
Felix yang di kamar merasa senang hubungannya tidak berakhir. Dia merutuki kesalahannya yang mendengarkan cerita hanya setengah saja.
Kalau aku tidak menemui Erix pasti aku akan sengat menyesal. Felix mengingat pertemuannya tadi dengan Felix.
Setelah meminta Chika untuk meninggalkannya Felix mengusap wajahnya kasar. Terkadang rasa tidak percaya dirinya berhadapan dengan lelaki baik-baik membuatnya merasa kacau.
Namun, rasa kehilangan Chika membuatnya tak bisa membuat masalah semakin berlarut-larut. Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Erix dan mengajak dokter muda itu untuk bertemu.
Di kafe dua puluh empat jam, Felix menunggu Erix. Beberapa saat kemudian Erix datang. Tanpa berbasa-basi, Felix langsung menanyakan pertemuan dengan Chika. Erix pun menjelaskan semuanya dan hal itu membuat Felix menyesal mendnegarkan hanya setengah dari cerita.
"Jadi kamu hanya mendengar setengah pembicaraan?"
"Iya." Felix yang kesal tadi memang memilih pulang.
Erix tertawa. "Untung kamu bukan jurnalis berita, jika sampai iya, aku yakin berita yang kamu hadirkan itu akan menjadi bola panas dan mengiring opini publik yang salah."
"Karena itu aku jadi asisten bukan jadi jurnalis." Felix memutar bola matanya males.
Erix kembali tertawa. "Aku yakin Chika mencintaimu, tenanglah!"
"Iya, aku tahu." Felix membenarkan.
Selesai mendapatkan infomasi yang benar, akhirnya Felix memutuskan berpamitan dan meninggalkan kafe. Namun, entah kenapa dia ingin mengecek ponselnya terlebih dahulu sebelum melajukan mobilnya.
Matanya membulat saat melihat nomor Chika menghubunginya. Karena penasaran berkali-kali menghubungi, akhirnya Felix menghubungi kembali.
Alangkah terkejutnya saat mendengar suara bising saat menghubungi Chika. Sudah dia duga karena itu dia buru-buru segera menyusul.
__ADS_1
Felix tersenyum mengingat pertemuannya yang membuat Chika menduga jika dia ke klub. Tadinya aku berpikir untuk mendiamkanmu dulu dan membuatmu gelisah, tetapi kamu justru ke klub dan membuatku tak tega untuk berlama-lama tidak bicara,
**
Pagi ini Chika bangun dengan bersemangat. Walaupun semalam kurang tidur, tetapi dia tak mau melepaskan kesempatan untuk menciptakan momen bahagia dengan Felix.
"Kamu sudah bangun?" Felix yang baru keluar dari kamar dan berniat mengambil minum, melihat Chika.
"Iya. Aku ingin menyiapkan sarapan."
"Bukannya semalam kamu kurang tidur?" Gelas yang sudah diisi air, dia minum sambil menunggu jawaban Chika.
"Iya, tetapi aku merasa sangat segar dan bersemangat saat bangun."
Walaupun sebenarnya ketakutan Felix adalah bagaimana jika Chika sampai pingsan di kantor. Dia akan jadi tersangka utama penyebabnya seperti tempo hari.
Felix mengangguk. Namun, sebelum pergi dia mendaratkan kecupan di pipi Chika dan berlalu meninggalkan dapur. Mendapati kecupan dari Felix Chika terkejut, tetapi senyumnya langsung mengembang di wajahnya.
Aku sudah seperti suami istri saja. Kegiatan Chika yang lebih banyak dilakukan di apartemen Felix membuatnya sudah seperti sepasang suami istri.
Mereka menikmati sarapan, setelah selesai bersiap.
"Kemarin sebenarnya kamu kemana?" Chika belum menemukan jawaban atas kepergian Felix kemarin.
"Aku pergi menemui Erix."
Pantas waktu itu saat di mobil dia sudah tidak kesal. Tenyata dia sudah mendengar penjelasan Erix lebih dulu.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu meminta aku untuk menjelaskan lagi?" Chika melirik tajam.
"Menyamakan cerita saja."
"Apa ceritanya sama?"
"Kalau tidak, tidak mungkin aku memelukmu di mobil."
"Jadilah pendengar yang baik. Yang mendengarkan cerita sampai tuntas. Jika sebuah cerita belum usai, tunggulah sejenak sampai cerita itu selesai."
"Iya, lain kali aku akan mendengarkan dengan baik." Felix tersenyum seraya menyuap makanan ke dalam mulutnya. Menyadari apa yang salah. "Apa mempercepat pernikahan masih berlaku?"
Mendapati pertanyaan itu Chika merona.
"Aku anggap diammu berati iya." Keputusan sepihak dari Felix. "Aku akan mengurus semuanya. Persiapkan saja dirimu untukku." Felix tersenyum penuh arti.
Chika langsung menundukkan pandangan, karena malu membahas hal intim pagi-pagi. Rasanya Chika takut membayangkan malam pertamanya nanti dengan Felix. "Apa akan gedung yang disewa dalam waktu dekat?" Dia memilih mengalihkan pembicaraan.
"Tenanglah aku akan urus semua."
.
.
.
...Periode terakhir hadiah, hari ini ya. ...
__ADS_1
...Yuk kasih bunga untuk Felix dan Chika....