[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 91 [ Menunggu ]


__ADS_3

...CHAPTER 91...



Edward Demons dan Celion Demonstra telah sampai di tempat Draking dan Xesa duduk, dan mereka disapa oleh mereka berdua.


“Hai, Celion. Apakah kamu sudah dapat kartu pengenal?” -Xesa


“Sudahlah!” -Celion Demonstra


Celion Demonstra menunjukkan kartu tersebut dengan rasa bangga. Xesa juga ikutan menunjukkan kartu pengenal palsu miliknya itu.


Melihat kartu pengenal Xesa lebih bagus darinya, dia bertanya kepada Draking kenapa Xesa mendapat kartu yang lebih bagus.


“Draking, kenapa Xesa mempunyai kartu pengenal lebih bagus dan lebih indah dari milikku?” -Celion Demonstra


Draking Cuma hanya bisa menjawab dengan alasan sederhana.


“Karena dia punya orang dalam yaitu aku. Jadi Aku bisa meminta pada orang itu membuat kartu bagus untuknya.” -Draking


Mendengar jawaban tersebut, Celion Demonstra sangat marah kepada Draking.


“Bukankah itu curang! Itu sangat tidak adil sama sekali!” -Celion Demonstra


Edward Demons tidak perduli dengan bagus kartu pengenal. Terpenting baginya, dia sudah memiliki kartu pengenal yang dapat dipakai saat-saat yang penting.


“Sudahlah, Celion. Yang penting, kita sudah mendapatkan kartu ini dan dengan kartu ini kita bisa ikut naik ke Kapal Angkasa itu.” -Edward Demons


Sebelum menaik Kapal Angkasa Penumpang itu, mereka harus melakukan pendaftaran dan juga mereka harus melakukan perjalanan kemana saja.


Draking sebagai perwakilan mereka berempat dan mendaftarkan Mereka. Dan malasnya, Draking tidak ingin mengantri pendaftaran dan mengambil tiket masuk kedalam Kapal Angkasa tersebut.


Untuk mempercepat antrian yang sangat panjang tersebut, dia harus memikirkan ide yang sangat buruk. Supaya dia bisa menyelesaikan dan keluar dari antrian.


Walaupun dia malas atau dia tidak ingin menggunakan kemampuan itu, dia harus gunakan supaya dapat keluar dari antrian.


Draking mengaktifkan kemampuan Ragen yaitu Ilusi dan Kenyataan. Kemampuan tersebut menjadikan kenyataan menjadi sebuah ilusi, dan akan membuat sebuah kenyataan baru, kemampuan itu bisa merubah takdir seluruh orang dalam sekejap.


Dengan menggunakan kemampuan tersebut, dia merubah kenyataan. Kenyataan yang dirubahnya adalah dia bisa maju paling depan atau ada didepan meja pendaftaran tiket.


Efek samping dari penggunaan tersebut hanya semua orang yang ada di seluruh alam semesta juga ikut terkena dan mereka akan tampak sangat pusing karena kenyataan sudah berubah. Terutama orang-orang yang dibelakang dan disekitar Draking, kepala mereka sangat pusing dan kesakitan.


“Baiklah, ini ada empat kartu pengenal. Aku ingin membeli tiket Kapal Angkasa itu. Tujuannya yaitu Planet Samudra.” -Draking


Draking memilih planet samudra untuk mengunjungi teman atau lawannya yang setahunya mereka ada di sana.


Setelah mendapatkan tiket, dia kembali ke tempat Edward Demons dan lainnya. Dan lalu memberikan tiket kepada mereka masing-masing.


“Aduh... Draking, kepala kami terasa sangat pusing dan sakit. Apakah ada terjadi sesuatu yang kami tidak ketahui?” -Edward Demons


Akibat dari menggunakan kemampuan tersebut, Draking secara tidak sengaja mengenai efek samping kepada teman-temannya juga.


“Tidak, aku tidak tahu apa-apa. Dan jangan banyak alasan.” -Draking


Draking tidak ingin bilang itu adalah perbuatannya, karena dia yakin mereka tidak akan mengerti.


