![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Didalam Apartemen, End’e Draking terlihat sedang ditatap oleh orang-orang yang sudah menunggunya dengan perasaan kesal, dan marah, karena mereka semua sudah menunggunya sangat lama, dan sudah kehabisan kesabaran.
“Ehm... Hai, semuanya?” -End’e Draking
“Darimana saja, kamu?” -Rosalia Demons
“Aku baru saja kembali dari suatu tempat. Kalian pasti tahu aku kemana, kan. Karena Hydro juga ada disini, dan dia tidak bisa merahasiakan sesuatu yang tidak terlalu penting.” -End’e Draking
End’e Draking sudah tahu kalau tugasnya tersebut dibeberkan oleh orang yang memberikannya tugas. Padahal dirinya sendiri tidak ingin memberitahu hal tersebut kepada siapapun juga.
“Benar... dia yang memberitahu kami kalau kamu pergi ke Kekaisaran Mariana. Dan seharusnya itu tidak terlalu jauh dari sini.” -Violan Ocean
“Benar yang dikatakan oleh wanita jelak itu. Jarak antara Kerajaan Ocean dan Kekaisaran Mariana tidak terlalu jauh, karena kedua negara itu bertetanggaan, dan jika menggunakan kapal pasti membutuhkan waktu setidaknya setengah jam saja. Tapi untuk kamu....” -Hydro Queen
Karena Kerajaan Ocean dan Kekaisaran Mariana adalah negara tetangga, maka waktu untuk dibutuhkan sampai kesana setidaknya setengah jam. Akan tetapi karena End’e Draking adalah seorang utusan yang melakukan negoisasi. Maka waktu pulang pasti lebih lama.
“Aku hanya mengikuti perintah kamu saja, dan negoisasi tersebut tidak berjalan lancar sesuai keinginan mereka.” -End’e Draking
“Kenapa? Bukankah kamu seorang ahli negoisasi yang hebat dan terkenal di perguruan?” -Hydro Queen
“Negoisasi.... Draking, negoisasi apa yang kamu bicarakan dengan mereka tadi?” -Edward Demons
Edward Demons penasaran dengan negoisasi End’e Draking dengan pihak dari Kekaisaran Mariana, dan kenapa negoisasi tersebut tidak berjalan lancar.
“Itu hanya negoisasi perdamaian dan gencatan senjata saja antara kedua negara ini. Kamu pasti tahu apa yang menyebabkan dua negara ini hampir ingin melakukan perang?” -End’e Draking
“Hai! Kenapa kamu membongkarnya?” -Hydro Queen
“Aku membongkarnya, karena itu adalah balasan aku dari mulut kamu yang terlalu banyak berbicara, Hydro” -End’e Draking
End’e Draking hanya membalas saja. Dia tidak senang kalau kesepakatannya dibongkar oleh seseorang yang melakukan kesepakatan dengannya. Makanya dia juga akan membongkar sebagai balasannya.
Hydro Queen yang mendengar perkataan tersebut, dia merasa tidak senang tetapi dia merasa kalau hal tersebut adalah kesalahannya sendiri.
“Jadi tanpa sepengatahuan aku dengan ibu, kamu melakukannya.” -Violan Ocean
“Ibu yang menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut, dan melakukan kesepakatan dengan pria ini. Dan ibu juga terlihat tidak perduli dengan keputusannya tersebut.” -Hydro Queen
Violan Ocean terkejut dan heran, kenapa ibunya membuat kesepakatan dengan orang yang bukan kepercayaannya, dan asing. Dia tahu kalau ibunya tidak akan melakukan kesepakatan apapun dengan orang asing atau berbahaya bagi Kerajaan Ocean.
“Mana mungkin! Ibu akan melakukan hal tersebut!” -Violan Ocean
“Iya, jangan tanya aku. Aku juga tidak tahu, tetapi ketika mendengar nama Draking saja, dia meminta aku untuk tidak melakukan apapun, dan dia langsung saja tanpa berpikir panjang membuat keputusan tersebut.” -Hydro Queen
Hydro Queen yang pada saat itu ada disana, dia juga tidak tahu kenapa Ratu Shui Ocean membuat keputusan tersebut melakukan kesepakatan dengan orang yang sangat berbahaya. Hydro Queen tidak terlalu lama mengenal End’e Draking, tetapi dia sedikit tahu tentang sifat buruknya itu.
