Wedding Project

Wedding Project
Ayam Saus Korea


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat. Kini usia kandungan Chika sudah mencapai enam bulan. Perutnya sudah semakin besar dan membuat Felix begitu gemas. Setiap bulan Felix selalu mengukur ukuran perut Chika dan mengabadikannya dalam foto untuk menjadi kenang-kenangan. 


Dinginnya pendingin ruangan yang menusuk tulang melalui celah-celah kulit, membuat Felix mengerjap. Ternyata selikmutnya tersingkap dan membuat Felix menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Namun, saat menarik selimut dia merasa ada yang kurang. Hal itu adalah istrinya. Felix melihat sisi ranjang yang kosong dan membuatnya mengedarkan pandangan.


Di sekitar kamar dia tidak menemukan istrinya sama sekali. Akhirnya memutuskan untuk bangun dan mencari di mana istrinya berada. 


Di kamar mandi, Felix mencari keberadaan Chika, tetapi wanita hamil itu tidak ada. 


Buru-buru Felix keluar dari kamar. Merasa takut ke mana perginya istrinya. 


Saat menuruni anak tangga, dia mendapati lampu dapur yang menyala. Felix menduga istrinya pasti di sana. 


"Sayang," panggil Felix. 


"Kamu bangun?" Chika yang sedang asyik menikmati apel, menatap Felix. 


"Iya, aku mencarimu dan ternyata kamu di sini." Felix menghampiri Chika. "Kamu lapar?" tanyanya. 


"Iya." Chika tersenyum mendapati pertanyaan suaminya. 


"Mau aku buatkan sesuatu?" 


"Benarkah?" tanya Chika berbinar.


"Apa aku pernah berbohong padamu?" Felix tersenyum. "Kamu mau aku buatkan apa?" 


"Aku mau ayam saus korea." 


Dahi Felix berkerut dalam. Seingatnya di rumah tak pernah ada masakan berbau korea dan belum lagi tidak ada stok bumbu itu. 


"Bukannya kita tidak punya bumbu itu?" 


"Iya."


"Lalu?"


"Kamu beli," jawab Chika polos. 


Felix melihat jam dinding dan mendapati jam dua belas malam. "Supermarket sudah tutup, Sayang."

__ADS_1


"Ada, supermarket dua puluh empat jam tidak tutup." 


Felix menelan salivanya saat harus keluar tengah malam hanya untuk mendapatkan saus korea. 


"Kalau diganti saus kecap bagaimana?" Felix mencari alternatif yang lebih mudah mengingat dari pada dia harus keluar mencari saus korea. 


"Tidak mau, aku mau itu."


Permintaan Chika sudah bagai titah yang tak bisa dibantahkan. Jika tidak istrinya tidak hamil, mungkin dia akan memperdebatkannya. Akan tetapi, istrinya sedang hamil dan tak mau sampai anaknya yang akan menanggung keinginan yang tidak terpenuhi itu. 


"Baiklah, aku akan mencarinya." Felix berbali dan berniat untuk mengambil kunci mobilnya.


"Ayo." Chika mengekor di belakang Felix. 


Gerakan Felix yang berhenti tiba-tiba membuat Chika menabrak tubuh kekar itu. Untung saja tubuh Chika tidak oleng. Apa jadi jika sampai tubuh Chika jatuh. 


"Kenapa berhenti tiba-tiba?" keluh Chika. 


"Kamu mau ke mana?" Felix berbalik dan bertanya. 


"Ikut kamu membeli saus korea." 


Felix menghembuskan napas kasar. Tidak mengerti kenapa istrinya berpikiran untuk ikut. "Ini sudah malam, Sayang. Tidak baik untuk ibu hamil."


Felix mengeram dalam hatinya merasa sangat kesal dengan istrinya. Tak mau memperpanjang perdebatan akhirnya Felix mengizinkan istrinya untuk itu. 


Felix dan Chika menuju ke supermarket dua puluh empat jam. Jalanan yang sepi membuat perjalanan begitu singkat. 


