Wedding Project

Wedding Project
Mengisi Waktu


__ADS_3

Tiga hari dilalui Chika dengan mengajarkan sekretaris baru untuk menggantikannya. Chika yang sudah mulai mual parah pun harus bekerja keras menahannya. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dahulu sebelum keluar. 


Terkadang Chika heran, saat belum tahu dirinya hamil, rasa mual itu tidak terasa. Namun, saat tahu akan kehamilannya, justru membuatnya merasa mual.


Setelah tiga hari berlalu akhirnya Chika keluar dari pekerjaannya. Berpamitan dengan semua teman dan terutama dengan Regan. 


Kini dia seutuhnya menjadi ibu rumah tangga. Pekerjaan yang memiliki seribu kesibukan dan tak punya waktu libur. Namun, itulah kebahagiaan yang dinanti oleh seorang wanita. Walaupun sebagian mereka memilih untuk tetap bekerja. Karena pilihan orang satu dengan yang lain berbeda. 


Seperti tiga hari yang lalu, hari ini Chika muntah.  Felix dengan setia menunggui istrinya. Membantunya membuatkan teh hangat untuk meredakan mual. 


"Apa ini akan berlangsung lama?" Dengan wajah sedih Felix menatap istrinya. Tidak tega melihat istrinya muntah.


"Shea, Kak Selly dan mama bilang akan berlangsung selama trimester awal. Jika ini sudah jalan dua bulan, kemungkinan satu bulan lagi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan lebih."


Mendengar penjelasan Chika, Felix menghela napasnya. Berat sekali mendengar jika Chika akan melewati hal itu. 


"Tenanglah, aku baik-baik saja." Chika menangkup wajah Felix dengan kedua tangannya. Meyakinkan suaminya jika dia akan bisa melewati semuanya demi anaknya. 


"Aku tidak tega saja." Felix menatap Chika lekat. Kemudian turun ke perut istrinya dan mendaratkan kecupan di sana. 


Chika membelai kepala Felix. Merasa senang dengan rasa khawatir yang tunjukan suaminya. 


Puas saling manja, Felix bersiap untuk ke kantor. Hari ini hari pertama Chika di rumah jadi Felix merasa lebih tenang karena istrinya akan jauh lebih aman. 


Sepeninggal Felix ke kantor, Chika mencari kegiatan yang mungkin bisa mengisi waktu luangnya. Tiba-tiba terlintas ide untuk membuat kue yang diajarkan mertuanya waktu itu. 


Dibantu asisten rumah tangga, Chika membuat kue. Dia lebih banyak meminta bantuan asisten rumah tangga karena mengingat janjinya pada suaminya.


Aroma kue menguar ke udara. Begitu membuat ingin segera memakannya.Karena tak ingin memakan sendiri, Chika sengaja membawanya ke rumah Shea.


Tinggal melangkah ke sebelah rumah, Chika sampai. Kini tak perlu jauh-jauh harus bertemu dengan temannya itu. 


Saat masuk ke dalam rumah, Chika disuguhi pemandangan Shea yang sedang bermain dengan El. Ibu satu anak itu begitu riang menemani anaknya. 


"Wah lihat siapa yang datang," ucap Shea pada El dan membuat El menoleh. 


"Halo, Mama Chika rindu sekali dengan kamu." Chika mendaratkan kecupan di pipi El.


Dia membiasakan El untuk memanggil mama.  

__ADS_1


"Bawa apa kamu?" Shea menatap paper bag yang dibawa Chika. 


"Cheesecake, aku buat sesuai dengan resep mama Felix."


"Wah ... aku akan menghubungi Kak Selly untuk ke sini dan menikmati makan kue." Shea berdiri dan mengambil ponselnya di atas meja. Menghubungi Selly untuk datang ke rumah. 


Chika tersenyum. Walaupun di rumah, dia tidak kesepian karena ada dua temannya yang selalu menemaninya. 


