Wedding Project

Wedding Project
Menjemput El


__ADS_3

"Apa kakimu sudah lebih baik?" Felix menoleh sejenak pada Chika saat tangannya sibuk di stir kemudi. Pagi Felix pergi ke rumah Bryan dan Shea untuk menjemput baby El, sesuai dengan kesepakatannya dan Bryan.


"Sudah." Semalam setelah Felix memijat kakinya, rasa sakitnya sudah jauh lebih berkurang. Hingga tadi pagi saat bangun, sudah bisa digerakkan seperti semula.


Sebenarnya kaki Chika tidak terlalu parah. Jadi pasti akan cepet sembuh. Namun, ada untungnya juga saat kaki Chika sakit, karena kemarin dia bisa menyentuh Chika tanpa ada embel-embel melanggar persyaratan. Bagaimana Chika yang tidak keberatan menambah nilai keuntungan yang didapatnya.


"Sebenarnya ke mana Bryan dan Shea pergi?" Chika masih begitu penasaran karena kemarin saat pergi untuk ice skating, Bryan dan Shea menitipkan anaknya pada Regan dan Selly. Akan tetapi sekarang sepasang suami istri itu menitipkan padanya dan Felix.


"Aku kurang tahu mereka mau ke mana, tetapi Bryan bilang Kak Regan dan Kak Selly tidak bisa dititipi El." Felix memilih alasan itu untuk menjawab pertanyaan Chika.


"Mama dan papa Bryan ke mana?" Chika menatap Felix yang sedari tadi menjawabnya sambil fokus pada jalanan di depannya.


Matilah aku! Aku tidak menyangka jika Chika akan menanyakan akan hal itu dan itu diluar pikirannya.


"Aku tidak tahu, nanti kamu tanyakan saja pada mereka." Salah satu cara yang tepat adalah menghindar dan itu yang diambil oleh Felix.


Chika mengangguk dan mengakhiri pertanyaannya. Chika benar-benar tidak tahu, jika semua sudah direncakan Felix kemarin bersama Bryan. Entah apa yang akan dilakukan Felix dengan anak Bryan itu saat nanti tiba di apartemen.


Sampai di rumah Bryan Shea, mereka disambut hangat. Shea begitu pandai berakting, mengatakan jika mereka akan pergi ke acara klien Bryan. Shea juga menjelaskan jika mertua dan kakak iparnya sedang tidak bisa menjaga El, jadi akhirnya pilihan jatuh pada Felix dan Chika.


Bryan benar-benar hanya bisa menggeleng. Semalam saat menceritakan rencananya dengan Felix, ibu satu anak itu tidak menolak sama sekali. Justru langsung menerima merencanakan lebih detail, agar Chika tidak curiga.


Felix yang melihat akting Shea sangat salut dengan istri atasannya itu. Mungkin hanya dia yang berani meminta istri seorang CEO untuk berakting. Jika harus membayar, gajinya setahun tidak akan cukup membayar akting dari istri Bryan Adion-CEO Adion Company, tempatnya bekerja.


"Aku sudah siapkan semua perlengkapan di dalam tas." Shea menatap Bryan untuk memberikan tas pada Felix. "Susu juga sudah ada di dalam cooler box." Mata Shea beralih melihat cooler box yang diberikan Bryan dan Felix.


"Dan ini jagoan yang akan ikut kalian." Shea memberikan El pada Chika dan Chika langsung menerimanya. "Yang pintar ya, Sayang." Shea mendaratkan kecupan di dahi El, sebelum putranya itu pergi.


"Tenang Mommy, aku akan pintar ikut dengan Paman Felix dan Bibi Chika." Chika berbicara seraya mengerakkan tangan El, melambai pada Shea.


Shea tersenyum dan mengantarkan Chika dan Felix ke mobil. Senyum Shea terlihat jelas, hingga membuat Bryan bingung. Walaupun tidak adanya El, bisa sangat menguntungkan untuknya, tetapi tetap saja membuatnya khawatir. Tidak sepeti saat anaknya ada di tangan kakak atau mamanya. Baginya Felix belum terlalu berpengalaman, jadi sedikit beresiko.

__ADS_1


Bryan dan Shea melambaikan tangannya saat mobil Felix meninggalkan halaman rumahnya.


"Apa kamu yakin El aman?" tanya Bryan. Matanya masih melihat mobil Felix yang sudah hilang dari pandangannya.


"Tenanglah, dia akan aman," ucap Shea, "justru aku yang tidak akan aman," imbuhnya dengan menyelipkan senyuman.


