![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Chapter 147
Di tempat perlatihan tentara Kerajaan Ocean, ada sebuah pertandingan antara Xesa dengan Ossvan Navn. Walaupun sedang ada perang yang belum berakhir, para petinggi tentara ingin melihat dan menguji kekuatan milik Xesa sambil memperhatikan keadaan perang dari alat komunikasi.
Dengan adanya alat komunikasi jarak jauh (Telephone) dan juga alat tampilan layar dari jarak jauh(Layar Monitor), mereka masih bisa fokus dalam mempersiapkan strategi walau sambil menguji kekuatan milik Xesa dari pertandingan tersebut.
Sebenarnya mereka sudah mengira siapa yang akan bakal menang dari pertandingan duel tersebut, akan tetapi mereka ingin menguji dan sedikit refleksi.
“Jadi Tuan Ossvan, apakah kamu sudah siap untuk kalah dalam pertandingan duel ini?” -Xesa
“Mana Mungkin, aku akan kalah dengan seorang gadis kecil seperti kamu. Dan juga akulah yang membuat pertandingan duel ini dan mengajak kamu. Jadi aku akan mengeluarkan seluruh kekuatan aku.” -Ossvan Navn
Xesa didalam hatinya, dia berkata kalau orang itu tidak terlalu berbahaya untuk dihadapinya dan dia tidak perlu membuang mana sihirnya banyak, karena dia hanya melawan orang yang sombong saja.
Dalam pertandingan duel tersebut, tidak ada wasit yang menjalankan pertandingan duel tersebut, karena Para petinggi lainnya tidak mau menjadi wasit sebab itu sangat merepotan, terutama Hydro Queen yang harus sangat fokus dengan keadaan perang.
Ossvan Navn akan menggunakan kemampuan sihir angin miliknya, walau hanya sihir itu saja yang dimilikinya, akan tetapi dia yakin dia dapat memenangkan pertandingan duel tersebut. Berbede dengan Ossvan Navn, Xesa tidak perlu melakukan persiapan, karena dia harus betapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Ossan Navn.
“Rasakan ini, gadis kecil!” -Ossvan Navn
Ossvan Navn mengeluarkan kemampuan sihir angin miliknya, yaitu [ Sihir Angin : Tinju Angin ]. Dia menyerang dengan kedua tangannya yang telah dilapisi aliran sihir angin, agar dapat meningkatkan kekuatan serangannya.
Ossvan Navn mulai menyerang dengan serangannya tersebut, akan tetapi serangan yang dilancarkannya tidak terlalu cepat dan masih bisa dihindari oleh Xesa dengan sangat mudah. Ossvan Navn menambahkan kecepatan serangannya tersebut.
Xesa sedikit tersenyum, sebab dia tahu kalau elemen angin tersebut adalah tambahan kekuatan (Buff) untuk sihir api miliknya. Dan juga dia melihat kalau kecepatan serangan tersebut tidak bisa mengenainya.
“Bagaimana bisa kamu dapat menghindari serangan ini?” -Ossvan Navn
“Itu karena serangan kamu tidak secepat kilatan angin. Dan jika saja serangan kamu lebih cepat dari kilatan petir, maka aku tidak bisa menghindarinya.” -Xesa
Ossvan Navn sadar kalau serangannya tersebut tidaklah cepat dan tergantung dengan kecepatan angin disekitarnya juga. Akan tetapi dia tidak mudah menyerah begitu saja, dia tetap terus menyerang Xesa jarak dekat.
Xesa terus menghindari serangan tersebut dengan santainya. Dia tidak tahu kapan Ossvan Navn menyerah dan berhenti menyerangnya. Jika Ossvan Navn tidak berhenti menyerangnya, dia akan balik melawan.
Pertandingan duel tersebut masih terasa tidak ada menyenangkan atau mengejutkan mereka, Para Petinggi Militer. Jadi agar pertandingan duel tersebut selesai dengan cepat, mereka langsung memutuskan untuk....
“Ayolah, jangan bermain-main lagi! Jika diantara kalian tidak ada yang menang, kalian akan keluar dari pembicaraan strategi ini, terutama kamu, Tuan Ossvan. Jika kamu tidak menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat, kamu akan keluar dari dewan ini.” -El Maruane
Ossvan Navn mendengar ancaman tersebut, dia jadi lebih serius dari sebelumnya, karena dia tidak ingin keluar dari Dewan Militer. Dia sudah berusaha sangat lama agar masuk kedalam Dewan Miiter. Oleh karena itu, dia harus serius jika tidak ingin dikeluarkan.