“Tapi keputusan tersebut....” -Violan Ocean
__ADS_1
“Violan, aku tahu kenapa Sang Ratu memutuskan keputusan tersebut?” -Edward Demons
“Apa? Tuan Edward, apakah Anda benar-benar tahu apa yang dipikirkan ibuku?” -Violan Ocean
“Keputusan tersebut hanyalah sebagai....” -Edward Demons
“Hanya sebagai ancaman saja.” -End’e Draking
Violan Ocean mendengar perkataan tersebut, dia sangat heran dengan perkataan tersebut, dan juga sebagai ancaman itu apa. Kalau Hydro Queen sudah mulai paham sedikit dari pembicaraan tersebut, kenapa Shui Ocean memutuskan keputusan tersebut.
“Ancaman....Aku tidak sedikit mengerti.” -Violan Ocean
“Anak muda seperti kamu tidak perlu mengerti juga, Violan.” -Rosalia Demons
“Apa maksud kamu, Celion?” -Violan Ocean
“Wah... Kamu tidak mengerti. Aku sudah tahu apa yang dimaksud dengan hal itu, karena aku harus memahami hal tersebut sampai 4 kali reinkarnasi.” -Rosalia Demons
Sepertinya Rosalia Demons yang daritadi tidak mengikuti pembicaraan tersebut, dia bukan mengerti apa yang dibicarakan mereka, tetapi dia sudah sangat mengerti. Walaupun setiap reinkarnasi dia mengabil kepribadian berbeda-beda, tetapi ingatannya masih bisa terlihat jelas walau sudah 190 tahun.
“Hahaha... Seperti yang aku duga dari kamu, Celion.” -Edward Demons
“Jangan memuji aku, bodoh! Aku akan membunuh kamu!” -Rosalia Demons
Setelah dipuji oleh Edward Demons, Rosalia Demons langsung mengancamnya untuk tidak memujinya lagi, karena itu tidak pantas untuknya.
“Kita? Bukannya kamu saja yang harus mengurusi masalah selanjutnya?” -End’e Draking
Urusan selanjutnya bukan urusan End’e Draking lagi, karena itu sudah lewat dari kesepakatan tersebut. Jadi End’e Draking memberikan sisa-sisa urusan dan masalah tersebut kepad Hydro Queen, dan Shui Ocean.
“Kok, bisa begitu? Tidak, kamulah yang melakukan kesepakatan tersebut. Jadi kamu juga yang harus menyelesaikan apa yang salah di kesepakatan tersebut!” -Hydro Queen
Hydro Queen tidak terima dengan hal tersebut, karena kesepakatan tersebut gagal karena kesalahannya End’e Draking, bukan dirinya atau Sang Ratu Ocean.
“Tenanglah... Itu kesalahan kalian sendiri melakukan kesepakatan dengan orang asing seperti Draking. Jadi kalian harus nanggung akibatnya sendiri.” -Violan Ocean
“Kok, kamu malah membelanya, Violan! Ini juga termasuk masalah negara kita. Loh...” -Hydro Queen
“Iya, memang benar. Tapi harusnya aku juga ikut dalam pembicaraan kalian tersebut.” -Violan Ocean
“Jadi kamu menyalahkan kami!” -Hydro Queen
“Tidak, tapi kamu itu tidak terlalu berani melakukan keputusan jika ada ibu disamping kamu, apa yang aku katakan itu benar atau salah, Hydro kecil?” -Violan Ocean
Kedua orang itu saling meributkan suatu masalah. Hydro Queen sedikit panik, apa yang harus dikatakan kepada ibunya tentang negoisasi dengan Kekaisaran Mariana gagal, dan dia juga harus melawan perkataan dari Violan Ocean.