Setelah Selly datang, mereka menikmati makan kue. Dua bayi Al dan El tak kalah senang memakan kue yang dibawakan Chika. Dengan mulut belepotan, tetapi saja dua bayi itu mengemaskan. 


"Kamu harus mengajari aku. Aku juga mau buat kue." Shea yang merasakan kue buatan Chika enak, ingin membuat juga. 


"Iya, aku juga mau."


"Ya sudah nanti aku akan ajari." Chika bersemangat untuk mengajari membuat kue pada dua temannya. Baginya sangat menyenangkan bisa berbagi ilmunya. 


Shea dan Selly begitu senang. Mereka sudah membayangkan jika akan memberikan kue buatannya pada suami mereka. 


Melanjutkan makan kue, mereka saling bercerita banyak hal. Jangan ditanya apa yang diceritakan mereka, karena terkadang jika wanita sudah saling berkumpul banyak hal yang diceritakan. Dari hal penting sama yang tidak penting.


***


"Kenapa tidak memakai baju di kamar mandi?" protes Chika melihat Felix keluar dengan memakai handuk di pinggang. 


"Apa aku begitu menggoda hingga membuatmu begitu tergoda?" Felix tersenyum menyeringai. Melangkah mendekat pada Chika. 


"Melihat perutmu kotak-kotak seperti itu membuatku teringat dengan roti sobek, jadi aku jelas tergoda." 


"Benarkah?" Felix semakin dekat. Tangannya memegang ujung handuk yang diselipkan untuk menjaga handuk tetap aman membungkus tubuhnya.


"Mau apa kamu?" tanya Chika panik. 


"Memangnya apa?" Senyum menyeringai semakin terlihat jelas di wajah Felix. Membuat Chika sudah mengerti artinya.


"Aku hanya membenarkan saja," elak Felix menggoda Chika. Dia tak setega itu mengajak istrinya menghabiskan malam. Apalagi tadi pagi dia mendengar cerita jika istrinya baru saja membuat kue dan pasti lelah. 


Chika bernapas lega. Dia pikir suaminya akan mengajaknya menghabiskan malam panjang. 


Felix berbalik dan mengambil bajunya. Sambil memakai baju, dia bertanya pada istrinya bagiamana kegiatan berkumpul tadi. 

__ADS_1


"Shea dan Kak Selly meminta untuk aku mengajari, tetapi aku hanya bisa satu kue," keluh Chika merasa malu belum terlalu ahli membuat kue. 


Felix menyusul Chika ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya. "Aku akan meminta mama mengirim orang ke sini untuk mengajari kalian." 


"Benarkah." Mata Chika berbinar. 


"Iya."


"Wah ... aku akan kabari Shea dan Kak Selly." Chika ingin meraih ponselnya di atas nakas, tetapi dia larang oleh Felix. 


"Kamu bertemu dengan mereka besok, kenapa harus mengabari sekarang. Sudah ayo tidur!" Felix meraih tubuh Chika dan membawanya ke dalam pelukannya, mengajaknya untuk tidur dan menikmati malam dalam dekapan hangat. 


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah tahu belum novel Magnetic Love ada di sini?


Aku up beberapa bab di sini. Memang ga bisa full ya, karena aku ga kontrak di platfoam biar hak milik masih punya aku dan rencana aku pengen novel itu dicetak.


Jadi untuk perkenalan aja. Siapa tahu kalian tertarik.


Bisa cari di profil Myafa atau ketik judul Magnetic Love


Kapan dicetaknya Magnetic Love, nanti ya habis My Baby CEO. Satu-satu dulu.


Eh ngomong-ngomong My baby CEO, habis lebaran akan buka PO untuk pembelian versi cetak.


Ayo nabung dari sekarang biar bisa peluk Bryshea.


Apa bedanya sama yang di NT. Keseluruhan sama, tetapi akan ada tambah beberapa bab baru yang kalian tunggu banget. Clue-clue dan kata2 apa yang ada di novel cetak akan di up di Instagram Myafa16.


Aku doain rejeki kalian lancar ya


Salam sayang


Myafa

__ADS_1


__ADS_2