![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Chapter 56 [ Pertempuran Sang Pahlawan Manusia & Dua Jenderal Iblis Neraka ]
Setelah memojokkan Celion Demonstra dan membuatnya sedikit kelelahan, Liones Wild balik ke tempat Necromantre yang sedang terluka.
“Apakah kamu sudah selesai mengobati dirimu?” -Liones Wild
Liones Wild melihat Necromantre merobek bajunya untuk menutupi lunak di kepalanya.
“Bagaimana cara aku mengobati ini? Aku hanya menutupi lukanya saja, dan tidak bisa disembuhkan oleh sihir dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi.” -Necromantre
Necromantre sudah berusaha menyembuhkan bagian luka di kepalanya, tetapi setiap sihir Penyembuhan yang digunakannya tetap tidak bisa mengobati kepalanya. Dan menggunakan kain untuk menutupi lukanya tersebut, supaya luka tersebut dapat sembuh dengan sendirinya.
“Sepertinya serangan itu bukanlah serangan biasa. Kemungkinan besar serangan itu mengakibatkan mana yang didekat luka tersebut terputus atau menghilang.” -Liones Wild
Necromantre mendengar penjelasan dari Liones Wild, dia agak terkejut.
“Darimana kamu bisa sepintar itu? Biasanya kamu itu tidak terlalu pintar dan hanya orang keras kepala saja.” -Necromantre
Bukan pertama kalinya Necromantre mendengar Liones Wild yang cukup pintar, tetapi itu adalah hal yang sangat jarang sekali.
“Kau berpikir aku melakukan kekerasan apapun itu tanpa otak, hah!” -Liones Wild
Liones Wild tidak terima jika dia dipanggil orang yang keras dan tidak melakukan apapun tanpa berpikir terlebih dahulu.
“Sebelum aku melakukan tindakan, aku harus berpikir dan bertindak sesuai akal.” -Liones Wild
Necromantre agak meragukan hal itu, tapi menurutnya itu cukup sudah untuk membicarakan hal itu.
“Baiklah, kamu memang punya akal kecil. Sekarang berpikirlah bagaimana cara kita mengalahkan dia sebab sepertinya dia sudah sedikit kuat?” -Necromantre
Menggunakan pendeteksi mana sihir miliknya. Necromantre bisa merasakan bahwa mana sihir yang dimiliki oleh Celion Demonstra meningkatkan terus-menerus setiap waktu.
“Kuat, tapi pada saat aku menyerangnya dia malah kewalahan.” -Liones Wild
Liones Wild tidak mengerti yang dimaksud oleh Necromantre.
“Kecerdasan kamu menurun lagi. Saat kamu melawannya, dia menggunakan sihir cukup banyak untuk menahan serangan kekuatan besarmu itu. Dan akibatnya dia akan kewalahan ketika menerima serangan besar. Apalagi dia juga sering menghindar dari serangan benang-benang dengan lincah.” -Necromantre
Necromantre menjelaskan kenapa Sang Pahlawan terlihat sangat lemah ketika mereka berdua melawannya bersama.
__ADS_1
“Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan dan janganlah katakan aku ini bodoh!” -Liones Wild
Sedikit tersinggung dengan perkataan Necromantre yang mengatakan dia adalah orang yang kurang pintar. Dan kenyataan begitu.
Celion Demonstra yang sedikit kewalahan dan kelelahan setelah dia pojokkan oleh Liones Wild tadi. Tapi sekarang dia cukup beristirahat dan ingin menyerang mereka berdua pada saat sekarang.
“Celion, ini adalah kesempatan kamu untuk mengalahkan mereka semua. Mereka semua tidak memperhatikan kamu sekarang. Seranglah!” -Celion Demonstra
Celion Demonstra berbicara dengan dirinya sendiri untuk menyerang mereka berdua yang sedang berbincang-bincang tanpa memperhatikan dirinya.
Dia mengumpulkan kekuatan mana sihir yang berada disekitar tubuhnya ke Pedang Rosalia sekali lagi. Tapi serangan berikutnya kemungkinan akan berdampak besar.
“Rasakan ini, Dasar Bodoh!” -Celion Demonstra
Dia langsung mengarah serangan itu ke Necromantre dan Liones Wild. Dia tidak sekali menebas, tetapi dia menebas empat kali kearah tempat tersebut, supaya mereka tidak bisa menghindari setiap serangan tebasan tersebut.
Liones Wild yang masih berbicara dengan Necromantre, dia merasakan serangan yang akan datang kearahnya sebentar lagi.
Merasakan beberapa serangan yang akan mengarah kearahnya dengan insting kuatnya, Liones Wild langsung menendang Necromantre, untuk menghindari serangan tersebut.
Setelah ditendang oleh Liones Wild, dia sangat marah.
