[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
CHAPTER 125


__ADS_3

Di Apartemen Edward Demons dan teman-temannya. Setelah selesai melihat pengumuman pidato dari Violan Ocean yang sedikit menarik, Edward Demons dan Rosalia Demons kembali ke ruangan tengah.


“Sepertinya banyak orang yang terkejut dan tidak mengira kalau Violan akan mengatakan sesuatu seperti itu didepan publik.” -Edward Demons


Edward Demons sudah menduga kalau mantan anak buahnya akan mengatakan yang sangat mengejutkan orang lain dan juga menarik perhatian orang-orang dari pidatonya.


“Apakah itu adalah yang kamu ajarkan kepada anak kecil itu?” -Rosalia Demons


Rosalia Demons penasaran dengan pidato tersebut, dia bertanya kepada Edward Demons apakah pidato tersebut adalah ajaran darinya. Rosalia Demons pernah mendengar pidato yang hampir sama seperti itu.


“Mungkin. Tapi kalau aku tidak pernah mengatakan sesuatu yang didalam pidato aku sampai mengejutkan orang-orang, biasanya langsung ke inti dari pidato.” -Edward Demons


Edward Demons pernah mengajar cara pidato yang bisa mengejutkan dan mengenak hati pendengar ke Empat Iblis Neraka. Karena Violan Ocean adalah mantan dari Empat Iblis Neraka, maka dia juga diajarkan tentang hal itu. Akan tetapi seingatnya.


“Jadi kamu yang mengajarkan, walaupun itu sedikit terbelit-belit.” -Rosalia Demons


“Benar, tetapi seingat aku, dia adalah orang yang seperti tidur didalam kelas dan langsung mengerti apa yang dikatakan oleh pengajar, bisa dikatakan dia adalah orang pintar. Tapi dia adalah keturunan dari Penguasa disini, maka dia sudah diajarkan lagi.” -Edward Demons


Edward Demons masih sangat ingat, saat dia mengajar Empat Iblis Neraka dan pasukan tertinggi lain didalam suatu tempat. Dan diantara mereka hanya dua orang yang tidak mendengar pelajaran tentang menjadi pemimpin yang kuat yang didalam juga ada cara berpidato. Dua orang tersebut adalah Liones Wild, dan Violan Ocean.


“Jadinya dia menggabungkan dua ajaran berbeda didalam pidatonya tersebut yang tanpa melihat teks atau langsung berbicara saja didepan publik. Jika orang yang biasa berbicara kepada publik dan langsung memberikan sebuah semangat kepada mereka, itu adalah ajaran kamu, Edward. Tapi cara pidato yang sangat terbelit-belit itu diajarkan disini.” -Rosalia Demons


Rosalia Demons menyimpulkan kalau Violan Ocean tidak bersiap-siap terlebih dahulu sebelum pidato dan langsung mengungkapkan saja kehadapan masyarakat Kerajaan Ocean, itu yang diajarkan oleh Edward Demons dan berbicara sangat terbelit-belit dan tanpa penjelasan adalah ajaran dari Kerajaan Ocean.


“Akan tetapi kenapa dia ingin merubah statusnya menjadi seorang rakyat jelata, tetapi masih sangat ingin mendapatkan mahkota Kerajaan Ocean?” -Edward Demons


“Bukankah itu hal yang sudah biasa. Ada banyak orang dari golongan atas yang ingin tidak langsung terlibat dalam politik tetapi dia ingin mendapatkan keuntungan dari politik tersebut. Seperti Kakek tua itu.” -Rosalia Demons


Menurutnya itu adalah yang sangat wajar untuk mendapatkan kekuasaan dari tidak langsung terlibat dalam politik dan hanya membutuhkan banyak suara dari rakyat, dengan mengubah status sosial, maka bisa dipercaya oleh rakyat kecil.


“Oh... Ya. Apakah Xesa sudah berhenti menangis?” -Rosalia Demons


Rosalia Demons penasaran dan sedikit khawatir tentang Xesa yang dari tadi didalam kamarnya dan menutupi dirinya.