Dan ketika mereka akan masuk kedalam Kapal Angkasa Penumpang itu, tiba-tiba ada pengumuman dari pusat kantor stasiun luar angkasa itu.


<>


Dan ada korban lagi akibat efek samping dari kemampuan Ragen [ Ilusi dan Kenyataan ] milik Draking tersebut.


“Wah.... Sepertinya kita harus menunggu. Tapi kenapa harus beberapa saat? Apakah Mereka belum memastikan kapan mereka selesai?” -Draking


Ketika melihat teman-temannya yang masih merasakan kesakitan di kepala mereka, Draking langsung merasa kasihan dan rasa pedulinya muncul. Dia memberikan obat khusus untuk memulihkan kondisi teman-temannya.


“Jika kalian masih merasakan kesakitan di kepala kalian, sebaiknya kalian tidak terlalu banyak berpikir dan janganlah fokus. Dan ini aku punya obat untuk mengatasi rasa sakit kalian itu.” -Draking


Obat yang diberikan oleh Draking adalah obat yang dibuatnya sendiri. Obat itu hanya bisa menghilangkan rasa kesakitan dari efek samping tersebut. Dan Draking menyuruh mereka tidak memikirkan apapun yang berlebih, karena semakin mereka banyak berpikir, mereka akan bertambah sangat sakit.


“Terimakasih.”


Mereka bertiga menerima obat yang diberikan oleh Draking dan mereka juga mengikuti saran dari Draking untuk tidak terlalu memikirkan sesuatu yang berlebihan.


Sesudah menelan obat tersebut dan tidak terlalu memikirkan apapun yang berlebihan, mereka merasakan sudah baikan dan sehat kembali. Tapi mereka bingung kenapa ada kejadian seperti itu terjadi dan kenapa Draking mempunyai obatnya.


“Hai, Draking. Kenapa kamu mempunyai obat untuk menghilangkan rasa sakit ini? Apakah kamu tahu tentang ini atau kamu yang..” -Xesa


“Aku tidak berbuat apa-apa. Dan aku tidak tahu, dan juga aku tidak ingin mengetahui. Obat ini seperti obat penghilang rasa sakit kepala saja.” -Draking

__ADS_1


Memang benar, obat itu yang dibuat Draking seperti obat penghilang rasa sakit kepala. Dan Draking tidak ingin memberitahu dan berbohong kepada mereka.


“Benarkah! Aku tidak terlalu percaya dengan perkataan kamu, Draking.” -Celion Demonstra


Celion Demonstra mulai mencurigai kalau Draking berbuat sesuatu yang harus dicurigai.


“Sudah, sudah. Terserahnya saja.” -Edward Demons


Dia tidak perduli apa yang terjadi sekarang, dan dia tidak perduli siapa yang melakukannya.


“Edward, kamu harusnya juga mencurigainya. Masalahnya...” -Celion Demonstra


“Sudahlah!” -Edward Demons


Dan setelah menunggu beberapa lama, Edward Demons yang merasa sangat bosan, dia ingin pergi ke suatu tempat.


“Kalian, aku ingin menanyakan sesuatu ke sana.” -Edward Demons


“Kemana?” -Celion Demonstra


“Ke tempat pembuatan kartu kita ini.” -Edward Demons


Edward Demons ingin menanyakan sesuatu kepada Registery di tempat pendaftaran kartu, karena dia sedikit bosan dengan teman-temannya.


Setelah sampai di sana, dia dikejutkan oleh seseorang laki-laki yang menggantikan tugas Registery.


“Permisi, Tuan. Apakah anda tahu di mana Nyonya Registery berada? Aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya.” -Edward Demons


“Maaf, Tuan. Di sini tidak ada yang bernama Registery. Dan hanya saya saja yang berada disini.”


Orang yang sedang berbincang dengan Edward Demons adalah Registran. Dia berbeda dengan Registery karena dia penampilan fisiknya laki-laki.


“Jangan bohong! Beberapa waktu yang lalu, saya datang ke sini melakukan pembuatan kartu pengenal dengan bantuan Nyonya Registery.” -Edward Demons


Edward Demons sangat mengingat Registery membantu dia membuat sebuah kartu pengenal nama.