“Kenapa kau...” -Necromantre
“Jadi kau menendang..” -Necromantre
Tiba-tiba Necromantre ditendang sekali lagi oleh Liones Wild, yang bermaksud untuk melindunginya dari serangan tebasan berikutnya. Necromantre diselamatkan sekali lagi oleh Liones Wild dengan cara yang tidak terlalu ramah.
“Terima kasih, tapi jangan lakukan itu lagi! Apakah kamu melakukannya dengan sengaja, hah?” -Necromantre
Necromantre tampak kesal dan marah, sebab perilaku yang dilakukan oleh Liones Wild terhadap dirinya tidak ramah sekali.
“Aku tidak sengaja, dan juga kamu terus berbicara dari tadi. Harusnya aku sudah cukup melindungi dirimu dari serangan kuat tersebut, walaupun cara yang aku lakukan tadi tidak baik.” -Liones Wild
Liones Wild tidak punya pilihan lain selain menendang Necromantre dengan keras, supaya Necromantre dapat menghindari serangan tersebut.
Disisi lain, Liones Wild cukup senang sebab amarahnya yang ditahannya sudah dilakukan. Menendang Necromantre adalah cara melampiaskan amarahnya dan juga menyelamatkan Necromantre dari serangan tersebut.
Celion Demonstra cukup kaget karena serangan tebasan dari Pedang Rosalia dapat dihindarkan oleh dua orang tersebut. Jika satu tebasan tersebut mengenai mereka, maka mereka akan kalah.
__ADS_1
“Woi! Kalian, kenapa menghindari serangan tadi? Seharusnya kalian tidak boleh bergerak dan diam saja sesuai skenario ini.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra tampak sangat marah, karena kejadian yang seharusnya membuatnya menang digagalkan.
“Jika kami hanya berdiam diri saja dan menunggu kematian kami, dimana kami akan menaruh muka kami dihadapkan Sang Penguasa kami?” -Liones Wild
Liones Wild balik bertanya kepada Celion Demonstra dan juga mengatakan bahwa mereka masih mempunyai harga diri.
“Sang Penguasa maksud kamu, Edward. Dia tidak akan memperdulikan kalian.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra mengatakan kalau Edward Demons tidak perduli dengan prajuritnya yang mati di pertempuran.
“Aku tidak tahu apa maksud kamu, Pahlawan? Sang Penguasa kami dari dulu adalah Nyonya Juliana.” -Necromantre
Mendengar perkataan tersebut, Celion Demonstra terkejut dan tidak tahu berkata apa-apa. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
“Jika kamu maksud orang lemah itu, dia adalah orang yang paling lemah dari kami semua dan dia adalah pelindung kami semua.” -Liones Wild
Sekali lagi mendengar perkataan dari dua jenderal tersebut. Celion Demonstra terkejut dan berkata pada dirinya apa yang terjadi kepada Para Jenderal yang sangat menghormati Edward Demons sebagai Raja Iblis mereka.
“Apa yang kamu katakan? Kalian berdua tidak punya malu. Edward telah menyelamatkan kalian dari setiap kekalahan yang akan dialami oleh Bangsa Iblis dan dia juga membalikkan setiap keadaan Bangsa Iblis dari sulit sampai sejahtera.” -Celion Demonstra
Liones Wild dan Necromantre tidak percaya apa yang dikatakan oleh Sang Pahlawan Manusia itu.
“Kenapa kita harus mempercayai musuh kami? Dan Nyonya Juliana adalah orang yang telah menyelamatkan kami dari kesengsaraan selama hidup kami.” -Liones Wild
Liones Wild berbicara keras dan berkata bahwa Juliana Juliet Ni yang dianggap mereka adalah orang yang menyelamatkan mereka bukan Edward Demons.
“Apakah kalian sedang dalam hipnotis? Dimana rasa harga diri kalian terhadap Raja Iblis kalian, Edward Demons.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra bertanya kepada mereka berdua, apakah mereka dalam kendali hipnotis seseorang.
“Kami terhipnotis. Tidak mungkin...!” -Liones Wild
Liones Wild tidak percaya kalau mereka dalam pengaruh atau dikendalikan oleh seseorang dengan hipnotis.
“Mana mungkin, bangsa terbaik di dunia ini mudah terhipnotis oleh orang asing.” -Necromantre
Necromantre juga tidak percaya dan berkata hal sama, seperti Liones Wild.
__ADS_1
“Jika kalian tidak percaya, maka aku yang harus mengalahkan kalian dan lalu menyadarkan kalian dari kendali orang asing tersebut.” -Celion Demonstra
Celion Demonstra tidak tahu siapa yang mengendarai kedua jenderal tersebut, dan juga yakin bahwa seluruh pasukan Bangsa Iblis sudah dikenalkan oleh seseorang. Dan orang itu adalah orang yang disebut oleh mereka berdua yaitu Juliana.