[ZEROLINE] ZERO DIMENSION

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION
Chapter 53


__ADS_3

Juliana Juliet Ni memerintahkan Para Penjaga Gerbang pintu masuk untuk membuka pintu tersebut, tetapi sebelum itu dia meminta Para Penjaga mengecek dari lubang kecil, apakah Pasukan Manusia sudah ada di sana.


“Para Penjaga Pintu, Bisakah kalian mengecek di lubang apakah mereka sudah ada didepan pintu kita? Jika mereka sudah ada didepan pintu, beritahu kepadaku. Lalu aku akan memerintah kalian semua untuk berperang.” -Juliana Juliet Ni


Juliana Juliet Ni mengatakan dengan sangat keras dan lantang seperti seorang Prajurit yang siap untuk melawan musuh yang terkuatnya. Tapi dia juga hampir kehabisan nafas karena cara berbicaranya tersebut.


“Apa Nyonya tidak apa-apa?” -Violan Ocean


Violan Ocean agak terkejut karena Juliana Juliet Ni nafasnya seperti sudah hampir habis saja.


“Tidak apa-apa, aku hanya ingin kalian bisa mendengar suara yang agung ini.” -Juliana Juliet Ni


Sikap arogannya langsung muncul saja, dan itu pasti berakibat kepadanya.


“Nyonya, kata Para Penjaga Gerbang mereka telah melihat Para Pasukan Manusia telah berada didepan pintu masuk Gerbang kita.” -Factor Nightmare


Factor Nightmare memberitahu kalau Para Penjaga Gerbang telah melihat Para Pasukan Manusia didekat Gerbang.


“Kalau begitu, tunggu perintahku sebentar dulu.” -Juliana Juliet Ni


Juliana Juliet Ni tidak sabar untuk menghadapi musuhnya tersebut, tetapi dia harus menunggu salah satu dari Empat jenderal Iblis Neraka yang masih dalam urusan yaitu Necromantre.


Necromantre masih berada didalam ruangannya, dan sepertinya dia masih kebingungan untuk mendapatkan ide yang hebat.


Juliana Juliet Ni menghentakkan kakinya, dia harus menunggu lama untuk kedatangan Necromantre dengan ide dan rencananya tersebut.


Juliana Juliet Ni tidak sabar lagi, dia menggunakan teknik Telepati untuk memarahi Necromantre yang masih lama mengerjakan urusannya tersebut.


“Kau kenapa lama, mata empat?” -Juliana Juliet Ni

__ADS_1


Juliana Juliet Ni sangat marah, sampai memanggil Necromantre yaitu Mata Empat. Mata Empat itu adalah orang yang memakai kacamata.


“Tunggu sebentar, Nyonya.” -Necromantre


Necromantre langsung bergerak secepat mungkin dan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan rencananya tersebut.


Akhirnya tidak butuh waktu yang lama, Necromantre selesai menyelesaikan strategi untuk mengalahkan dan menguasai seluruh dunia.


“Nyonya, aku sudah selesai.” -Necromantre


Mendengar perkataan itu,. Juliana Juliet Ni langsung menggunakan teleportasi untuk memindahkan Necromantre dari ruangannya ke tempatnya.


Pemindahan tersebut sudah selesai, tetapi karena buru-buru Juliana Juliet Ni tidak sengaja membuat kertas yang dipegang oleh Necromantre menjadi aneh dan tulisannya jadi berantakan.


Necromantre agak terheran-heran kenapa kertas dan tulisannya itu jadi aneh dan tidak teraturan.


“Nyonya, apa yang terjadi dengan ini? Apakah ini disebabkan oleh pemindahan barusan?” -Necromantre


Kemampuan yang ditanamkan di kepalanya itu adalah kemampuan membaca yang dapat membaca tulisan yang beragam macam dan jenis, dan lalu bisa membaca tulisan yang telah rusak.


