana, bisa tinggal dengan di sana," jelas Felix.


Chika mengingat berkas yang pernah dia baca. Lokasi apartemen memang dekat dengan kampus dengan reputasi internasional. Jadi pasti akan menjadi incaran orang tua yang menguliahkan anaknya di sana.


"Kita akan bersenang-senang di sana setelah peresmiannya nanti," ucap Felix tersenyum. Dia, Bryan, dan Regan sudah merencanakan liburan setelah peresmian. 


"Benarkah?" Chika berbinar. Dia sudah tidak sabar menanti kerja sambil liburan. Ditambah lagi liburannya akan seru bersama keluarga Regan dan Bryan. 


.


.


.


Rencana aku akan kasih bonus chapter di My Perfect Daddy. Semoga bisa ya. Jadi liburannya akan ada di novel masing-masing dengan ceritanya masing-masing.


Bab ini memang sedikit ya. Mohon maaf🙏


...Jangan lupa vote, berikan hadiah, komentar, like...

__ADS_1


__ADS_2