“Sekali lagi, saya mohon maaf. Tidak ada pekerja yang bernama Registery di sini. Dan saya sudah ada sejak stasiun ini baru dibuka.” -Registran.


“Hahaha! Jangan bohonglah! Aku ingat jelas dia yang membantuku di sini.” -Edward Demons


“Apakah tuan lupa? Saya yang membuat anda kartu tersebut dan juga teman wanita anda itu. Tapi saya sudah bilang tidak ada pekerja disini selain saya.” -Registran


“Ada apa, Edward?” -Celion


Celion Demonstra melihat muka Edward Demons agak kesal dan bingung.


“Tidak apa-apa.” -Edward Demons


Tiba-tiba ada pengumuman buruk bagi seluruh pengunjung di stasiun luar angkasa itu.


<>


Mendengar hal itu, seluruh orang mulai panik dan khawatir karena seluruh kapal Angkasa penumpang di stasiun luar angkasa itu sudah hancur. Dan mereka tidak dapat bisa kembali ke rumah mereka lagi.


“Bagaimana ini?” -Celion Demonstra


“Sia-sia saja, kami menunggu.” -Xesa


Draking tidak pernah berpikir kalau efek dari kemampuannya itu dapat menimbulkan kepanikan di stasiun luar angkasa itu. Oleh karena itu, dia akan mengembalikan ke kenyataan semula atau kenyataan yang lalu dengan cara yang sama.


Kemampuan Ragen [ Ilusi dan Kenyataan ] dapat mengembalikan kenyataan yang telah dibuat dari ulang. Semisalnya ketika kenyataan yang diulang mengalami keanehan selama beberapa menit, kemampuan itu masih bisa mengembalikan ke kondisi awal.


Setelah kembali ke Kenyataan sebelumnya, semua orang juga terkena efek dari perubahan kenyataan tersebut. Mereka akan merasa pusing dan sakit kepala.


“Aduh... Kenapa kepalaku pusing lagi?” -Celion Demonstra


“Sama. Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya disini?” -Xesa


“Ini obat untuk kalian lagi.” -Draking


Draking memberikan obat yang sama untuk menghilangkan rasa kesakitan di kepala mereka.


“Terima kasih.”


Setelah mulai mendingan, Mereka bertiga langsung mencurigai kalau Draking yang berbuat sesuatu kepada mereka dan orang disekitarnya. Karena hanya dialah yang tidak mengalami sakit kepala atau hal-hal lainnya.


“Draking, kenapa kamu tidak merasakan sakit kepala? Apakah kamu yang melakukan hal ini?” -Xesa


“Benar, hanya kamu yang tidak sakit kepala.” -Celion Demonstra

__ADS_1


Draking ingin saja memberitahu kebenaran tersebut, tetapi karena dia adalah seorang yang harus tidak pandang bulu. Dia menjawab pertanyaan itu.


“Jika aku melakukan hal sama seperti itu, maka bisa saja aku ledakan kepala kalian semua sampai tidak ada tersisa. Dan lalu aku...” -Draking


“Bukankah itu tidak terlalu kejam dan buruk. Padahal aku jadi Raja, aku jarang melakukan hal itu.” -Edward Demons


Edward Demons merasa jawaban dari Draking tersebut lumayan kejam.


Dan lalu Celion Demonstra dan Xesa merasa kehausan karena mereka sudah menunggu lama dan duduk di kursi.


“Kalian berdua bisa tidak belikan kami dua botol minum. Kami sudah sangat haus.” -Celion Demonstra


“Daritadi kita disini hanya menunggu sesuatu hal dan karena menunggu terus, kerongkongan mulai mengering.” -Xesa


Celion Demonstra dan Xesa memohon kepada dua temannya itu untuk membelikan mereka minuman.


“Edward, kamu saja yang membelikan mereka minuman. Ini kartu digital milikku.” -Draking


Draking menugaskan Edward Demons membelikan dua temannya yang kehausan itu minuman.


“Baiklah.” -Edward Demons


Edward Demons pergi untuk membelikan mereka minuman, dan juga dia ingin memastikan sekali lagi ke tempat pendaftaran kartu itu karena menurutnya ada sesuatu yang janggal.


