![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension.webp)
Di sebuah tempat yang sangat megah dan indah, tidak lain adalah Kerajaan Ocean. Kerajaan Ocean adalah salah satu dari tiga negara yang berada di Planet Samudra tersebut, dan kerajaan itu adalah tempat para pendatang luar planet yang terus berdatangan.
Beda dengan kerajaan lain, Kerajaan Ocean harus dipimpin oleh seorang wanita bijak dan cantik, terlebih lagi dia harus mempunyai kecerdasaan lebih dari semuanya kecerdasaan penduduknya.
Di sebuah tempat pemandian khusus untuk Sang Ratu. Sang Ratu sedang menikmati mandi siang, setelah melakukan aktivitas olahraga fisik yang terlalu berat baginya.
Akan tetapi aktivitas mandinya diganggu oleh seseorang yaitu Pembantunya sendiri. Sepertinya Pembantu tersebut sangat tergesa-gesa dan ingin memberitahu sebuah informasi penting kepada Sang Ratu.
“Nyonya Shui Ocean, mohon maaf kalau saya mengganggu kegiatan aktivitas penting anda.” -Pembantu
Nama Ratu dari Kerajaan Ocean itu adalah Shui Ocean, dan tidak ada yang boleh memanggil namanya dengan nama depan, mereka harus memanggilnya dengan nama lengkapnya.
“Apa yang kamu ingin katakan?” -Shui Ocean
“Ini tentang putri anda...” -Pembantu
“Violan. Kenapa dengannya?” -Shui Ocean
“Dia melarikan diri lagi dari ruangannya.” -Pembantu
“Anak itu masih tidak tahu malu. Bukankah aku sudah bilang kepadanya untuk tidak keluar dari ruangannya, karena dia harus bersiap untuk berpidato sebagai calon pemimpin kerajaan ini.” -Shui Ocean
Shui Ocean sudah meminta kepada putrinya itu untuk tetap berada di ruangannya untuk melakukan persiapan karena putrinya tersebut akan melakukan sebuah pidato. Akan tetapi putrinya tersebut memilih kabur dibandingkan berpidato didepan publik.
“Jadi bagaimana solusinya, Nyonya? Para Penduduk Kerajaan akan merasa kecewa lagi, padahal mereka ingin mendengar sepatah atau dua kata dari Putri Kerajaan yang sebelumnya menghilang.” -Pembantu
“Saya akan memikirkannya terlebih dahulu tentang pidatonya tersebut. Apakah kita sudah memberitahu kepada mereka, kapan pidato tersebut akan dilakukan?” -Shui Ocean
“Belum, Nyonya Shui Ocean.” -Pembantu
Beruntungnya, mereka pihak kerajaan belum memberitahu kapan pengumuman pidato yang akan disampaikan oleh Purti Kerajaan kepada Para Penduduk Kerajaan. Jadi Sang Ratu bisa menggunakan waktu luang untuk mencari Purti Kerajaan.
“Jika kita belum memberitahu kapan pengumuman pidato tersebut, jadi kita masih punya waktu banyak untuk mencari dan menemukan gadis bodoh itu. Dan juga kita akan melaksanakan pengumuman pidato tersebut pada malam hari, karena malam ini adalah malam purnama.” -Shui Ocean
“Malam Purnama... Bukankah itu sudah dijadwalkan untuk Sang Purti Hydro Quenn?” -Pembantu
“Oh...iya. Hydro, aku lupa dengannya.” -Shui Ocean
Shui Ocean lupa kalau jadwal pidato pada malam hari sudah dimiliki oleh Hydro Quenn yang merupakan salah satu dari dua calon kandidat Ratu Kerajaan Ocean.
Setelah berpikir sementara, dia mendapatkan suatu ide kapan pengumuman pidato Putri Kerajaan akan dilakukan.
“Baiklah, bisakah kamu memberitahu kalau pelaksanaan akan dilakukan pada sore ini?” -Shui Ocean
“Maaf, Nyonya Shui Ocean. Sebentar lagi akan menuju sore hari dan tidak mungkin untuk kita akan menyiapkan dalam waktu secepat itu.” -Pembantu
__ADS_1
“Waktu tidak penting, yang penting apakah kalian bisa persiapkan atau tidak?” -Shui Ocean
Shui Ocean memberikan sebuah aura intimidasi terhadap Pembantu tersebut agar pembantu tersebut dapat melaksanakan perintahnya.
“Bisa... Nyonya. Kami akan mempersiapkan sekarang juga.” -Pembantu
Mendapatkan sebuah aura intimidasi yang sangat kuat, Pembantu tersebut langsung melaksanakan perintah Sang Ratu.
“Laksanakan sekarang juga. Pergilah dari sini!” -Shui Ocean
“Siap, Nyonya Shui Ocean.” -Pembantu
Pembantu tersebut langsung pergi meninggalkan tempat pemandian tersebut.
Shui Ocean masih dalam kebingungan karena satu-satu anaknya itu tidak ingin menjadi penerusnya. Penyebabnya tidak lain adalah masa lalu Kerajaan Ocean yang buruk tersebut.
“Dasar gadis bodoh itu! Bukankah aku bilang kalau dunia ini sudah aman dan tidak dijajah lagi oleh Para Tujuh Keajaiban. Akan tetapi kenapa dia tidak ingin menjadi penerus selanjutnya.” -Shui Ocean
Shui Ocean sangat marah dan dia hampir mengeluarkan kekuatan pengendali air miliknya tersebut untuk menghancurkan pemandian khusus miliknya tersebut.