“Kalau begitu, aku akan mengeluarkan seluruh kekuatanku! Ha!” -Ossvan Navn
Ossvan Navn menggunakan Kemampuan sihir [ Sihir Angin : Armor Angin dingin }. Dia melapisi dan melindungi seluruh tubuhnya dengan aliran angin yang menciptakan armor di seluruh tubuhnya sampai kecelah kecilpun terlindungi.
__ADS_1
Dan lalu banyak angin mengembus disekitar lapangan perlatihan tersebut, sebab sihir angin Ossvan Navn yang menjadi dirinya sebagai pusat angin dari manapun. Apalagi angin yang berhembus disekitar lapangan perlatihan tersebut sangatlah dingin.
“Bleh.... Sejuknya. Terimakasih telah menghilangkan rasa panas di medan perang ini.” -Xesa
Xesa sedikit bergembira dan senang, karena Ossvan Navn sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya. Jadi agar sedikit seimbang, dia juga mengeluarkan seberapa kekuatan miliknya.
Karena mendengar ucapan yang sedikit membuatnya kesal, Ossvan Navn langsung menyerangnya dengan senjatanya yang dimunculkan dengan sihir anginnya. Senjatanya berupa tongkat panjang dengan ujung kecil seperti pusaran angin.
Ossvan Navn berhasil mengenai Xesa. Akan tetapi pada saat itu Xesa sedang membentuk sihir miliknya disekelilingnya, dan akibatnya terjadi kabut asap yang sangat tebal. Ossvan Navn sedikit terkejut ketika ada kabut muncul saat dia menyerang Xesa.
Kabut asap yang menyelimuti mereke berdua mulai memudar dan terlihat ada sosok yang menggunakan armor berwarna merah kehitaman terlihat seperti Prajurit kematian dari neraka, dia adalah Xesa yang menggunakan armor aslinya.
“Tidak mungkin, siapa kamu sebenarnya?” -Ossvan Navn
Ossvan Navn dan semua Petinggi Militer melihat Xesa berubah menjadi sosok kegelapan yang menakutkan dan menyeramkan. Walaupun mereka sudah pernah melihat hal serupa, tapi mereka tidak bisa terbiasa dengan hal tersebut.
“Aku.... siapa? Aku adalah aku. Mungkin saja, ini adalah hal yang sangat mengejutkan, tapi ini belum seberapa.” -Xesa
Di tempat lain, Edwrd Demons yang sedang berada ditengah laut, dia merasakan kalau Xesa sedang menggunakan kekuatan aslinya. Dia mulai sedikit khawatir, sebab Xesa yang dikenalnya jarang menggunakan kekuatan tersebut.
“Ada apa, Edward?” -Rosalia Demons
“Tidak apa-apa, sedikit kedinginan saja.” -Edward Demons
“Diamlah!” -Edward Demons
Di tempat perlatihan Militer, Xesa sedang melawan Ossvan Navn dari jarak yang sangat dekat. Mereka saling menyerang sampai salah satu kehabisan kekuatan sihir mereka. Lalu salah satu dari yang bertahan akan menjadi pemenang begitu sebenarnya.
Ossvan Navn yang sangat kewalahan menghadapi Xesa yang sangat hebat dan jago dalam bertarung jarak dekat, dan juga Ossvan Navn yang selalu mencari celah untuk menyerang, akan tetapi dirinya yang diserang terlebih dahulu.
Ossvan Navn terlihat armor miliknya hampir lenyap dan sebagian badannya terlihat terbakar akibat dari serangan milik Xesa. Dia merasakan sangat sakit dan panas di bagian bekat terbakar.
“Sialan...! Kenapa kamu lebih hebat dari aku?” -Ossvan Navn
Ossvan Navn tidak terima kalau dirinya akan kalah semudah itu oleh gadis yang lebih muda darinya. Oleh karena itu, dia mulai mengeluarkan kemampuan sihir [ Sihir Angin : Pusaran Badai Angin ]. Serangan tersebut menghasilkan sebuah pusaran badai angin yang sangat kencang dan berbahaya.
“Woy! Ossvan, apa kamu mau melukai kami semua?” -El Maruane
El Maruane dan Para Petinggi lainnya tidak ingin terlibat atau tidak ingin terluka. Tapi ketika dia melihat betap seriusnya dan wajah kesalnya Ossvan Navn, dia sedikit mulai mengerti, tetapi itu tetap berbahaya.
