Wedding Project

Wedding Project
Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Apa kamu tidak mau mendengar penjelasanku?" Berdiri di depan apartemen Chika memberanikan diri untuk bertanya. 


"Masuk dan jelaskan." Felix membuka pintu dan membiarkan Chika untuk masuk. Duduk di sofa, menunggu Chika menjelaskan semua yang terjadi. 


"Aku memang mengatakan kalimat itu, tetapi mungkin kamu tidak mendengarkan  semuanya. Jadi kamu salah paham."


"Memang apa yang aku tidak dengar?" Felix masih tampak tenang. 


"Aku mengatakan aku mencintai Erix. Awalanya aku menganggap jika aku mencintainya, tetapi aku sadar jika aku tidak mencintainya."


Felix masih setia mendengarkannya.


"Masalah aku berusaha membatalkan pernikahan itu, memang benar adanya. Karena aku tidak mencintaimu, aku mengajukan persyaratan itu. Aku juga berusaha menggoda kamu, agar kamu menyentuhku dan akhirnya rencana pernikahan kita batal."


"Apa cara kotor seperti itu yang harus kamu pakai?" Walaupun Felix mengatakan dengan nada rendah, tetapi pertanyaan itu terasa menusuk.


"Coba pahami aku, awalnya aku tidak mencintaimu, karena itu aku melakukannya." Chika masih terus berusaha meyakinkan Felix. 


"Jika itu awalnya. Apa itu berarti sekarang kamu mencintaiku?" 


Chika diam. Merasa malu ingin mengatakan jika dia mencintai Felix. Seharusnya tanpa aku mengatakannya, dia sudah paham bukan?

__ADS_1


"Sebaiknya kamu tidur, kita bahas besok lagi." Melihat Chika yang diam saja, Felix memilih untuk mengakhiri pembicaraan. Dia berdiri dan melangkah meninggalkan Chika menuju ke kamarnya.


Chika terkejut melihat Felix yang justru meninggalkannya. Tanpa menunggu lama, dia berdiri dan menghampiri Felix. Menarik tubuh tunangannya itu dan langsung mendaratkan bibirnya. 


Sebuah rasa tak mau kehilangan dan cintanya, memberikan keberanian yang begitu luar biasa. Hingga berani mencium Felix tanpa aba-aba. 


Kali ini Felix membiarkan Chika bergerak sesuka hatinya. Gerakan bibir yang semakin lihai, hampir saja membuat Felix ingin membalasnya. Namun, dia ingin Chika mengatakan jika dia mencintainya. 


Chika melepas ciumannya. Menatap Felix lekat. "Aku mencintaimu."


Felix tersenyum. Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Chika. "Katakan sekali lagi?" pintanya. 


"Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencin—"


Suara kecapan pertemuan dua bibir terdengar mengisi keheningan malam. Saling membalas dan memberi kenikmatan di tengah rasa bahagia. 


Perlahan Felix melepas tautan bibirnya. Menatap lewat wanita yang baru saja mengatakan cinta padanya. Sambil tersenyum, tangannya mengusap bibir basah Chika. "Maaf aku tidak mendengarkan semuanya." 


"Kali ini aku maafkan, tetapi lain kali aku tidak mau. Apa kamu  tidak tahu jika mendengarkan cerita hanya setengah membuat asumsi akan berubah." 


"Iya, aku tahu. Aku hanya terlalu terkejut saja." 

__ADS_1


"Kenapa tidak menghampiri aku dan Erix. Jika kamu menghampiri pasti tidak akan ada kesalahpahaman antara kita." 


"Terkadang aku takut dengan diriku sendiri yang tak sempurna. Jadi saat aku bertemu dengan pria yang memang jauh lebih dari aku. Rasanya aku tak punya cukup keberanian. Aku-"


Belum usai Felix, Chika menutup bibir Felix dengan jarinya. Memberi isyarat untuk Felix menghentikan ucapannya. "Jangan bicara seperti itu. Bagiku kamu pria yang baik. Tak perduli apa yang pernah terjadi dulu."


 Chika mendekap erat tubuh Felix. "Kamu tidak akan membatalkan pernikahan kita 'kan?" 


"Apa kamu berharap aku membatalkan?" 


Chika mengeratkan pelukannya. Merasa takut kehilangan Felix. Pria itu benar-benar membuatnya gila. 


Felix tersenyum, merasakan pelukan yang seolah Chika tak ingin jauh darinya. "Aku justru akan mempercepat jika kamu mau?" ucapnya, "apa mau setuju?" tanyanya dan mendapatkan anggukan dari Chika. 


Tak ada yang bisa diucapkan Felix untuk meluapkan kebahagiaanya. Kini cintanya berbalas manis. Perjuangannya membuat Chika mencintainya. 


"Sebaiknya kamu kembali ke apartemen untuk istirahat. Karena aku sendiri takut berlama-lama denganmu malam-malam seperti ini." Felix menyelipkan tawa. Menggoda Chika yang tak melepas pelukannya sedari tadi. 


Chika ikut tertawa. Menyadari pelukannya pasti akan membangkitkan gairah Felix. 


"Nanti setelah menikah, peluklah aku sepuasmu." Felix mengedipkan matanya menggoda Chika dan membuat wanita itu merona. 

__ADS_1


Diantar Felix, Chika kembali ke kamarnya. Mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Tidak menyangka jika malam ini akan jadi malam panjang yang menguras tenaganya. Namun, beruntungnya permasalahan selesai dalam semalam.      


Tak pernah dibayangkan Chika kesalahpahaman akan berlangsung berhari-hari dan membuatnya semakin kacau. 


__ADS_2