Ketika sudah sampai di lantai tengah, Edward Demons melihat sekilas kearah mereka pendaftaran kartu tersebut. Dia melihat Registery sedang memberikan kartu kepada orang lain.


Melihat Registery ada di tempatnya, Edward Demons merapikan penampilannya dan langsung menuju ke tempat Registery berada.


“Halo, Nyonya Registery.” -Edward Demons


Registery yang sudah selesai bekerja, dia sedikit terkejut.


“Hai, Tuan Edward. Apakah anda mengalami kesulitan atau anda ingin saya membantu apa?” -Registery


“Tidak ada apa-apa. Aku ingin berbicara sebentar dengan kamu saja. Bolehkah?” -Edward Demons


Sepertinya Edward Demons masih belum percaya kalau Registery adalah makhluk buatan atau Humanoid.


“Maaf, Tuan Edward. Saya ini bukan orang yang pandai dalam berbicara. Sistem saya juga tidak terlalu bisa memahami setiap kata.” -Registery


Sistem program yang ada didalam Registery sangat rumit dan susah mengolah data yang diperoleh. Makanya Registery menggunakan sistem manual untuk melakukan pengolahan data yang didapatkan.


“Tidak apa-apa. Beberapa waktu yang lalu, kamu kemana? Tadi ada seorang pria yang menjaga tempat ini, dia mengatakan kalau tidak ada orang selain dirinya disini.” -Edward Demons


Registery tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Edward Demons yang dimaksud seorang pria yang menjaga tempatnya.


“Apa yang anda maksud? Disini tidak ada humanoid laki-laki yang bekerja, dan hanya diri saya saja yang bekerja disini.” -Registery


“Tunggu sebentar. Tadi pria itu bilang hanya dia saja bekerja disini dan dia sudah ada saat pertama kali tempat ini dimulai, dan tiba-tiba kamu berkata tidak ada orang lain selain dirimu yang bekerja disini. Apakah kalian sedang membodohi aku?” – -Edward Demons


Edward Demons tidak mengerti apa yang terjadi. Sebelumnya ada seorang pria yang mengaku sudah bekerja sangat lama, dan sekarang Registery bekrata kepadanya kalau tidak ada orang lain, selain dirinya sendiri.


“Memang ada, tetapi itu sudah dua dekade yang lalu. Ada humanoid pria yang bekerja disini dari awal pembukaan tempat ini sampai dia mengalami masalah pada inti papan program komputer miliknya.” -Registery


Edward Demons yang kebingungan dan tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi. Dia pergi meninggalkan Registery dan balik ke tempat teman-temannya.


Celion Demonstra melihat Edward Demons yang tidak baik-baik saja, dia bertanya ada apa dengan Edward.


“Edward, ada apa dengan kamu? Apakah kamu melakukan sesuatu kesalahan?” -Celion Demonstra


“Tidak, aku sedikit bingung saja.” -Edward Demons


“Lalu dimana minuman kami, Tuan Edward. Bukankah Anda tadi pergi keatas untuk membelikan kami minuman?” -Xesa


Edward Demons sampai kelupaan membeli minuman untuk teman-temannya itu.


“Maaf, tadi ada sesuatu di jalan.” -Edward Demons


Karena sedikit paham keadaan Edward Demons, Celion Demonstra dan Xesa merekalah yang akan beli sendiri minuman.


“Baiklah, untuk sementara kamu duduk disini. Biarkan kami yang akan membeli minuman dan serta sedikit cemilan.” -Celion Demonstra


Mereka berdua pergi ke lantai atas untuk membeli cemilan dan minuman.


Edward Demons masih berpikir apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya atau apa yang terjadi pada tempat sebenarnya. Draking yang melihat Edward Demons sedang dalam kebingungan, dia menyarankan untuk secepatnya melupakan hal-hal yang tidak usah dipikirkan.


“Edward, jika kamu masih merasakan pusing dan susah berpikir. Sebaiknya kamu harus melupakan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan dan pikirkan saja yang sekarang.” -Draking


__ADS_1


__ADS_2