Di tempat lain, Salah satu dari dua calon kandidat Ratu Kerajaan Ocean, Hydro Quenn sedang menikmati pesta teh bersama dengan gadis-gadis bangsawan lainnya. Pesta teh tersebut sangat menyenangkan dan juga dia mendapat hubungan baik dengan Para Gadis bangsawan tersebut.
Akan tetapi ada seseorang mendatanginya, orang itu adalah Barbarossa. Dia tidak tahu kalau Hydro Quenn sedang menikmati pesta teh dan hari terindahnya.
“Maafkan aku, Nyonya Hydro. Aku tidak bisa....” -Barbarossa.
“Bisakah kita berdua berbicara dengan tempat lain, budak kotor? Lihatlah kamu mempermalukan diriku ini!” -Hydro Quenn.
“Maafkan aku.” -Barbarossa
Hydro Quenn memegang Barbarossa dengan tangannya, dan lalu dia menyeret dan membawanya ke sebuah tempat yang sangat jauh dari tempat pesta teh tersebut.
Setelah berada di tempat itu, Hydro Quenn melempar anak buahnya tersebut dan lalu bertanya kenapa dia bisa ada di planet samudra.
“Hai, bodoh. Kenapa kamu bisa ada disini? Bukankah aku sudah memerintahkan kamu untuk membawa barang-barang berharga dan memotong jalur Kapal Angkasa ke tempat ini.” -Hydro Quenn
Dari tampak wajahnya saja, Barbarossa tidak bisa menahan rasa ketakutan melihat Hydro Quenn sangat marah kepadanya.
“Maafkan saya, Nyonya. Sebenarnya kami sudah menangkap beberapa orang dan juga mendapatkan harta berharga milik mereka. Akan tetapi....” -Barbarossa
“Akan tetapi apa?” -Hydro Quenn
“Seseorang yang sangat anda cari menghancurkan semuanya bahkan anak buah saya dibunuh satu persatu dan hanya sisa enam orang termasuk saya.” -Barbarossa
Mendengar perkataan itu, Hydro Quenn merasa senang tetapi dia kecewa dengan anak buahnya itu karena mudah dikalahkan oleh orang itu.
__ADS_1
“Wah, Wah, wah. Aku tidak menyangka kalau dia akan datang kesini, dan juga kamu, Anak buah bodoh kenapa kamu bisa kalah? Padahal kamu mempunyai jumlah pasukan lebih dari seribu orang.” -Hydro Quenn
Hydro Quenn merasa sangat kecewa dengan anak buahnya itu yang tidak bisa mengalahkan orang itu, padahal dia punya banyak anak buah yang berjumlah sangat banyak.
“maafkan saya, Nyonya.” -Barbarossa
Barbarossa tidak bisa berbicara sepatah katapun karena dia masih terasa sangat ketakutan dan tidak bisa menghentikan getaran pada tubuhnya.
“Tapi bukankah aku memberi kalian satu senjata yang sangat besar?” -Hydro Quenn
“Senjata yang sangat besar itu juga ikut dihancurkan dalam sekali serangan, Nyonya.” -Barbarossa
Hydro Quenn tidak tahu ingin berkata apa lagi, karena senjata yang besar dan harga yang sangat mahal itu telah dihancurkan dalam sekali serangan.
“Kalian itu benar-benar bodoh, ya.” -Hydro Quenn
Hydro Quenn merasa kalau dia tidak akan membutuhkan Barbarossa lagi untuk rencana selanjutnya, karena Barbarossa sudah menghancurkan rencananya tersebut. Jadi dia menunjukkan kemampuannya didepan matanya Barbarossa dan menunjukkan sesuatu yang menakjubkan.
“Lihatlah, patung es ini bukankah itu sangat menarik!” -Hydro Quenn
Ternyata dia menunjukkan seluruh koleksi patung es yang adalah makhluk hidup yang telah dikalahkannya. Dan diantara patung es itu ada salah satu temannya.
“Jika kamu tidak mau seperti mereka, janganlah menemui aku lagi. Aku ingin kamu melakukan bunuh diri segera mungkin, atau kamu akan aku jadikan seperti mereka.” -Hydro Quenn
Mendengar ancaman yang sangat membuatnya tambah ketakutan, Barbarossa adalah orang yang sangat setia kepada Ratunya. Maka dia memilih untuk melakukan bunuh diri demi kesetiaannya tersebut.
“Baik, saya akan melakukan bunuh diri demi kesetiaan saya kepada Nyonya.” -Barbarossa
Mendengar perkataan sungguh-sungguh dari anak buahnya, tidak membuat hatinya melelahkan tetapi dia merasa sangat kagum dengan hal itu.
“Baiklah, lakukan sekarang.” -Hydro Quenn
“Siap!!!” -Barbarossa
Barbarossa akan melakukan bunuh diri dengan memegang pedang miliknya yang akan diarahkan langsung ke jantungnya. Dan itu dilakukan didepan matanya Hydro Quenn, agar dia terlihat masih setia kepada Ratunya.
Akan tetapi didalam hatinya yang dalam, dia tidak bisa melakukan hal itu karena dia masih ingin hidup dan belum ingin meninggal dengan tangannya sendiri. Tapi dia sudah cukup bersyukur jika mati diperintahkan oleh Ratunya itu.
Barbarossa melakukan pembunuhan bunuh dirinya itu dan langsung menusuk kedalam jantungnya. Dia mati dengan wajah penuh senyuman dan bahagia.
Melihat urusannya sudah selesai. Hydro Quenn merasa agak menyesal telah memerintahkan anak buahnya itu untuk melakukan bunuh diri. Tapi itu demi melancarkan rencana selanjutnya tersebut.
Setelah itu, dia kembali ke tempat pesta teh dan meninggalkan mayat anak buahnya itu didalam sana sendirian.
__ADS_1