Sedangkan Violan Ocean sedang sangat senang, karena sudah lama dia tidak bermain perkataan yang membuat Hydro Queen marah dan kesal kepadanya. Padahal sebelumnya dirinyalah yang terus menjadi target sasaran provokasi dari Hydro Queen.
__ADS_1
Ketik suasana semakin panas diantara kedua orang tersebut, Rosalia Demons mulai berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua, sedangkan Edward Demons bertanya makanan apa yang ingin dimakan oleh mereka.
“Jadi kalian berdua ingin makan apa?” -Edward Demons
“Aku ingin makan rumput laut dengan ekstra mayones!” -Violan Ocean
“Hah! Sekarang kamu menyukai makanan menjijikan. Dulu kamu menyukai makanan mewah dan berkualitas. Rumput laut dan mayones, kombinasi sangat aneh dan jijik!” -Hydro Queen
“Apa masalah kamu, hah? Memang kamu suka makan apa, Babi gendut.” -Violan Ocean
“Tidak sopan, kayu kering. Tuan, bisakah kamu siapkan makanan ikan asap dan harus mengkilap?” -Hydro Queen
“Tenang saja.” -Edward Demons
“Hah! Ikan asap sepertinya kamu masih seorang anak-anak saja dan diharus mengkilap, apakah kamu takut kalau kamu kotor atau ikannya tidak bergizi?” -Violan Ocean
Didalam hatinya, Edward Demons melihat pertengkaran tersebut mengingatkan dirinya dengan seluruh jenderal Iblis Neraka, dan Keluarganya, dan dia sedikit heran, kenapa dia harus menyatat pesanan mereka, apakah dia adalah pelayan.
“Lalu kamu, Draking?” -Edward Demons
“Tidak, terimakasih. Aku tidak ingin makan, karena aku harus mencari sesuatu lagi setelah ini. Jadi kalian saja yang makan terlebih dahulu.” -End’e Draking
Edward Demons menuju ke dapur, dan memberikan catatan tersebut kepada Rosalia Demons. Rosalia Demons heran dengan tulisan yang ada di catatan tersebut.
“Edward, apakah kamu ini seorang pelayang? Jadi harga diri kamu seorang mantan Raja Iblis terkuat sudah tidak ada lagi.” -Rosalia Demons
“Entah kenapa aku sudah seperti aku sebelum menjadi Raja Iblis atau sebelum aku mulai mengelilingi dunia, dan masih polos.” -Edward Demons
“Itu pasti karena kamu sudah mengetahui dan menyadari kalau kamu ada di lingkungan ini, dan tanpa sepengetahuan kamu, kamu terus mengikuti alur takdir ini.” -Rosalia Demons
“Ah... Benar, kata kamu, Rosalia.” -Edward Demons
“Dan lalu bagaimana kita bisa mendapatkan bahan-bahan semua yang tertulis di catatan ini?” -Rosalia Demons
Rosalia Demons agak pusing dan tidak tahu apa yang akan dibuatnya atau dia tidak bisa membuat makanan sesuai pesanan tersebut, karena tidak ada bahan-bahan yang pasti bisa digunakan untuk membuat makanan tersebut.
“Bagaimana dengan makanan darurat yang sering Kepala Suku dulu buat?” -Edward Demons
“Ah... Kepala Suku yang mana?” -Rosalia Demons
“Yang sering memarahi kamu, karena dulu sikap kamu sangat seperti lelaki.” -Edward Demons
“Oh... Baiklah, aku tahu.” -Rosalia Demons
Rosalia Demons sudah tahu masakan apa yang akan dibuatnya. Masakan tersebut adalah makanan yang sering dibuat oleh Kepala Suku untuk menghemat bahan-bahan makanan pada saat musim kemarau dan dingin tiba.
Setelah membuat makanan tersebut, dia menyajikan makanan tersebut kepada dua orang tersebut, dan dia tidak melihat End’e Draking berada di ruangan tersebut. Dia hanya bisa mengira kalau End’e Draking akan pergi lagi untuk melakukan sesuatu hal yang tidak diketahui oleh mereka.
__ADS_1