Wedding Project

Wedding Project
Mengikat Janji


__ADS_3

Acara dimulai. Felix lebih dulu berjalan ke tempat acara. Diantar oleh papa dan mamanya. Dibelakang Felix ada Bryan dan Shea, dengan El yang berada di gendongan Bryan. Dibelakang lagi ada Selly dan Regan yang menggendong Al. Mereka mengantarkan Felix sampai ke pelaminan. 


Felix Duduk di depan penghulu yang akan menikahkannya seraya menunggu pengantin wanita. Perasaanya sungguh tak karuan. Takut, berdebar dan cemas. Karena ini adalah pengalaman pertamanya.


berkali-kali papanya meyakinkan jika semua akan berjalan dengan lancar. 


Chika yang datang didampingi oleh Mama dan papanya. Di barisan belakang ada kakaknya dan suaminya. Mereka mengantarkan Chika menuju ke penghulu yang akan menikahkan mereka. 


Chika begitu terpesona melihat dekor yang didominasi warna putih dan sedikit warna pink itu, terlihat sangat indah. Tak menyangka Felix menyiapkan acara dengan sangat baik. 


Bryan, Shea, Selly dan Regan yang duduk di kursi tamu setelah mengantar Felix. Mereka terpesona dengan Chika yang tampil cantik. Cocok dengan Felix yang tampan. 


Dari kejauhan Felix melihat Chika yang begitu cantik. Senyumannya tak surut di wajahnya melihat keindahan di depan matanya. Dia masih tak percaya jika kini dia sudah menikah dengan Chika wanita yang dipaksanya bertunangan. 


Melihat dekor yang begitu indah, mata Chika tertuju pada pria yang menantinya di depan. Pria dengan setelah jas itu tampak begitu tampan. 


Saat mereka saling berhadapan, mata saling mengunci. Mengungkapkan dalam hati atas kekaguman mereka. 

__ADS_1


Chika duduk dibantu oleh mama dan kakaknya.


Prosesi dimulai. Felix mengikat janjinya dengan Chika disaksikan oleh semua keluarga dan tamu undangan.


Rona bahagia terlihat dari mereka semua. Merasa lega karena prosesi bisa dilalui dengan baik. 


Liana, Theo, Aland, Ella memberikan selamat pada putra putri mereka. Merasa bahagian anak mereka bisa melalui proses menegangkan ini. 


Acara berlanjut. Felix dan Chika berjalan menuju ke pelaminan. Melanjutkan acara demi acara. Satu persatu keluarga dan tamu undangan memberikan selamat. 


Bryan orang pertama di deretan tamu yang mengucapkan selamat. "Akhirnya, punyamu tidak akan jadi kristal karena kelamaan," godanya. 


"Sayang," tegur Shea mendengar mulut Bryan yang asal bicara. 


"Biarkan saja Se, dia memang begitu." Felix yang sudah mengenal Bryan, jadi sudah biasa. 


Bryan tertawa. Kemudian memeluk Felix. "Aku senang kamu sudah menikah. Mengakhiri perjalanan burukmu, seperti yang aku lakukan. Selamat datang di dunia baru, yang akan jauh lebih indah."

__ADS_1


"Terima kasih Bry." Tangan Felix menepuk punggung Bryan. Dalam hatinya mengamini doa temannya itu. 


Shea memeluk Chika dan mengucapkan selamat. Memberikan doa terbaik untuk temannya itu. "Selamat ya, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia." 


"Terima kasih, Se." Chika tersenyum. 


Shea beralih pada Felix. Mengulurkan tangannya. "Aku senang akhirnya perjuanganmu berbuah manis." Dia tersenyum. Tahu betul bagaimana Felix berjuang dulu.


"Tanpamu aku mungkin tak ada di sini." Ide Shea untuk nekad melamar Chika membuatnya sampai di sini.


Shea mengangguk dan melanjutkan langkahnya. 


Di belakang barisan Bryan dan Shea ada Selly dan Regan. Mereka mengucapkan selamat dan doa untuk teman sekaligus adik mereka. Bagi mereka berdua, Felix dan Chika sudah seperti Bryan dan Shea. 


Selly yang mengenal Bryan dan Felix seburuk apa merasa senang. Kini dua pria itu sudah berubah lebih baik. 


Setelah mengucapkan selamat, Bryan dan Shea turun dari pelaminan. Melanjutkan menikmati acara. 

__ADS_1


__ADS_2