“Dia sudah tidur.” -Edward Demons


“Bagaimana kamu itu kalau Xesa sudah tidur? Oh....ya. Aku lupa kamu berkata kalau kalian pernah tidur berduaan diatas satu ranjang, benarkan?” -Rosalia Demons

__ADS_1


“Benar, dia itu akan langsung tidur saat matahari akan ingin muncul dan akan bangun saat matahari sudah kelihatan sedikit.” -Edward Demons


Edward Demons mengatakan kalau Xesa akan langsung tidur saat matahari sudah akan muncul, dan akan terbangun dari tidurnya saat matahari sudah terlihat sedikit, berarti waktu tidurnya agak buruk.


“Aku ingin tidur juga. Tapi aku akan digantikan lagi oleh Celion. Kamu tahu aku sedikit kesal dengan sikapnya Celion yang sangat polos tersebut.” -Rosalia Demons


Rosalia Demons ingin juga tidur diatas ranjangnya, tetapi dia tidak ingin tertukar kepribadian dengan Celion Demonstra karena dia agak kesal dengan sikap polos Celion Demonstra tersebut.


“Jadi kalian itu bisa dikatakan dua kepribadian dalam satu tubuh, tetapi aku bingung apakah dua kepribadian mempunyai dua jiwa juga dalam satu tubuh mereka atau pikiran mereka yang terganggu saja?” -Edward Demons


Edward Demons masih sempat dibingungkan dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian lebih dari satu, dia bingung apakah orang tersebut hanya memiliki masalah dalam pikirannya atau otaknya, atau orang itu memiliki jiwa lain didalam tubuhnya.


“Jadi kamu menganggap kami ini adalah orang yang mempunyai masalah dalam otaknya, hah!” -Rosalia Demons


“Bukan begitu, aku sudah tahu kalau kalian ada dua jiwa. Tapi aku hanya ingin mengetahui secara rincinya saja.” -Edward Demons


Edward Demons tidak bermaksud untuk mengejek ataupun menghina Rosalia Demons maupun Celion Demonstra, dan dia sudah tahu kalau mereka mempunyai dua jiwa dalam satu tubuhnya itu. Dia hanya bingung saja dan ingin mengetahui untuk menghilangkan kebingungannya saja.


“Jika kamu ingin mengetahui hal serumit itu, maka kamu jangan bertanya padaku karena aku juga tidak tahu. Permasalahannya adalah orang yang mempunyai penyakit pikiran yang menyebabkan dirinya menjadi orang lain, disebabkan oleh traumanya. Itu yang aku ketahui.” -Rosalia Demons


Dia hanya mengetahui kalau orang yang memiliki penyakit pikiran yang menyebabkan dirinya menganggap kalau ada orang lain didalam dirinya, dikarenakan trauma pada orang itu. Dia mengetahui karena dia diajarkan pelajaran psikologi saat di akademi yang ada di Kerajaan Manusia, Planet Rosemary.


“Kalau dia itu, aku juga tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang aneh itu, karena pikirannya susah ditebak dan juga sikapnya yang ditunjukkan kepadaada orang lain.” -Rosalia Demons


Setelah pembicaraan tersebut, mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing dan akan tidur diatas ranjang. Walaupun matahari sudah muncul dan bertanda sudah pagi hari, tetapi mereka masih sangat kantuk, sebab tadi malam mereka tidak tidur.


Edward Demons sudah tertidur pulas didalam kamarnya, dan dia sangat menikmati tidurnya, sebab dia belum tidur dari Planet asalnya sampai Planet Samudra. Sedangkan Rosalia Demons ingin sekali tidur, tetapi dia tidak ingin dirinya menjadi Celion Demonstra lagi.


“Hmmp... Celion, aku tahu kalau kita berdua pernah menyatu, tetapi kenapa kamu tidak ingin menyatu memori kita? Apakah kamu sedang tertidur didalam diriku? Atau kita berdua ini benar-benar tidak ada atau kita mengalami masalah gangguan pikiran. Memang kita semua dari kehidupan pertama sampai kehidupan yang ke-20, kita semua masih mengalami trauma.” -Rosalia Demons


Didalam kamarnya, dia masih berpikiran tentang traumanya di masa lalu yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan pertama sampai kehidupan ke-20, dikarenakan traumanya tersebut dia seperti mempunyai jiwa lain didalam tubuhnya.


Pada pagi hari, didalam kamar Xesa. Xesa sudah terbangun dari tidurnya dengan wajah yang masih agak mengantuk dan ingin tidur lagi. Tapi dia tidak bisa karena dia telah memasang waktu bangunnya sendiri didalam kepalanya, maka dia tidak akan bisa tidur lagi.


