Wedding Project

Wedding Project
Tetangga


__ADS_3

"Ayo makan!" ajak Felix. 


Ajakan Felix seketika membuat Chika membuka matanya. Bayangan indah adegan ciuman seketika melayang tinggi, meninggalkannya yang terdiam dan membatu. 


"Aku sudah lapar dan dari tadi aku menunggumu." Felix melangkah menuju ke dapur dan meninggalkan Chika di depan kamarnya. 


Senyum Felix tertarik di sudut bibirnya saat tubuhnya membelakangi Chika. Tadi dia memang sengaja melakukan hal itu. Entah kenapa dia ingin sekali menggoda Chika. Padahal dia tahu jika Chika terlihat sangat siap untuk dicium.


Chika mengembuskan napasnya kasar. Napas mint itu sekarang terasa panas karena hatinya juga panas. Sudah sangat siap, tetapi ternyata tak mendapatkan apa-apa. 


Dengan langkah kesal Chika menyusul ke meja makan. Memulai makannya dan menikmati makanan yang dibuat oleh Felix. Sepanjang makan wajah Chika ditekuk kesal. Tak satu katapun terucap dari mulutnya. 


"Masih ada sisa waktu, jadi kita bisa gunakan untuk istirahat." Akhirnya suara Felix memecah keheningan di meja makan. 


Chika tidak menjawab dan terus makan. Rasa mint yang berada di mulutnya benar-benar membuat lidahnya tidak enak mengunyah makanan. Namun, perutnya yang lapar tak bisa dia hindari.


"Kita di rumah saja, beristirahat sambil menonton film ya?" tanya Felix.


"Terserah."


Kata sakral yang diucapkan wanita itu membuat Felix bergidik ngeri, karena biasanya wanita punya keinginan sesuatu tetapi tidak berani mengatakannya atau mungkin sebuah kata yang menandakan kepasrahan dari wanita yang malas melakukan apa-apa. Entah Chika masuk ke dalam kategori mana saat mengatakan kata terserah, Felix masih menerka. 


Makan selesai, Felix dan Chika mencuci piring bersama-sama. Namun, Chika masih memasang wajahnya kecut. 


Astaga, untuk sebuah ciuman Chika sekesal itu. Ingin rasanya Felix tertawa.


Sesuai dengan rencana, akhirnya mereka menonton film. Sudah ada pop corn di atas meja, dan membuat Chika heran kapan Felix membelinya. Namun, dia mengabaikan begitu saja. Dia fokus pada menonton film kembali. 


Felix memilih film hollywood. Mereka menonton dengan memakan pop corn yang disediakan.


Film yang dilihat  tiba-tiba menampilkan adegan ciuman, dan membuat Chika mengeram kesal saat adegan ciuman seolah sedang meledaknya. 


Tangan Chika meraih minuman di atas meja, untuk mengalihkan pandangan karena canggung dengan adegan tersebut. 

__ADS_1


"Sepertinya kamu haus?" 


Suara Felix tepat di telinga Chika dan membuatnya merasakan gelenyar aneh. "Iya." Buru-buru Chika meletakkan kembali minumannya dan menegakkan tubuhnya.  


"Menontonlah yang benar, jangan bisik-bisik seperti tetangga bergosip," ucap Chika menoleh pada Felix.


"Memang tetangga jika bergosip bisik-bisik?" tanya Felix polos. 


"Iya, kadang juga mereka terang-terangan."


"Lalu apa lagi yang dilakukan tetangga?" 


Chika memicingkan matanya memikirkan apa yang tetangga di rumahnya lakukan. 


"Apa tetangga juga berharap dicium?"


Dahi Chika berkerut dalam mendapati pertanyaan Chika. Tubuh Felix yang mendekat membuatnya memundurkan tubuhnya. Hingga akhirnya sampai di ujung sofa. Karena hampir jatuh tangan Felix langsung melingkar di pinggang Chika. Menjaga agar tubuh Chika tidak terjatuh.


"Ada tetanggaku mengharapkan akan hal itu."


Chika mencerna ucapan Felix. Memikirkan siapa tetangga Felix. Sampai akhirnya dia menemukan jika tetangganya adalah dia sendiri.


"Siapa yang berharap dicium," elaknya. 


"Lalu kenapa tadi memejamkan mata?" Felix tersenyum menggoda Chika. 


"I-itu ... itu—" 


Belum sempat Chika menjawab, Felix sudah memotong dengan mendaratkan bibirnya di bibir Chika. Menyesap manisnya bibir milik tunangannya. 


Chika terkejut dengan apa yang dilakukan Felix. Matanya membulat sempurna. Apa yang tadi direncakan untuk mempraktekan apa yang pernah dilihatnya di film tak dilakukannya, karena bibirnya hanya diam saja. Hanya Felix saja yang bergerak menyesap bibirnya. 


Seketika tangan Chika mendorong tubuh Felix ketika menciumnya. 

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Felix kesal Chika menghentikan aksinya menikmati bibir manis. 


"Aku serasa makan sup ayam angkak,"  ucap Chika polos. 


Dahi Felix berkerut mendengar ucapan Chika. 


"Harusnya kamu melakukannya saat tadi aku datang karena aku sudah gosok gigi dan tidak bau mulut bangun tidur atau bau makanan." 


Ingin rasanya Felix tertawa. Ternyata tunangannya itu menyiapkan diri untuk dicium, tetapi dia justru tadi menggodanya dengan mengajaknya makan. Untuk yang tadi pagi ternyata baru Felix tahu jika tunangannya menolak karena baru bangun tidur. 


"Aku tidak masalah jika bau masakan atau kamu baru bangun tidur." 


"Tetapi aku tidak mau." 


"Lalu bagaimana?" 


"Aku mau mulut kita wangi mint, harum." Chika membayangkan momen itu akan jadi indah dengan wangi mint.


Felix terperangah mendapati jawaban Chika. Mana bisa mempersiapkan dulu untuk sekedar ciuman karena nafsu datang secara tiba-tiba.


"Berarti kita gosok gigi dulu dan baru melanjutkan?" tanyanya memastikan dan mendapati anggukan dari Chika. 


Felix hanya bisa pasrah karena baru kali ini wanita yang ingin diciumnya repot sekali. Namun, tak mau kehilangan kesempatan mendapatkan ciuman, Felix menyetujui ide Chika. 


Bersama Chika mereka ke kamar mandi untuk menggosok giginya terlebih dahulu. Membuang sisa-sisa makanan yang ada di mulutnya. 


.


.


.


...Jangan lupa di like, koment dan berikan hadiah....

__ADS_1


__ADS_2