Wedding Project

Wedding Project
Lihat Saja


__ADS_3

Pagi ini Chika bersiap untuk ikut Felix mengecek semua kesiapan untuk berangkat ke luar negeri. Dari pesawat, cuaca, dan kelengkapan lainnnya saat penerbangan nanti. Keluarga Maxton dan Adion rencana akan berangkat nanti di jam tujuh malam sesuai dengan jadwal yang mereka sudah buat sedari awal. Jadi Felix dan Chika harus memastikan semua aman.


Setelah semua siap, Felix dan Chika menuju ke rumah Regan untuk menemui kedua CEO tempat mereka bekerja. Melaporkan kesiapan untuk berangkat hari ini.  


Tepat saat Chika dan Felix sampai, sudah ada Bryan dan Shea di sana. Chika menyapa Shea dan Selly yang sedang mengendong anak mereka masing-masing. Chika yang masih ada pekerjaan, harus menyelesaikan terlebih dahulu sebelum mengobrol dengan Shea untuk menanyakan tentang coat yang Shea berikan.


Felix dan Chika menjelaskan semua pada Bryan dan Regan tentang kesiapan keberangkatan. Mereka menjelaskan jika kondisi cuaca malam ini bagus jadi tidak akan ada kendala untuk penerbangan. 


Bryan dan Regan lega karena semua sudah sesuai dengan rencana. Mereka meminta Felix dan Chika untuk berangkat dari rumah Regan bersama-sama.


Mendengar perintah dari atasannya, Felix dan Chika setuju saja. Mereka merasa tidak masalah jika harus berangkat dari rumah Regan. 


Puas membahas rencana keberangkatan. Shea dan Selly mengajak Chika untuk ke dapur, menyiapkan makan siang, sedangkan Felix ikut Bryan dan Regan menjaga anak-anak. 


"Apa coat yang aku titipkan pada Bryan sudah diberikan pada Felix?" tanya Shea.


Chika tidak menduga jika Shea akan bertanya seperti itu padanya. Padahal tadinya dia berniat menanyakan hal itu lebih dahulu. "Sudah, Felix sudah memberikan padaku juga,"  jawab Chika. 


"Syukur jika Felix sudah memberikannya." Shea tersenyum pada Chika merasa senang. "Apa kamu tahu kami sengaja membeli itu," ucap Shea lagi.


"Iya, agar kita nanti bisa memakai coat yang sama." Selly menimpali ucapan Shea.

__ADS_1


Chika baru mengerti, ternyata coat itu memang benar adanya jika Shea yang membeli. Tadinya, dia pikir Felix yang membelikannya, tetapi ternyata dugaannya salah. 


"Kenapa kalian membelikannya untukku, bukankah itu mahal?" Chika ingat betul jika coat itu sangat mahal. Itulah alasannya dia tidak jadi membelinya. 


"Tenang, kebetulan pemilik toko itu teman Kak Selly, jadi waktu kami membeli tiga, dia memberikan diskon." Dengan bangga, Shea menceritakan pada Chika. 


"Iya, tenang saja. Itu tidak mahal." Selly menambahkan penjelasan Shea. Meyakinkan Chika menerima coat tersebut. 


Chika tahu betul seperti apa sifat Shea. Temannya itu tak jauh berbeda dengannya yang suka diskon. "Terima kasih." Chika merasa senang. Dia bisa memakai coat yang disukainya nanti di luar negeri. "Ternyata punya teman istri CEO menguntungkan juga," ucapnya dengan nada menggoda. 


Shea dan Selly saling pandang. Mereka langsung tertawa. "Iya, kami juga bersyukur," jawab mereka bersamaan.


Mereka berdua tertawa dan dibalas tawa oleh Chika. Suasana dapur seketika ramai dengan suara tawa para wanita. 


Bryan mengendong El menghadap ke depan untuk menendang bola. Melawan Regan yang mengendong Al yang juga dalam posisi menghadap ke depan. Felix yang ada di tengah-tengah menjadi wasit permainan daddy dan anak itu. 


Tawa kedua bayi itu terdengar sangat senang saat daddy-nya menendang bola. Apalagi saat daddy mereka berlari, tawa terdengar begitu semakin riang. Tubuh mereka bergerak seolah ingin ikut mengejar bola. 


Sesekali Bryan atau Regan membungkukkan tubuh agar kaki mungil Al dan El gantian menendang. Begitu menyenangkan. Karena dua bayi itu begitu tertawa kencang.


Karena tak mau membuat kedua bayi kelelahan, Bryan dan Regan menghentikan permainan saat tubuh anak-anak sudah basah karena berkeringat. Mereka memberikan pada mommy mereka untuk diganti baju. 

__ADS_1


Shea dan Selly menganti baju Al dan El di kamar Al. Kemudian memberikan mereka susu karena kedua bayi itu tampak kehausan setelah berolah raga dengan daddy-nya. 


"Mereka lucu sekali," ucap Chika melihat kedua anak kecil itu sedang menyusu. Mereka masih berlomba menghabiskan sebotol susu. 


"Cepatlah menikah dan buat satu seperti mereka," goda Selly.


"Bagaimana bisa menikah jika membuka hati saja tidak mau." Suara Shea dengan nada menyindir terdengar sangat tidak mengenakan. 


"Kata siapa aku tidak membuka hati," elak Chika tidak terima.


Shea langsung menyenggol Selly yang berada di sampingnya. Merasa senang saat temannya ada tanda-tanda suka dengan Felix.


"Oh ya, kita lihat saja." Shea dengan memutar bola mata malas menjawab. Dia ingin membuat Chika panas dan merasa tidak terima. 


Lihat saja nanti. Dengan kesal Chika menjawab dari hati. Entah kenapa rasanya dia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Shea.


.


.


.

__ADS_1


...Ayo kasih like, komentar dan hadiahnya...


...biar tambah semangat....


__ADS_2