Xesa masih mengingat-ingat apa yang terjadi di kemarin malam. Seharusnya dia tidak mendengar pembicaraan tersebut dan dia tidak akan mengalami kelelahan saat tidurnya karena memikirkan pembicaraan kemarin malam.


“Hah... Aku harus meminta maaf kepada Celion atas tindakan dan berbicara aku yang tidak sopan kepadanya. Tapi aku harus memastikan kalau orang itu telah menjadi Celion dan baru aku meminta maaf kepadanya.” -Xesa

__ADS_1


Xesa juga harus mengingat penampilan Rosalia Demons dengan penampilan Celion Demonstra yang jauh berbeda, yaitu Rosalia Demons mendominasi gelap, sedangkan Celion Demonstra mendominasi putih. Dengan perbedaan tersebut, dia harus tahu siapa yang ada di tubuh itu sekarang.


Akhirnya dia memberanikan dirinya untuk berjalan menuju ke kamar Rosalia Demons untuk meminta maaf kepadanya atas perkataannya kemarin malam. Dia penuh keberanian untuk membuka pintu kamar itu.


“Permisi...” -Xesa


Rosalia Demons yang belum tidur dan hanya berbaring diatas ranjangnya sambil memikirkan sesuatu hal yang sangat penting. Dia dikejutkan oleh Xesa yang masuk kedalam ruangan kamar tidurnya.


“”Ada apa kamu datang ke sini, Xesa?” -Rosalia Demons


Rosalia Demons bertanya kepada Xesa, hal apa yang membuat Xesa masuk kedalam kamarnya.


“Aku hanya ingin meminta maaf atas perkataan dan perilaku aku sebelumnya kemarin malam.” -Xesa


“Kamu datang ke sini untuk meminta maaf. Hahaha....” -Rosalia Demons


Rosalia Demons yang mendengar maksud tujuan dari Xesa masuk kedalam kamarnya hanya untuk meminta maaf kepadanya atas perkataan Xesa kemarin malam.


“Ada apa? Apakah kamu mengejek permintaan maaf aku ini?’ -Xesa


Xesa terlihat sedikit kesal karena permintaan maafnya ditertawakan oleh Rosalia Demons.


“Maaf.... Aku ini tidak mengejek permintaan maaf kamu itu. Aku adalah orang yang baik hati dan pemurah, walaupun aku sikap seperti iblis sekalipun, Aku akan tetap memaafkan orang lain sebelum orang itu meminta maaf kepada aku.” -Rosalia Demons


Rosalia Demons itu adalah orang yang tidak pernah membenci orang lain, selain Edward Demons, dan dia akan selalu memaafkan orang yang memperlakukan buruk terhadapnya. Walaupun dari terlihat dari luar dia itu seperti orang yang buruk tetapi didalamnya baik.


“Benarkah?” -Xesa


“Benar, aku akan selalu memaafkan kamu karena kamu adalah salah satu anak yang tercipta dari cinta kami berdua.” -Rosalia Demons


Xesa agak tidak percaya kalau Rosalia Demons akan memaafkan dirinya secepat itu sebelum dia memaafkannya. Dan dia tidak mengira kalau sifat itu juga ada didalam Rosalia Demons, dia pikir jika kepribadian atau jiwa berganti didalam satu tubuh, maka sifat dalam dan luar mereka ikut tertukar juga.


“Aku tidak menduga kalau kamu punya sifat yang sama seperti Celion yang aku kenal itu, yang selalu membantu dan memaafkan orang lain, walaupun orang itu melukainya.” -Xesa


Rosalia Demons merasa tersanjung dengan pujian tersebut, tetapi dia juga harus membenarkan perkataan tersebut.


“Celion, dia itu adalah kepribadian yang bisa dibilang menyalin sifat diriku ini, tetapi dia tidak akan menyalin sifat luar aku yang buruk ini, yang selalu merendahkan orang lain, dan sombong.” -Rosalia Demons

__ADS_1


Mereka berdua yang telah perlahan-lahan akan menjadi teman baik, mereka tidak menyadari kalau pembicaraan mereka terus berlanjut sampai mereka ke tempat ruangan makan, dan selama itu tidak ada lagi kesalahpahaman antara mereka berdua.



__ADS_2