Bryan menoleh dan melihat senyum manis dari istrinya yang penuh arti. " Aku janji tidak akan membuatmu lelah," ucapnya seraya mengedipkan matanya.


***


Chika memainkan tangan El yang sedang memegangi mainan. Suara 'kricing' begitu membuat El senang. Tawanya riang hingga membuat pipi gembulnya terangkat naik.


"Berapa anak yang kamu inginkan saat nanti sudah menikah?" Felix yang dari tadi memerhatikan Chika begitu ikut senang.


"Aku mau tiga, dua laki-laki dan satu perempuan, tetapi jika bisa aku mau kembar laki-laki dan perempuan." Karena senangnya bersama El, Chika seolah lupa sedang membicarakan anak dengan siapa. Padahal menikah dengan Felix sudah dia coret dari daftar hidupnya.


"Memangnya kamu ada keturunan kembar?"


Felix tersenyum mendapati jawaban Chika. Tunangannya itu begitu ingin anak kembar. "Berdoa saja kita bisa dapat anak kembar."


"I …." Saat ingin menjawab ucapan Felix, Chika tersadar dengan kata 'kita' yang diucapkan Felix. Kita yang dimaksud Felix adalah dirinya dan Felix dan sudah tidak ada di daftar rencananya ke depan.


Mendengar jawaban Chika yang terhenti, membuat Felix menyadari jika tunangannya itu belum bisa menerimanya sepenuhnya. Namun, Felix tidak terlalu mempermasalahkan, karena masih ada waktu untuk membuat Chika yakin memilih dirinya.


Chika merasa tidak enak saat menghentikan ucapannya. Beruntungnya mobil Felix sampai di apartemen dan itu menyelamatkan Chika dari rasa tidak enak pada Felix.


Felix dan Chika turun dari mobil. Chika menggendong El, sedangkan Felix membawa peralatan El. Mereka sudah tampak seperti sepasang suami istri dengan seorang anak.


Apartemen Felix adalah tempat pilihan untuk Felix dan Chika, karena peralatan banyak dibutuhkan terdapat di sana.


Waktu menunjukan jam sepuluh, sesuai jadwal yang diberikan Shea, jam segini El biasa tidur. Tak mau bayi kecil itu menangis karena mengantuk Chika dan Felix langsung membagi tugas. Felix menghangatkan susu dan Chika membawanya ke kamar Felix.

__ADS_1


Di dalam kamar, Chika meletakan El di tempat tidur ukuran king size itu. Bayi kecil menendang-nendangkan kakinya ke udara seraya bergumam. Chika benar-benar gemas dengan bayi kecil dengan pipi gembil itu.


Chika ikut merebahkan tubuhnya di samping El, memiringkan tubuhnya, memandangi wajah tampan El perpaduan wajah cantik Shea dan wajah tampan Bryan.


Felix masuk ke dalam kamar, dia meliat tubuh Chika dari belakang. Tubuh tunangannya itu terlihat menggoda saat di lihat.


"Mana," ucap Chika seraya membalikan tubuhnya meminta susu yang dihangatkan Felix.


Suara Chika itu mampu menyadarkan Felix yang sedang mengagumi tubuh Chika. Melangkah menghampiri Chika, dia memberikan botol susu.


"Minum ya, setelah itu tidur." Chika memasukan dot ke dalam mulut kecil El yang sedari tadi bergumam.


Bayi kecil itu langsung dengan cepat menyesap dot susu yang diberikan Chika. Pipinya yang gembul, kembang kempis karena sibuk menyedot susu.


Chika dan Felix tertawa melihat aksi El. Karena gemas, Felix merebahkan tubuhnya di samping El, berseberangan dengan Chika. Memiringkan tubuhnya, dia melihat El yang asik menyusu.


.


.


.


Kangen ga sama Al dan El. Rencana aku mau lanjutin bulan depan My Perfect Daddy, tapi kalau levelnya naik🤭


Bantuin yuk, baca ulang My Perfect Daddy. Kalau ga baca di scrol aja setiap hari, sehari scrol 5 bab. Kalau selesai di bab akhir, ulang lagi scrol lagi dari atas. Jangan sampai berhenti pokoknya. Kalau bulan depan naik aku akan kasih bonus chapter😁


...Hari ini Senin ya.....


...Vote dong Wedding Project...


...Hadiah juga kasih ya....

__ADS_1


...Kalian bisa ambil dipusat misi gratis....


__ADS_2