
Semalam Chika menginap di rumah mama Felix. Sesuai dengan rencana, dia akan memasak dengan mama Felix. Membuat kue cheesecake kesukaannya.
Di dapur sudah ada bahan yang disiapkan. Dengan cekatan mama Felix membuat cheesecake dan mengajari Chika. Chika begitu senang membuat kue dengan mama Felix.
"Apa boleh saya menanyakan sesuatu, Ma?"
"Tanyalah." Liana mengaduk adonan kue
"Kebetulan perusahaan berkerja sama dengan Julian Company, apa benar itu perusahaan papa Felix?" Sebenarnya Chika sudah tahu, tetapi dia ingin membuka pembicaraan saja.
"Oh dia bekerja sama dengan Maxton rupanya." Liana tersenyum tipis. "Apa Felix juga sudah tahu?"
"Sudah karena memang Beliau ingin apartemennya yang akan dibangun dikerjakan Adion."
"Ternyata itu caranya mendekati Felix."
"Maksudnya?" Chika masih tidak mengerti.
"Karena kamu akan menjadi menantu di rumah keluarga Julian, paling tidak kamu harus tahu sedikit." Liana tersenyum tipis.
Chika yang melihat tak bisa mengartikan bagaimana dan apa yang terjadi.
"Kami sudah bercerai sejak Felix masuk bangku kuliah. Papa Felix menikah lagi, tetapi sampai sekarang tidak memiliki anak. Sudah beberapa kali dia meminta Felix untuk mengurus perusahaanya, tetapi Felix tidak mau. Dia lebih memilih jadi asisten Bryan dari pada harus menerima permintaan papanya."
__ADS_1
Chika baru mengerti jika papa Felix sengaja mengajak kerja sama dengan Regan agar bisa dekat dengan anaknya.
"Sebenarnya aku tidak masalah, tetapi Felix sepertinya benar-benar tidak mau." Liana mulai memindahkan adonan.
Karena tidak mau menganggu acara memasak, Chika memilih tidak banyak bertanya lagi. Mereka melanjutkan memasak dan membuat kue sambil menceritakan hal lain.
Saat kue jadi, Chika mencicipinya. Sebagai pencinta cheesecake, dia merasa sangat senang, karena bisa makan cheesecake seenak buatan mama Felix. Lidahnya benar-benar dimanjakan dengan makanan enak satu itu.
"Wah sudah jadi." Felix yang datang ke dapur sehabis ke pergi ke pencucian mobil langsung ikut bergabung. Mencicipi kue buatan dua wanita cantik dalam hidupnya.
Tawa mereka terdengar saat saling bercerita sambil menikmati kue.Liana menceritakan bagaimana dulu Felix suka sekali makan kue, yang akhirnya mengantarkan sang mama berbisnis kue. Chika begitu senang mendengar cerita Felix waktu kecil, terdengar mengemaskan berbeda sekali dengan yang sekarang.
**
Chika yang pulang membawa cheesecake buatnya. Lebih tepatnya sih, buatan mama Felix, karena dia hanya membantu. Rasanya sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan calon mertuanya.
Sering sekali Chika mendengar cerita Shea yang menceritakan mertuanya yang baik dan kini dia merasakan akan hal itu. Akan mendapatkan mertua yang baik.
Sampai di apartemen, Chika menyimpan kue yang dibuatnya tadi di lemari pendingin.
Bersama dengan Felix, Chika menikmati sore di hari terakhir liburnya. Menikmati langit jingga dari balkon kamarnya.
"Apa saja yang kamu ceritakan dengan mama?"
__ADS_1
"Banyak,termasuk dengan papamu."
"Oh, mama juga menceritakan itu."
"Apa yang membuat kamu membencinya." Chika ingin tahu bagaimana perasaan Felix.
"Aku tidak membencinya, tetapi aku tidak tidak suka saja, dia meninggalkan mama hanya untuk wanita lain dan wanita itu adalah mantan kekasih papa."
Chika mengerti perasaan Felix. Karena tidak tahu bagaimana posisi seperi itu, di hanya bisa menguatkan Felix.
"Jika percintaan belum usai, seharusnya diselesaikan sebelum menikah. Jadi tidak akan ada perceraian."
Chika terdiam. Dia teringat Erix. Walaupun belum ada kata jadian ataupun cinta. Dulu dia pernah sedekat itu dengannya.
Aku akan mengatakan padanya jika aku akan menikah. Mengakhiri perasaan yang aku kira cinta.
Seperti yang dikatakan Felix, Chika tak mau ada masalah nanti di pernikahannya. Tak mau sampai tiba-tiba perasaan cinta tumbuh lagi di hatinya setelah pernikahan.
.
.
...Jangan lupa vote dan berikan hadiah. ...
__ADS_1