
"Kita akan pergi ke pusat perbelanjaan setelah ini dan bertemu dengan Bryan dan Shea di sana," ucap Selly pada Chika dan Felix di saat mereka sedang sarapan.
Chika dan Felix mengangguk. Mereka mengikuti saja dua bos besar yang ingin ke mana saja.
"Jangan pulang malam, nanti malam kita akan ada pesta di rumah." Lana mengingatkan anak dan menantunya.
"Iya, Ma. Kami hanya sebentar jalan-jalan. Setelah makan siang kami sudah pulang," jelas Regan.
Felix yang berada di keluarga Maxton tertawa dalam hatinya mendengar ucapan Regan. Mengenal Selly cukup lama, dia tidak yakin akan kembali setelah makan siang. Kakak temannya itu pasti akan berlama-lama di pusat perbelanjaan.
Selesai makan mereka semua ke salah satu pusat perbelanjaan di kota London. Sesampainya di sana mereka mencari Bryan dan Shea.
Saat formasi sudah lengkap, mereka melihat-lihat toko barang-brang branded berjajar. Memilih toko mana yang akan mereka singgahi.
Selly berjalan bersama Regan. Tangannya melingkar di lengan suaminya yang sedang sibuk mendorong stroller. Begitu juga Shea, melakukan hal yang sama seperti kakak iparnya lakukan.
Chika yang berada di samping Felix merasa tidak enak melihat dua pasang suami istri saling berjalan dengan mesra. Sebagai wanita normal, dia juga mau seperti itu. Akan tetapi, dia mengingat perjanjian yang dibuatnya sendiri. Tidak mungkin dia melanggarnya sendiri.
__ADS_1
Melirik Felix, Chika ingin melihat apakah tunangannya itu berniat untuk menarik tangannya. Namun, sepertinya Chika harus puas dengan Felix yang tampak tenang dan tak terusik dengan pemandangan di depannya.
Entah dorongan apa yang membuat Chika berani. Menautkan tangannya pada tangan Felix dan membawanya dalam genggaman.
Felix benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Chika. Bersyukur, mungkin itu yang pantas Felix ucapkan, karena ternyata Chika sudah membuka hatinya. Ditariknya tangan Chika dan mendaratkan satu kecupan di sana.
Pipi Chika merona menyadari aksi nekatnya mengandeng Felix, Namun, semakin merona saat Felix mendaratkan kecupan di tangannya. Jantungnya begitu berdetak dengan kencang.
Mereka berdua menikmati berjalan berdua beriringan. Hingga akhirnya genggaman itu terlepas saat sampai di salah satu toko tas. Chika yang diajak Selly dan Shea melihat-lihat tas.
Sesaat kemudian tiga wanita datang menghampiri. Selly mengajak Regan untuk melihat tas pilihannya, begitu juga dengan Shea yang mengajak Bryan. Mereka menitipkan anak-anak pada Felix.
"Kamu tidak beli?" tanya Felix.
Chika terdiam. Tas yang dipajang benar-benar mahal. Tidak mungkin dia membelinya. Apalagi tadi tas yang sempat dia lihat harganya kalau dirupiahkan mencapai lima puluh juta. Untuk ukuran dirinya, tas itu cukup mahal.
"Tidak, aku tidak membelinya."
__ADS_1
Mendapati jawaban Chika, Felix langsung meraih ponselnya. Mengirim pesan pada Shea. [Se, tolong belikan tas yang disuka Chika tadi.] Felix tahu ada tas yang Chika sukai, karena tadi dia melihat tunangannya itu berbinar melihat satu tas.
[Siap] Shea menjawab pesan yang dikirim Felix.
Sesaat kemudian Selly dan Shea selesai. Mereka melanjutkan kembali jalan-jalan dan berhenti di satu satu toko baju. Tiga wanita asyik memilih baju. Sesekali Selly memberikan baju yang pas untuk Shea dan Chika.
Kali ini Chika berani membeli baju sendiri. Karena baju yang dipilih tidak malah dan masih bisa dibelinya. Walaupun yang dibelinya tidak sebanyak Shea dan Selly.
Selesai berbelanja, mereka menikmati makan siang yang sudah terlewat dua jam. Berbelanja benar-benar membuat mereka melupakan makan siang.
Puas berbelanja. Regan, Selly, Felix dan Chika kembali ke rumah orang tua Regan, sedangkan Bryan dan Shea kembali ke rumah orang tua Bryan karena harus menjemput mereka lebih dulu sebelum ke rumah Regan.
.
.
.
__ADS_1