"Tunggulah di mobil. Aku akan membelikannya." Felix melepas seatbelt, bersiap untuk keluar. 


"Kenapa aku ditinggal?"


"Aku hanya sebentar."


"Ini sudah malam. Nanti jika ada yang mencuri mobilmu dan membawa serta aku bagaimana?"


Felix ingin tertawa. Alasan istrinya benar-benar tidak masuk akal. Padahal bisa saja bukan jika Chika mengunci mobil akan berbunyi saat ada maling ingin mencurinya. 


"Sudah ayo!" Felix pasrah mengajak istrinya. 


Dengan senyuman merekah di wajahnya, Chika ikut keluar dari mobil dan ikut masuk ke dalam supermarket. 

__ADS_1


Dia dalam supermarket Felix menuju ke lorong bumbu, sedangkan Chika berbelok ke tempat es krim. Melihat es krim yang begitu mengiurkan, membuat Chika membeli beberapa. 


Felix dan Chika bertemu di kasir dengan membawa barang belanjaan mereka masing-masing.


Mata Felix membulat sempurna saat melihat Chika yang membeli banyak es krim. Tak mau mempermasalahkan dan langsung membayar. 


Sampai di mobil, Chika langsung memakan es krimnya. Tak ada komplen dari Felix, mengingat istrinya akan sangat kesal sekali jika dilarang. 


Dalam perjalanan ke rumah, Chika menghabiskan dua es krim stik. Menikmati manisnya es krim yang begitu menggoda.


Sampai di rumah, Felix meminta Chika untuk menunggunya di ruang keluarga. Merebahkan tubuhnya di atas sofa.  


Felix yang sudah menyiapkan bahan-bahannya langsung memulai membuatnya. Ayam mulai di goreng tepung. Bawang putih, bawang bombay dan beberapa pelengkap lainnya disiapkan untuk saus korea. 


Setelah berkutat selama satu jam, akhirnya satu porsi ayam saus korea selesai. Tampak begitu mengiurkan dan menggoda. 


Felix menghampiri Chika untuk memberitahu jika masakannya sudah selesai. Namun, ternyata istrinya itu justru tidur. 


Rasanya tidak tega membangunkan, tetapi tidak mungkin Felix membiarkan makanan terbuang sia-sia. Akhirnya, dia memilih untuk membangunkan saja. "Sayang ...." Dia mengoyang-goyangkan tubuh Chika. 


"Apa sudah selesai?" tanya Chika yang membuka matanya . 


"Iya, ayo makan dulu."


Chika bangun dan langsung ikut suaminya untuk ke meja makan. Tak perlu berbasa-basi Chika langsung memakan masakan. 


Rasa manis pedas dari saus pedas begitu memanjakan lidah Chika. Merasakan sensi nikmat yang luar biasa. 


Satu piring nasi dan beberapa potong ayam saus kecap masuk ke perut Chika. Hingga membuat perut buncit Chika semakin kenyang. 


"Aku kenyang sekali." 


Felix menggeleng  melihat istrinya. Semenjak hamil istrinya itu memang sangat kuat makan. Felix sendiri sampai dibuat heran. 


 "Terima kasih." Chika tersenyum mesra pada Felix.


"Iya." Melihat istrinya kenyang dan puas dengan masakannya sudah cukup baginya.


Puas makan, Chika dan Felix kembali ke kamar. Felix meminta istrinya tidak langsung tidur karena baru saja makan. Dia membawa Chika ke dalam pelukannya dan mengajaknya bercerita 


Namun, tampaknya sama saja. Karena beberapa saat Chika sudah tertidur. Felix menurunkan tubuh di atas tempat tidur dengan perlahan. Kemudian  menutupi tubuh Chika. 

__ADS_1


"Selamat tidur, Sayang." Felix mendaratkan kecupan di dahi Chika dan menyusul istrinya itu tidur. Hari ini cukup membuatnya lelah karena baru saja membuat masakan untuk istrinya. 


__ADS_2