“Aku sangat kagum dengan tulisanmu yang sangat rapi, dan aku lebih mengagumkan rencanamu yang sangat hebat ini.” -Juliana Juliet Ni


Juliana Juliet Ni mengagumi keindahan dari tulisan tersebut yang sebenarnya tulisan itu agak aneh. Necromantre agak heran dan bingung, tapi dia sangat senang karena Juliana Juliet Ni menyemangatinya dan mengucapkan selamat kepadanya.


Didalam hatinya itu, Juliana Juliet Ni berkata kalau dia akan mengubah sedikit rencana yang hebat ini dan mengubahnya lagi menjadi sebuah rencana yang dapat menghancurkan dunia tersebut.


“Baiklah, Para Penjaga Gerbang bukalah gerbang masuk. Biarkan mereka masuk, dan lalu kita semua akan menyerang bersama-sama. Ikutilah rencana yang telah dibuat oleh Necromantre, rencana itu telah aku masukkan kedalam otak kalian masing-masing.” -Juliana Juliet Ni


Gerbang masuk Kastil Kerajaan Raja Iblis telah terbuka, dua pasukan berlawanan tersebut saling bertatapan dengan tatapan mereka yang saling membenci satu sama lainnya.

__ADS_1


Dua pasukan tersebut langsung menyerukan peperangan terhadap musuh mereka.


Lalu kemudian pertempuran besar itu yang terjadi di kerajaan Raja Iblis terjadilah. Seluruh Pasukan Manusia sangat optimis akan mendapatkan kemenangan, di sisi lain Pasukan Iblis telah mendapatkan kekuatan besar untuk mengalahkan musuhnya tersebut.


Juliana Juliet Ni juga ikut membantu dalam mengalahkan Para Pasukan Manusia, tetapi dia sangat tenang sambil menyerang salah satu dari Prajurit yang berada di Pasukan Manusia.


Satu Prajurit itu dibuat bermain oleh Juliana Juliet Ni. Prajurit itu yang terlihat sangat bersungguh-sungguh dalam pertempuran, malah kesusahan melawan Juliana Juliet Ni yang bermain-main dengannya.


Karena prajurit yang dilawannya itu tidak layak menjadi lawannya, Juliana Juliet Ni langsung menusuknya dengan belatinya.


Lalu Juliana Juliet Ni mencari satu prajurit terkuat di Pasukan Manusia. Dia harus memperhatikan setiap gerakan musuh yang akan dilawannya itu. Dan Seluruh Prajurit di Pasukan Manusia tersebut tidak sesuai dengan kriterianya.


Tapi dia memperhatikan satu orang pria yang cukup menjanjikan dari segi kekuatan pertarungannya, orang itu adalah Hans Seven.


Hans Seven, menurut Juliana Juliet Ni ialah orang yang cukup cocok untuk dijadikan mainan barunya.


Juliana Juliet Ni langsung menuju ke tempat Hans Seven dan akan menyerang Hans Seven secara langsung.


Prajurit yang sedang dilawan oleh Hans Seven terbunuh oleh Juliana Juliet Ni. Dia membunuh bawahannya sendiri, karena dia ingin digantikan.


“Hai, Pria Tampan. Bolehkah aku menjadikan kamu mainan milikku sendiri.” -Juliana Juliet Ni


Hans Seven cukup terkejut karena ada seseorang membunuh satu pasukannya sendiri, dan cara membunuhnya sangat keji.


“Kenapa kamu membunuh temanmu sendiri? Dan kamu membunuhnya sangat buruk dan keji.” -Hans Seven


Hans Seven malah menanyakan kejadian yang dilihatnya itu.


“Hahahaha! Orang lemah ini adalah temanku. Aku ini adalah orang yang akan menjadi penguasa terhebat di dunia ini selanjutnya. Maka orang yang tidak sesuai dengan kriteriaku akan aku bunuh.” -Juliana Juliet Ni

__ADS_1


Juliana Juliet Ni tertawa keras sambil menjawab pertanyaan itu, dan dirinya tidak merasa menyesal atas perilakunya tersebut.



__ADS_2