“Baiklah..... lakukan sesuka kamu saja, Tuan Ossvan.” -El Maruane
Serangan Pusaran badai angin tersebut mengarah ke Xesa, dan Xesa terlihat sangat santai dan tidak ada rasa cemas ataupun takut dengan serangan tersebut, karena serangan tersebut belum bisa mengalahkannya.
__ADS_1
“Hahaha!” -Xesa
Xesa berada didalam pusaran badai angin tersebut, dan dia masih berdiri belum terguncang oleh serangan tersebut. Dan tiba-tiba Pusaran badai angin tersebut berubah menjadi pusaran badai api yang lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya, itu disebabkan oleh armor miliknya tersebut.
“Semuanya! Kita harus segera pergi dari sini!” -EL Maruane
Karena semakin berbahaya dan menakutkan, Para Petinggi Militer atau Dewan Militer akan pergi dari sana untuk berlindung dari pusaran badai api tersebut. Akan tetapi purasan badai api tersebut semakin melemah dan mengecil.
Pusaran badai api itu mengecil dan melemah, dan juga Xesa sudah bisa keluar pusaran badai api tersebut. Dan lalu dia mulai menggerakkan pusaran badai api tersebut dengan tangannya.
“Wow.... Tidak disangka, kalau aku bisa menggerakkan angin api kecil ini.” -Xesa
Dan sekarang giliran Xesa yang menyerang dengan pusaran api yang sebelumnya adalah pusara badai api, tetapi sudah mengecil dan lemah. Tapi serangan itu akan cukup merusak apapun, termasuk armor milik Ossvan Navn.
“Terimalah, Lemah!” -Xesa
Dia akan melempar Pusaran Api yang ada di tangannya kearah Ossvan Navn, akan tetapi sebelum itu, dia akan mengubah Pusaran Api tersebut menjadi Bola Pusara Api, sebab agar dapat meningkatkan kecepatan dalam melempar.
Setelah Pusaran Api berubah menjadi Bola Pusaran Api atau Bola Api bergabungan dengan eleman angin, Dia melempar Bola Api tersebut kearah Ossvan Navn. Kecepatan dari serangan Bola Api tersebut tidak terlalu lambat, dan dipastikan bisa mengenai targetnya dalam hitungan beberapa detik.
Ossvan Navn memilih menghindari serangan tersebut dibandingkan menggunakan pelindung anginnya, karena dia akan menambah kerusakan buruk kepada dirinya sendiri. Akan tetapi walaupun dia menghindari serangan tersebut, ledakan dari serangan tersebut masih bisa mengenainya.
“Sial...! Bagaimana aku bisa melanjutkan pertandingan ini lagi?” -Ossvan Navn
Kedua tangannya sebagian telah terluka parah walau tidak terlalu parah. Akan tetapi luka tersebut adalah luka bekar terkena api yang panas. Jika dia menggerakkan tangannya sedikit saja, dia pasti akan merasa serasa terbakar.
Melihat lawannya yang sedang tidak bissa berbuat apa-apa lagi, Xesa mulai mendekatinya dan meminta Ossvan Navn untuk menyerah atau tidak, pertandingan akan berakhir ada yang mati.
“Apakah kamu sudah ingin menyerah atau tidak? Jika kamu belum ingin menyerah, maka pertandingan ini akan ada yang mati, loh.....”-Xesa
“Aku tidak akan kalah dari gadis biasa seperti kamu!” -Ossvan Navn
Ossvan Navn masih tidak ingin kalah atau menyerah dari seorang gadis kecil yang baru masuk kedalam Dewan Petinggi walau untuk sementara waktu.
“Aku melihat kamu seperti aku melihat seseorang yang sangat payah dan bodoh, seperti mereka.” -Xesa
Ossvan Navn yang masih ingin melanjutkan pertandingan duel tersebut, tiba-tiba dia disuruh berhenti oleh Hydro Queen yang memegang bahunya.
“Berhenti....! Aku tahu kalau kamu itu adalah keras kepala, tetapi kamu sudah cukup terluka. Jadi pertandingan ini dimenangkan oleh Xesa. Dan Xesa tolong lepaskan armor kamu itu.” -Hydro Queen
“Baiklah.....” -Xesa
Xesa berjalan kembali pergi meninggalkan tempat perlatihan sambil melepaskan armor kegelapan miliknya tersebut. Dia juga sudah senang, karena pertandingan duel tidak berguna tersebut sudah selesai, dan dimenangkan olehnya.
__ADS_1